tirto.id - Dalil Al Aziz di dalam Al-Quran tercatat ada hampir mencapai ratusan penyebutan. Lantas, Al Aziz artinya apa dan surah mana saja di dalam kitab suci yang membahasnya?
Pada dasarnya, Allah SWT memiliki sejumlah 99 nama baik yang kerap disebut sebagai Asmaul Husna. Salah satunya adalah Al Aziz, namun sering pula dilantunkan umat Islam menjadi ya Aziz.
Asmaul Husna Al Aziz ini bisa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, baik lewat wirid maupun perilaku. Untuk memahami arti, dalil-dalil, dan makna membaca ya Aziz, Anda bisa melihat keterangan berikut.
Arti Al Aziz pada Asmaul Husna
Salah satu Asmaul Husna yang dimiliki oleh Allah SWT adalah Al Aziz. Asmaul Husna ya Aziz artinya "Yang Maha Perkasa". Lafal Al Aziz berasal dari kata Azaza yang berarti kuat, perkasa, mulia, dan konsekuen.
Asmaul Husna Al Aziz juga mendeskripsikan bahwa Allah SWT memiliki sifat Yang Mahamulia, Mahakuat, Mahaperkasa, Mahakonsekuen, dan Mahabijaksana. Kemudian, sifat Allah Yang Maha Perkasa sering dikaitkan dengan sifat-Nya Yang Maha Kuat.
Dikutip dari laman Kanwil Kemenag Kalsel, Al Aziz berkaitan dengan sifat Yang Mahakuat lagi Mahaperkasa. Pernyataan ini disampaikan lantaran segala hal di dunia tidak ada yang bisa dibandingkan dengan-Nya.
Allah SWT Yang Mahaperkasa hampir menyerupai makna sifat Mahamulia-Nya. Hal ini disebut lantaran tiada suatu kemuliaan yang tidak ditopang oleh sifat perkasa dan kekuatan.
Lantaran memiliki sifat dan kedudukan Mahakuat lagi Mahaperkasa, Allah SWT Maha Mengalahkan segala sesuatu yang menentang diri-Nya.
Dikutip dari laman Understand Al-Quran Academy, Asmaul Husna Al Aziz disebutkan sebanyak 92 kali di dalam Al Quran. Beberapa contoh dalil dan makna membacanya bisa dipantau melalui penjelasan berikut.
Daftar Dalil Mengenai Al Aziz di Al-Quran
Ada beberapa dalil Asmaul Husna Al Aziz di dalam Al-Quran, mulai dari Al Hasyr ayat 23, Shaad ayat 66, dan Al Mumtahanah ayat 5. Keterangan tentang Allah SWT Yang Mahaperkasa tercantum dalam beberapa firman berikut.
1. Surah Al Hasyr Ayat 23
هُوَ اللّٰهُ الَّذِيْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۚ اَلْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلٰمُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيْزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُۗ سُبْحٰنَ اللّٰهِ عَمَّا يُشْرِكُوْنَArab Latin:
Huwallāhullażī lā ilāha illā huw, al-malikul-quddụsus-salāmul-mu`minul-muhaiminul-‘azīzul-jabbārul-mutakabbir, sub-ḥānallāhi ‘ammā yusyrikụn.
Artinya:
“Dialah Allah tidak ada Tuhan selain Dia. Maharaja, Yang Mahasuci, Yang Mahasejahtera, Yang Menjaga Keamanan, Pemelihara Keselamatan, Yang Mahaperkasa, Yang Mahakuasa, Yang Memiliki Segala Keagungan, Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan.”
2. Surah Shaad Ayat 66
رَبُّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا الْعَزِيْزُ الْغَفَّارُArab Latin:
rabbus-samâwâti wal-ardli wa mâ bainahumal-‘azîzul-ghaffâr
Artinya:
"(yaitu,) Tuhan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, Yang Mahaperkasa lagi Maha Pengampun."
3. Surah Al-Mumtahanah Ayat 5
رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَاغْفِرْ لَنَا رَبَّنَاۚ اِنَّكَ اَنْتَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُArab Latin:
Rabbanā lā taj’alnā fitnatal lillażīna kafarụ wagfir lanā rabbanā, innaka antal-‘azīzul-ḥakīm
Artinya:
“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami, ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkau Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.”
Makna Membaca Asmaul Husna Al Aziz
Pengamalan membaca Asmaul Husna Al Aziz dapat dilaksanakan melalui wirid maupun dzikir. Berikut ini sejumlah makna yang bisa diperoleh umat muslim ketika membaca ya Aziz.
1. Mengingatkan Bahwa Allah SWT Maha Berkuasa
Dengan seringnya membaca Asmaul Husna Al Aziz, seseorang bisa mengingat tentang sifat Allah SWT Yang Mahaperkasa. Oleh sebab itu, umat Islam dapat mempercayai segala takdir kepada-Nya.Seseorang yang kerap membaca ya Aziz akan terus teringat bahwa Allah berkuasa atas segala sesuatu. Hidup mereka pun akan berjalan tanpa beban dan sepenuhnya berserah kepada-Nya.
2. Wujud Penerapan Sifat dan Sikap dalam Menjalani Kehidupan
Pada dasarnya, makna membaca Asmaul Husna pada poin pertama berkaitan pula dengan penerapan sifat dan sikap seseorang. Umat muslim tentunya akan merasa kecil, jika dibandingkan dengan pencipta-Nya.Oleh karena itu, membaca Al Aziz bisa memberikan makna bahwa manusia hanyalah makhluk ciptaan yang harus patuh. Dengan begitu, seseorang tidak akan bertindak semena-mena terhadap sesama manusia.
3. Membuat Seseorang Lebih Rendah Diri
Sifat Mahaperkasa yang dimiliki oleh Allah SWT dalam Asmaul Husna menjadi penerang bahwa manusia harus bertindak rendah diri. Maksudnya, tidak berusaha untuk angkuh di hadapan manusia lain.Dengan begitu, umat muslim bisa memperlakukan kerabat dan orang-orang di sekelilingnya secara setara. Kemudian membantu orang yang kekurangan, memaafkan orang lain, serta tak bergantung pada makhluk.
Penulis: Syamsul Dwi Maarif
Editor: Dhita Koesno
Penyelaras: Yuda Prinada
Masuk tirto.id


































