tirto.id - Bahasa Indonesia memiliki berbagai kosakata yang berasal dari kata serapan. Kata serapan bisa berasal dari bahasa lokal/bahasa daerah atau bahasa asing. Mulai dari bahasa Jawa, bahasa Sunda, bahasa Belanda, bahasa Inggris, bahasa Arab, hingga bahasa Sanskerta.
Proses penyerapan kata ini bisa melalui tahapan adaptasi, adopsi, atau pungutan terjemahan yang nanti akan masuk ke dalam kamus kosakata bahasa Indonesia. Proses penyerapan kata dari bahasa lain membuat bahasa Indonesia memiliki banyak penambahan kosakata baru.
Lantas, sebenarnya apa yang dimaksud kata serapan? Cek selengkapnya di artikel ini.
Apa yang Dimaksud Kata Serapan dalam KBBI?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata serapan adalah kata yang diserap dari bahasa lain berdasarkan kaidah bahasa penerima. Kosakata baru termasuk dalam kata serapan jika memenuhi kaidah-kaidah bahasa, khususnya pada bahasa Indonesia.
Berbagai penjelasan definisi kata serapan dapat dipelajari. Jika disimpulkan, maka kata serapan dapat diartikan sebagai kata yang direproduksi oleh bahasa penerima dengan memperhatikan kaidah-kaidah kebahasaan.
Kosakata yang termasuk dalam kata serapan berasal dari kontak bahasa asing yang kemudian diintegrasikan menjadi bahasa penerima. Tak heran jika banyak ditemukan kata serapan yang hampir sama dengan kata asing yang sebenarnya.
Penyebab Adanya Kata Serapan

Kata serapan disebabkan oleh beberapa faktor. Misalnya dalam bahasa Indonesia, kata serapan disebabkan oleh faktor interaksi antarmasyarakat, perkembangan ilmu pengetahuan di berbagai bidang, dan kontak antarbahasa.
Tentunya perkembangan teknologi juga mengambil peran tersendiri dalam perkembangan kata serapan. Berdasarkan proses kata serapan, terdapat unsur kata serapan, antara lain: adopsi, adaptasi, dan terjemahan.
Proses adopsi berarti mengambil kata serapan secara utuh, tanpa ada perubahan atau penyesuaian dengan bahasa penerima. Adaptasi maksudnya unsur serapan disesuaikan dengan ejaan dan lafal bahasa Indonesia.
Terjemahan merupakan proses penyerapan kosakata asing dengan cara mengambil konsep dasar dari bahasa asli lalu diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Jenis kata serapan ini biasa dikenal dengan nama pungutan.
Penyesuaian tersebut mempertimbangkan sistem fonologi dan sistem morfologi dalam bahasa Indonesia. Sumber perluasan kosakata secara garis besar terdiri dari dua sumber, yakni sumber internal dan sumber eksternal.
Berikut penjelasannya:
1. Sumber Internal
Sumber internal kata sarapan merupakan faktor yang berasal dari internal bahasa atau disebut juga dengan swadaya bahasa. Maksud dari sumber internal ini adalah pengayaan bahasa terwujud melalui beberapa pola di dalamnya. Mulai dari aktivasi kata-kata lama, pembentukan kata-kata baru, penciptaan kata-kata baru, dan pengakroniman.Proses pengaktifan kata-kata lama dalam bahasa Indonesia dapat dilihat dari munculnya beberapa kata. Contohnya kata “baheula” (bahasa Sunda) yang berarti zaman dahulu.
2. Sumber Eksternal
Sumber eksternal atau sumber luar berpotensi memunculkan perluasan bahasa serapan. Perluasan bahasa dari bahasa lain atau bahasa serumpun kerap kali terjadi karena terdapat interaksi sosial dan intensitas komunikasi.Contohnya perluasan bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa Arab. Ahli bahasa memprediksi perluasan kosakata bahasa Indonesia atau bahasa Melayu terjadi karena serapan bahasa Arab yang relatif banyak.
Jenis-jenis Kata Serapan

Berdasarkan proses penyerapannya, kata serapan dalam bahasa Indonesia terdiri dari 4 kelompok kata serapan. Masing-masing jenis kelompok kata serapan ini punya proses tersendiri.
Berikut penjelasan jenis-jenis kata serapan:
1. Proses Kata Serapan Adopsi
Proses adopsi merupakan salah satu proses kata serapan yang terjadi dalam bahasa Indonesia. Definisi adopsi adalah penyerapan kosakata asing ke bahasa Indonesia tanpa mengubah pelafalan, ejaan maupun penulisan.Berikut contoh kata serapan dari proses adopsi:
- Radio berasal dari bahasa Inggris, yakni radio
- Angka berasal dari bahasa Sanskerta, yakni angka
- Internet berasal dari bahasa Inggris, yakni internet
- Rekening berasal dari bahasa Belanda, yakni rekening
2. Proses Kata Serapan Adaptasi
Proses adaptasi merupakan proses penyerapan kosakata asing ke bahasa Indonesia dengan melalui perubahan sesuai kaidah bahasa Indonesia. Penyesuaian ini dapat berupa perubahan ejaan, penulisan maupun pelafalan.Berikut contoh kata serapan dari adaptasi:
- Sekolah berasal dari bahasa Inggris, yakni school.
- Baca berasal dari bahasa Sansekerta, yakni vaca.
- Bahasa berasal dari bahasa Sansekerta, yakni bhasa.
- Dosen berasal dari bahasa Belanda, yakni docent.
- Pesta berasal dari bahasa Portugis, yakni festa.
3. Proses Kata Serapan Terjemahan
Proses kata serapan terjemahan merupakan proses penyerapan kosakata asing dengan cara mengambil konsep dasar dari bahasa asli, kemudian diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Kelompok kata serapan ini juga dikenal dengan nama kata serapan pungutan.Berikut contoh kata serapan terjemahan:
- Uji coba berasal dari bahasa Inggris yakni try out.
- Unduh berasal dari bahasa Inggris yakni download.
- Suku cadang berasal dari bahasa Inggris yakni spare part.
4. Proses Kata Serapan Kreasi
Proses kata serapan kreasi mirip dengan proses terjemahan atau pungutan. Namun, terdapat perbedaan pada bentuknya yang tidak dituntut sama dengan kata asalnya.Berikut contoh kata serapan kreasi:
- Daring atau dalam jaringan berasal dari bahasa Inggris yakni online.
- Luring atau luar jaringan berasal dari bahasa Inggris yakni offline.
Contoh Kata Serapan Bahasa Indonesia dari Bahasa Lain
Pemahaman tentang kata serapan akan semakin mudah untuk dicerna jika dibantu dengan melihat contoh-contoh kata serapan. Masing-masing kata serapan punya proses tersendiri sehingga dapat masuk ditetapkan dalam KBBI.
Berikut daftar contoh kata serapan bahasa Indonesia dari bahasa lain:
1. Kata Serapan Bahasa Indonesia dari Bahasa Arab
- Akhlak: budi pekerti; kelakuan
- Iman: keyakinan, kepercayaan kepada Tuhan
- Zakat: pemberian wajib bagi orang Islam yang memenuhi syarat, sebagai salah satu rukun Islam
- Taat: patuh, menurut
- Rahmat: karunia, kasih sayang Tuhan
2. Kata Serapan Bahasa Indonesia dari Bahasa Belanda
- Kantor: balai (gedung, rumah, ruang) tempat mengurus suatu pekerjaan (perusahaan dan sebagainya); tempat bekerja.
- Asbak: tempat abu rokok
- Kursus: pelatihan atau pembelajaran khusus
- Sepatu: pakaian alas kaki
- Nota: kertas atau dokumen yang mencatat transaksi; bon
3. Kata Serapan Bahasa Indonesia dari Bahasa Inggris
- Komputer: alat elektronik yang digunakan untuk memproses data
- Internet: jaringan komputer global yang saling terhubung
- Email: surat elektronik
- Online: terhubung ke jaringan atau aktivitas lewat jaringan
- Update: memperbarui
4. Kata Serapan Bahasa Indonesia dari Bahasa Sanskerta
- Agama: ajaran kepercayaan atau sistem keimanan
- Bahasa: sistem lambang dan bunyi yang dipakai manusia untuk berkomunikasi
- Karya: hasil kerja atau ciptaan
- Manusia: orang
- Warna: ruang tampil tampak benda yang ditangkap mata
5. Kata Serapan Bahasa Indonesia dari Bahasa Jawa
- Batik: kain tradisional bermotif, khas Jawa
- Wayang: seni boneka atau pertunjukan boneka tradisional Jawa
- Warung: tempat kecil untuk makan/minum atau berdagang
- Sawah: lahan pertanian yang digenangi air
- Kampung: lingkungan atau pemukiman desa
6. Kata Serapan Bahasa Indonesia dari Bahasa Sunda
- Angklung: instrumen musik bambu khas Sunda
- Karedok: makanan khas Sunda berupa sayuran mentah dengan sambal kacang
- Sambel: saus pedas yang sering dipakai dalam masakan/keluarga Indonesia, dari “sambal”
- Lotek: makanan khas Sunda, sayur‑sayuran direbus dengan sambal kacang
- Geulis: cantik
Cek selengkapnya materi ajar lain melalui tautan di bawah ini:
Penulis: Nurul Azizah
Editor: Nurul Azizah & Elisabet Murni P
Masuk tirto.id
































