tirto.id - Presiden Prabowo Subianto berharap nilai pendapatan domestik bruto (PDB) dapat meningkat dengan adanya sensus ekonomi baru yang dilakukan 15 Juni-31 Agustus 2026.
Prabowo mengaku mendapat laporan terkait nihilnya pembaruan cara menghitung aktivitas ekonomi di Indonesia selama 20 tahun. Sensus ekonomi yang kini berlangsung lantas disebut harus berhasil.
"Saya minta agar saudara-saudara sekalian wakil-wakil rakyat dan seluruh rakyat Indonesia yang sedang mendengarkan pidato saya saat ini, saya minta agar saudara-saudara tidak hanya mengisi formulir sensus dengan sejujur-jujurnya, tapi juga mengajak semua orang untuk ikut mengisi dengan sejujur-jujurnya," tuturnya saat menyampaikan keterangan pemerintah atas RUU tentang APBN 2027 di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Ia menyatakan, pemerintah tidak akan mengejar kekayaan pribadi berdasar sensus ekonomi yang dilakukan. Pemerintah diklaim berencana menggunakan data sensus ekonomi itu untuk menyusun anggaran serta program yang lebih tepat untuk masyarakat.
Prabowo menyatakan, sebagai contoh, pemerintah mengasumsikan PDB Indonesia dapat mencapai Rp27.987 triliun dalam rancangan anggaran pendapatan dan belanja nasional (RAPBN) tahun anggaran 2027.
Jika pembiayaan negara Rp671,2 triliun, defisit RAPBN 2027 disebut sebesar 2,4 persen terhadap PDB.
"Tapi jika ternyata PDB kita lebih besar, yang banyak lembaga internasional mengatakan seperti itu, maka defisit kita akan jauh lebih kecil," tuturnya.
Prabowo menambahkan, pemerintah juga akan mememperbarui data tunggal sosial dan ekonomi nasional (DTSEN) berdasar sensus ekonomi tersebut.
"Selain itu, pembaharuan data tunggal sosial dan ekonomi nasional atau DTSEN juga akan kita lakukan dari hasil sensus ekonomi tahun 2026 ini. Karena itu sensus ekonomi ini sangat penting, saudara-saudara sekalian," tuturnya.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id





































