Menuju konten utama

Banyak Negara Berebut Minyak, Bahlil Buka Opsi Impor BBM Rusia

Menurut Bahlil, pemerintah tak akan selektif untuk menerima pasokan BBM dari negeri manapun.

Banyak Negara Berebut Minyak, Bahlil Buka Opsi Impor BBM Rusia
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan paparan pada konferensi pers capaian kinerja Kementerian ESDM tahun 2025 di Jakarta, Kamis (8/1/2026).ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/nz
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebutkan, Pemerintah Pusat membuka opsi untuk mengimpor bahan bakar minyak (BBM) dari Rusia. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi penutupan Selat Hormuz oleh Iran imbas perang dengan Amerika Serikat (AS)-Israel.

Bahlil mengatakan, Pemerintah Pusat juga mempertimbangkan untuk mengimpor BBM dari negara selain Rusia. Kini, pemerintah disebut hendak memastikan tersedianya pasokan energi setelah penutupan Selat Hormuz.

"Sekarang adalah kita dalam kondisi seperti ini selalu membuka opsi dari negara mana saja. Karena hari ini kan kita harus, negara, pemerintah harus menjamin ketersediaan BBM," ucapnya di kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026).

Menurut Bahlil, Pemerintah RI tidak akan selektif untuk menerima pasokan BBM dari negeri manapun. Sebab, banyak negara yang disebut juga saling memperebutkan untuk menerima pasokan BBM demi kebutuhan pasokan energi masing-masing.

Ia mengeklaim, sejumlah negara telah mengamankan pembelian pasokan BBM mereka menggunakan sistem tender. Akan tetapi, negara penyedia pasokan BBM disebut bakal memilih negara yang hendak membeli stok dengan harga tertinggi.

"Kita dari negara mana aja yang penting ada. Itu pun kita masih harus berebut dengan negara lain," tuturnya.

"Bayangkan sekarang ini, orang udah melakukan tender aja, barangnya sudah ada, tapi ketika ada orang lain yang membeli dengan harga lebih tinggi, orang itu atau trader itu atau perusahaan yang menjual itu bisa berpotensi menjual ke orang yang menawar lebih tinggi," lanjut dia.

Bahlil menambahkan, Pemerintah Pusat kini mengantongi opsi negara-negara penyuplai BBM selain dari kiriman pasokan melalui Selat Hormuz.

"Kita sekarang membuat beberapa alternatif, yang penting bagi kita adalah, bagi pemerintah adalah, menjamin agar BBM di Indonesia tetap ada," ujarnya.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana