Menuju konten utama

Arti Badai Magnet Bumi, Penyebab, & Apa Dampaknya ke Indonesia?

Badai magnet bumi atau badai geomagnetik terjadi sejak 20 Januari 2026 dini hari. Simak penjelasan apa itu badai magnet bumi, penyebab, dan dampaknya.

Arti Badai Magnet Bumi, Penyebab, & Apa Dampaknya ke Indonesia?
Ilustrasi badai matahari. FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Badai magnet bumi terjadi skala berat terjadi di Bumi pada Selasa, 20 Januari 2026 dini hari. Lantas, apa arti badai magnet bumi, penyebab, dan dampaknya ke Indonesia? Cek ulasan lengkapnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui unggahan resmi @geopot_bmkg menginformasikan bahwa badai magnet dengan skala berat menghantam bumi pada Selasa, 20 Januari 2026 dini hari. Hal ini diperkirakan akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

Berdasarkan pengamatan BMKG, badai magnet bumi terjadi di magnetosfer bumi atau lapisan pelindung magnetik di sekitar planet bumi akibat aktivitas Matahari. Selain memancarkan cahaya, Matahari juga memiliki partikel bermuatan dan medan magnet.

Arti Badai Magnet Bumi dan Penyebabnya?

Badai magnet bumi atau badai geomagnetik adalah gangguan sementara pada magnetosfer bumi. Menurut BMKG, penyebab badai magnet bumi ialah ledakan aktivitas Matahari moderat yang tinggi berupa suar Matahari (solar flare) kelas X1.9 pada 18 Januari 2026. Ledakan tersebut diikuti lontaran massa korona atau coronal mass ejection (CME) ke arah Bumi.

Aliran partikel bermuatan dari lubang korona mempercepat angin matahari yang mengenai medan magnet bumi, yang menyebabkan tekanan pada magnetosfer.

Menurut Geomagnetic National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), saat angin matahari mengenai medan magnet Bumi, terjadi gangguan atau fluktuasi yang membuat medan magnet mengalami gangguan kuat sehingga menghasilkan badai magnet level G4 (“Severe”).

Secara umum, skala dampak badai magnet bumi ini terbagi menjadi lima klister, yaitu level G1 atau lemah, level G2 atau sedang, level G3 atau akut. Kemudian, level G4 atau berat, dan level G5 atau ekstrem.

Apa Dampaknya ke Indonesia?

Secara umum, badai magnet bumi level G4 berdampak pada kontrol tegangan yang luas pada jaringan listrik. Kemudian, navigasi satelit menurun selama berjam-jam. Tak hanya itu, Aurora terlihat pada lebih rendah seperti di Alabama.

Ketua Tim Kerja Geofisika Potensial BMKG Syirojudin memaparkan bahwa badai magnet bumi level G4 tidak berdampak signifikan di wilayah Indonesia.

“Dampak fisik di wilayah Indonesia relatif lebih rendah karena posisi geografis Indonesia berada di lintang rendah,” ujar Syirojudin dikutip dari Antaranews, Selasa (20/1/2026).

Berdasarkan pengamatan BMKG melalui jaringan observatorium magnet Bumi yang ada di Tondano, Sulawesi Utara, terjadi gangguan magnetik lokal akibat badai magnet bumi level G4. Namun, intensitas gangguan tersebut teredam oleh kondisi geomagnetik ekuator.

Dalam pengamatan itu, indeks K lokal di wilayah Tondano tercatat berada pada kisaran K=8 hingga K=9 yang mengindikasikan terjadinya badai magnet Bumi besar hingga ekstrem. Puncak gangguan terekam sejak dini hari 20 Januari 2026 waktu Indonesia barat.

Dalam parameter ilmiah, Indeks K dan Indeks A digunakan untuk mengukur tingkat gangguan medan magnet Bumi akibat aktivitas Matahari. Parameter ini lazim digunakan oleh BMKG, NOAA, dan lembaga geofisika dunia.

Menurut Syirojudin, badai geomagnetik tersebut tidak berdampak langsung pada kesehatan manusia dan tidak menimbulkan risiko fatal terhadap infrastruktur kelistrikan nasional.

Hanya saja, terjadi penurunan akurasi navigasi satelitglobal positioning system (GPS), gangguan komunikasi radio frekuensi tinggi (HF), serta fluktuasi pada layanan internet berbasis satelit.

Menghadapi fenomena badai magnet bumi, BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengetahui perkembangan terbaru melalui informasi resmi daeri BMKG atau sumber terpercaya lainnya. Operator telekomunikasi serta navigasi juga diimbau untuk memantau kualitas sinyal satelit selama periode gangguan berlangsung.

Info lebih lanjut tentang badai magnet bumi dan fenomena astronomi lainnya dapat diakses melalui tautan di bawah ini:

Fenomena Astronomi

Baca juga artikel terkait FENOMENA ASTRONOMI atau tulisan lainnya dari Sarah Rahma Agustin

tirto.id - Edusains
Kontributor: Sarah Rahma Agustin
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Iswara N Raditya