Menuju konten utama

Prabowo Berencana Tarik Utang Baru Rp671,2 Triliun pada 2027

Presiden Prabowo sebut belanja negara di RAPBN 2027 tembus Rp4.000 triliun. Anggaran jumbo ini akan difokuskan untuk 8 program prioritas nasional.

Prabowo Berencana Tarik Utang Baru Rp671,2 Triliun pada 2027
Presiden Prabowo Subianto memberi salam usai menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Dalam sidang tahunan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa selama 21 bulan pemerintahan bekerja, sebanyak 121 kebijakan transformatif telah dijalankan di berbagai sektor untuk menyelesaikan berbagai persoalan bangsa. ANTARA FOTO/Fauzan/bay/kye
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto menyatakan, pemerintah bakal menarik utang baru untuk pembiayaan negara sebesar Rp671,2 triliun dengan defisit 2,4 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) pada 2027.

Ia mengakui, defisit terhadap PDB harus ditekan semaksimal mungkin. Di satu sisi, Prabowo mengeklaim, rencana pembiayaan serta defisit 2027 lebih kecil daripada nilai rencana pembiayaan dan defisit tahun ini.

"Pembiayaan rencanakan sebesar 671,2 Triliun Rupiah dengan defisit sebesar 2,40 persen terhadap produk domestik bruto," lontarnya saat menyampaikan keterangan pemerintah atas RUU tentang APBN 2027 di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

"Kita memahami bahwa defisit yang ideal adalah sekecil-kecilnya bahkan cita-cita kita adalah anggaran yang berimbang. Angka defisit ini turun dari rencana pembiayaan APBN tahun 2026, yaitu Rp639,1 triliun dengan defisit 2,68 persen per PDB," lanjut dia.

Prabowo menyebutkan, rancangan APBN (RAPBN) 2027 bakal disusun secara ekspansif untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Transformasi ekonomi pada aktivitas ekonomi disebut harus terus diperkuat.

Sementara itu, sejumlah program unggulan disebut harus berjalan efektif, menjalankan program perlindungan sosial, memberdayakan UMKM, memberikan dukungan untuk petani, nelayan, serta guru.

"RAPBN 2027 kita fokuskan untuk delapan program prioritas nasional, yaitu kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, industrialisasi, infrastruktur perumahan, dan ketahanan terhadap bencana, pembuatan ekonomi kerakyatan dan pembangunan desa, serta penurunan kemiskinan," urainya.

Prabowo menyebutkan, untuk menjalankan program itu, pemerintah memang harus menarik utang baru. Dalam RAPBN 2027, belanja negara 2027 direncanakan senilai Rp4.000,097 triliun.

"[Belanja negara] naik dari Rp3.842,7 triliun di APBN 2026. Pendapatan negara diperkirakan mencapai Rp3.000,426 triliun, naik dari Rp3.153,6 triliun di APBN 2026," sebutnya.

Baca juga artikel terkait UTANG NEGARA atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Siti Fatimah