Menuju konten utama

Prabowo Siapkan DDMF Biayai Proyek Strategis Jangka Panjang

Menurut Prabowo, DDMF dibutuhkan agar proyek strategis nasional tidak seluruhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Prabowo Siapkan DDMF Biayai Proyek Strategis Jangka Panjang
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya saat Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2026-2027 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/bay/wsj.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto, menyiapkan Danantara Development Management Fund (DDMF) sebagai instrumen untuk mengembangkan dan membiayai proyek-proyek strategis jangka panjang yang belum bisa dibiayai investasi komersial. Menurutnya, DDMF dibutuhkan agar proyek strategis nasional tidak seluruhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“DDMF adalah instrumen yang menyiapkan mengembangkan dan membiayai proyek strategis jangka panjang yang penting bagi Indonesia, tapi belum dapat kita biayai dengan investasi komersial jangka pendek dan juga kita hindari harus dibiayai oleh APBN,” kata Prabowo dalam Pidato Nota Keuangan, di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2025).

Melalui DDMF, dana kedaulatan Indonesia akan diterapkan secara disiplin dan konvensional. Sementara, salah satu proyek yang dicontohkan dapat dibiayai oleh DDMF adalah pengembangan mobil nasional.

Melalui pembiayaan tersebut, Prabowo menargetkan mobil nasional dapat diproduksi secara massal pada akhir 2028.

“Kita rencanakan mobil nasional kita, kita produksi secara massal di akhir tahun 2028,” kata dia.

Selain mobil listrik nasional, Prabowo menyebut pembangunan Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa di Pantai Utara (Pantura) Jawa yang perlu segera dimulai juga berpotensi dibiayai oleh DDMF. Sebab, pembangunan tanggul tersebut tidak boleh menunggu bencana terjadi.

Giant Sea Wall dinilai penting untuk melindungi jutaan masyarakat yang tinggal di kawasan Pantura Jawa dari ancaman kenaikan permukaan air laut.

“Giant seawall kita di Pantai Utara Jawa harus jadi sumber air bersih dan sumber pertumbuhan baru. Dan proyek rekayasa yang membangun kemampuan anak bangsa. Proyek Giant sea wall ini akan butuh 15 hingga 20 tahun untuk kita selesaikan,” ujar dia.

Dia menyadari proyek tersebut kemungkinan baru selesai pada masa pemerintahan presiden berikutnya. Namun, Prabowo menegaskan pemerintahannya harus berani memulai proyek tersebut.

"Ini waktu yang lama. Saya tidak tahu presiden ke berapa yang akan meresmikan, tapi saya bertekad Presiden ke-8 akan mulai proyek ini,” kata Prabowo.

Sementara itu, pembangunan Giant Sea Wall direncanakan terbagi menjadi 15 segmen yang membentang dari Banten hingga Jawa Timur, tepatnya sampai Gresik. Apabila pembangunan setiap segmen dapat dilakukan secara serentak, waktu penyelesaiannya berpotensi lebih singkat dari target 20 tahun.

“Dan jika dilaksanakan serentak sesungguhnya mungkin berkurang dari 20 tahun,” ujarnya.

Prabowo menekankan pembangunan Giant Sea Wall merupakan proyek yang menyangkut kepentingan puluhan juta masyarakat yang tinggal di kawasan Pantura. Selain melindungi permukiman, kawasan tersebut juga merupakan salah satu pusat aktivitas industri nasional.

“Apa pun kita harus berani mulai. Ini menyangkut hajat hidup puluhan juta rakyat kita yang hidup di Pantura. Dan kita harus ingat berapa persen industri kita ada di kawasan-kawasan di Pantai Utara mulai Jawa Barat sampai ke Jawa Timur,” pungkasnya.

Baca juga artikel terkait DANANTARA atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama