Menuju konten utama

Bongkar Tiang Monorel Rasuna Said, Pemprov DKI Rogoh Rp100 M

Anggaran Rp100 miliar disiapkan Pemprov DKI untuk pembongkaran tiang monorel, termasuk penataan trotoar, jalan, dan fasilitas lainnya.

Bongkar Tiang Monorel Rasuna Said, Pemprov DKI Rogoh Rp100 M
Sejumlah pengendara mobil melintasi banjir yang menggenangi kawasan Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Selasa (25/2/2020).ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan membongkar tiang monorel Jakarta yang terletak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, mulai Rabu (14/1/2026). Pembongkaran tersebut akan menelan anggaran Rp100 miliar.

"Pak Gubernur [DKI Jakarta Pramono Anung] kemarin, pada saat rapat pimpinan, menyampaikan minta minggu depan [tiang monorel Jalan HR Rasuda Said] dibongkar, insyaallah Rabu [14/1/2026]," ujar Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo, kepada awak media, Rabu (7/1/2026).

Menurutnya, anggaran pembongkaran tiang monorel senilai Rp100 miliar akan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta Tahun Anggaran 2026.

Selain untuk pembongkaran tiang, anggaran Rp100 miliar tersebut juga akan digunakan untuk menata trotoar, jalan, dan fasilitas lainnya. Penataan itu dilakukan setelah seluruh tiang monorel dibongkar.

Namun, Heru belum memperinci besaran anggaran yang secara khusus diperuntukkan bagi pembongkaran tiang monorel tersebut.

"Anggaran pembongkaran ini jadi satu dengan penataan jalan dan trotoarnya. Detailnya saya enggak pegang ya. Totalnya semua sekitar Rp100 miliar. [Alokasi dari] APBD tahun ini," urainya.

Heru menyatakan, terdapat 98 tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said yang akan dibongkar. Puluhan tiang tersebut terpasang sepanjang 3,5 kilometer ruas jalan itu.

Dinas Bina Marga DKI, kata Heru, akan membongkar satu tiang monorel setiap hari. Dengan demikian, pembongkaran yang hanya dilakukan pada malam hari itu diperkirakan akan memakan waktu sekitar 98 hari.

Setelah dibongkar, tiang monorel akan dikembalikan kepada PT Adhi Karya selaku pihak yang mendirikan fasilitas yang tak rampung tersebut. Dinas Bina Marga DKI kemudian akan mengalihfungsikan bekas area tiang monorel menjadi jalan kendaraan bermotor.

"Nah, jalannya yang bekasnya ada monorel itu kita hilangkan. Jadi nyatu. Nah, jalur lambat yang tadinya ada dua, tinggal satu [lajur]," tutur Heru.

"Jadi, kita akan menata jalannya sama seperti Jalan Rasuna Said sisi barat. Di mana ada satu jalur busway, tiga jalur reguler. Nah, sisi timur akan kita buat sama seperti itu," lanjut dia.

Baca juga artikel terkait PEMPROV DKI atau tulisan lainnya dari Hendra Friana

tirto.id - Insider
Penulis: Hendra Friana
Editor: Hendra Friana