tirto.id - Pertanyaan tentang bagaimana perbedaan air tanah dengan air permukaan kerap dibahas dalam pelajaran sekolah. Memahami perbedaan keduanya sangat penting karena berkaitan dengan pengelolaan sumber daya air dan kelestarian lingkungan.
Air merupakan salah satu sumber daya alam yang sangat penting bagi kehidupan. Menurut NASA, 71% permukaan bumi ditempati oleh air, tapi hanya sekitar 2,5% saja yang merupakan air tawar dan bisa dikonsumsi oleh makhluk hidup.
Air dapat ditemukan di berbagai tempat di bumi, baik di permukaan maupun di bawah permukaan tanah. Secara umum, air terbagi menjadi dua jenis berdasarkan letaknya, yakni air tanah dan air permukaan. Lalu, bagaimana perbedaan air tanah dengan air permukaan?
Apa yang Dimaksud dengan Air Permukaan dan Contohnya?

Air permukaan adalah segala bentuk badan air yang terletak di atas lapisan tanah atau permukaan bumi. Contoh air permukaan antara lain sungai, waduk, danau, rawa, hingga laut.
Air permukaan memegang peranan penting dalam kehidupan. Air permukaan, terutama air tawar, menjadi sumber utama air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari air minum, irigasi pertanian, keperluan industri, hingga pembangkit tenaga listrik.
Air permukaan juga berperan penting dalam siklus air atau hidrologi, yakni siklus yang menggambarkan pergerakan air dari permukaan bumi ke atmosfer, kemudian kembali lagi ke bumi.
Siklus hidrologi sendiri sangat penting karena menjaga ketersediaan air di berbagai tempat dan menjadi bagian utama dari keseimbangan ekosistem.
Apa yang Dimaksud dengan Air Tanah dan Contohnya?

Untuk lebih memahami bagaimana perbedaan air tanah dengan air permukaan, kita juga perlu mengetahui definisi air tanah. Air tanah adalah air yang tersimpan di bawah permukaan bumi atau di lapisan tanah/batuan yang disebut akuifer.
Akuifer adalah lapisan tanah atau batuan di bawah permukaan bumi yang mampu menyimpan maupun mengalirkan air tanah. Secara sederhana, akuifer dapat diartikan sebagai tempat penyimpanan alami air tanah.
Sebagian besar air tanah berasal dari air permukaan yang meresap ke dalam tanah (infiltrasi). Air akan terus meresap hingga mencapai lapisan tanah yang tidak dapat ditembus air dan terkumpul membentuk cadangan air tanah.
Seperti halnya air permukaan, air tanah juga merupakan salah satu sumber utama air bersih yang dapat digunakan oleh manusia untuk berbagai keperluan, termasuk untuk air minum.
Contoh air tanah yang banyak dimanfaatkan manusia adalah air sumur, yakni air yang diperoleh dengan cara menggali tanah hingga kedalaman tertentu. Ada pula mata air yang merupakan air tanah yang muncul ke permukaan bumi. Namun, berdasarkan letak atau kedudukannya, air tanah terbagi menjadi dua:
- Air tanah dangkal/bebas: Air berada di lapisan tanah yang masih dapat menyerap air di bagian atasnya.
- Air tanah dalam/tertekan: Air terletak di antara dua lapisan kedap air dan berada di bawah tekanan.
Apa Perbedaan Antara Air Permukaan dan Air Tanah?

Setelah memahami pengertian tentang air tanah dan permukaan, kita bisa menelaah lebih jauh tentang bagaimana perbedaan air tanah dan air permukaan.
Perbedaan antara keduanya dapat dilihat berdasarkan letak, kualitas, zat yang terkandung di dalamnya, hingga bagaimana cara mendapatkannya. Untuk memahami bagaimana perbedaan air tanah dengan air permukaan kelas 5, simak penjelasannya di bawah ini.
1. Letak
Perbedaan utama dari air tanah dan air permukaan adalah letak atau lokasi air ini ditemukan. Air permukaan merupakan air yang berada di atas permukaan tanah dan dapat langsung dikenali atau terlihat. Contohnya meliputi laut, sungai, danau, waduk, hingga rawa.Sementara itu, air tanah terletak di bawah permukaan bumi, tersimpan dalam pori-pori tanah atau celah bebatuan. Air ini tidak terlihat langsung karena tertutup lapisan tanah. Contoh air tanah yang umum diketahui adalah air sumur yang didapatkan melalui proses penggalian/pengeboran.
2. Sumber
Air permukaan berasal dari air hujan yang tidak terserap ke dalam tanah dan mengalir ke tempat-tempat rendah. Air permukaan juga bisa berasal dari aliran sungai, lelehan es atau salju, serta limpasan air hujan dari pegunungan.Menurut laman Science Direct, sebagian besar air permukaan berasal dari presipitasi, baik hujan maupun salju, yang tidak terserap ke dalam tanah. Air permukaan juga bisa berasal dari limpasan air permukaan lainnya (misalnya sungai yang mengalir ke tempat rendah).
Air permukaan juga dapat berasal air tanah yang merembes/mengalir ke permukaan bumi secara alami, contohnya mata air yang banyak ditemukan di pegunungan.
Sementra itu, air tanah berasal dari air hujan atau air permukaan yang mengalami infiltasi atau meresap ke dalam tanah. Air terus menembus lapisan tanah kemudian, kemudian tertahan dan terkumpul di lapisan tertentu yang mampu menampung air.
3. Kualitas Air
Bagaimana perbedaan air tanah dengan air permukaan? Perbedaannya juga dapat dilihat dari kualitas keduanya. Kualitas air permukaan cenderung lebih rendah dibandingkan dengan air tanah.Hal ini disebabkan air permukaan berada di area terbuka dan mudah tercemar, baik oleh debu, sampah, atau polutan lainnya.
Sebaliknya, air tanah memiliki kualitas yang umumnya lebih baik. Selain karena mengalami penyaringan alami saat meresap melalui lapisan tanah dan bebatuan, air tanah juga tidak mudah tercemar layaknya air permukaan.
Lapisan-lapisan tanah berfungsi seperti filter yang menyaring kotoran dan partikel pencemar sehingga air menjadi lebih bersih. Namun, kualitas air tanah juga bisa menurun apabila terjadi pencemaran kimiawi (misalnya akibat limbah pabrik) yang akhirnya ikut meresap ke dalam tanah.
4. Akses (Cara Mendapatkannya)
Air permukaan lebih mudah diakses karena berada di ruang terbuka. Air dari sungai, danau, atau waduk dapat diambil langsung dengan mudah, misalnya menggunakan ember. Jika lokasinya jauh dari pemukiman, air permukaan bisa dipompa dan dialirkan melalui pipa.Sebaliknya, air tanah memerlukan usaha lebih untuk mendapatkannya. Perlu dilakukan penggalian atau pengeboran hingga mencapai lapisan air tanah. Proses ini membutuhkan peralatan khusus dan tentunya biaya yang lebih besar.
5. Sifat Kimia Air
Sifat kimiawi air sangat bergantung pada lokasinya. Air tanah cenderung memiliki kandungan mineral yang lebih tinggi dibandingkan dengan air permukaan.Hal ini karena air tanah tersimpan dalam waktu yang lebih lama di bawah lapisan tanah, sedangkan tanah dan bebatuan di bawah permukaan bumi dikenal mengandung berbagai unsur mineral, contohnya besi (Fe) dan mangan (Mn).
Dikutip dari laman Balai Air Tanah Dirjen Sumber Daya Air, air di dalam tanah umumnya mengandung beberapa unsur seperti besi (Fe 2+,Fe 3+), mangan (Mn 2+), silika (SiO2), sodium (Na +), Klorida (Cl-), fluoride (F -), nitrat (NO3 -), sulfat (SO4 2-), hidrogen sulfida (H2S), dan karbon dioksida (CO2)
6. Pergerakan Air
Air permukaan seperti sungai memiliki pergerakan air yang lebih cepat. Hal ini karena air permukaan berada di area terbuka dan nyaris tidak ada hambatan yang menghalangi pergerakannya.Sementara itu, air tanah memiliki pergerakan yang jauh lebih lambat. Pergerakan air tanah terhalang oleh lapisan tanah dan bebatuan sehingga alirannya tidak seperti air di permukaan.
Mengapa Air di Permukaan Lebih Kotor Dibandingkan Air Tanah?
Setelah mengetahui bagaimana perbedaan air tanah dengan air permukaan, muncul pertanyaan mengapa air permukaan biasanya lebih kotor dibandingkan dengan air tanah? Setidaknya ada dua penyebab yang bisa menjelaskan pertanyaan ini.
1. Lokasi yang Terbuka
Kualitas air sangat dipengaruhi oleh letaknya. Air di permukaan cenderung lebih kotor dibandingkan air tanah karena posisinya yang terbuka dan langsung terpapar oleh berbagai sumber pencemar.Sebagai contoh, sungai sering menjadi tempat pembuangan limbah, baik dari rumah tangga, pertanian, maupun industri. Sampah organik, plastik, hingga limbah kimia bisa masuk langsung ke dalam air permukaan.
Limpasan permukaan juga bisa membuat air permukaan terlihat kotor dan tidak jernih. Misalnya saat hujan turun, air mengalir di atas tanah, membawa berbagai partikel tanah, lumpur, hingga kotoran seperti dedaunan, kotoran hewan, dan lain sebagainya.
Semua ini langsung masuk ke dalam badan air permukaan yang akhirnya berpengaruh pada kejernihan dan kualitas air secara keseluruhan. Selain itu, pencemaran dari udara seperti partikel debu hingga juga dapat mencemari air permukaan.
2. Tidak Ada Proses Penyaringan
Seperti yang diketahui, air tanah dikenal lebih bersih karena melalui proses infiltrasi dan tersaring oleh lapisan tanah/bebatuan yang berfungsi sebagai filter alami. Semakin dalam air tanah, maka semakin banyak proses penyaringannya sehingga kualitas airnya pun cenderung lebih baik.Hal ini tidak dialami oleh air permukaan. Air permukaan bersumber dari air hujan atau limpasan yang tidak mengalami proses penyaringan sehingga kualitas airnya sangat berbeda dengan air tanah.
Demikian penjelasan tentang bagaimana perbedaan air tanah dengan air permukaan beserta contohnya. Dengan memahami perbedaan keduanya, kita bisa memanfaatkan sekaligus mengelola sumber daya air dengan lebih bijak demi menjaga keseimbangan lingkungan.
Semoga penjelasan di atas tak hanya dapat menambah wawasan, tapi juga dapat mendorong kesadaran publik akan pentingnya menjaga kelestarian dan kualitas air, baik yang berada di dalam tanah maupun di permukaan.
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani
Masuk tirto.id




































