tirto.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta memantau dua bibit siklon tropis, yaitu Bibit Siklon Tropis 91W dan Bibit Siklon Tropis 96S yang ditengarai sebagai penyebab hujan deras di Jawa dan Bali hari ini, Kamis (15/1/2026).
Dua bibit siklon tropis yang meskipun belum menjadi siklon tropis, memberikan dampak tidak langsung terhadap cuaca dan kondisi perairan di Indonesia.
Penyebab Hujan Deras di Jawa-Bali Hari Ini: 2 Bibit Siklon Tropis
Bibit Siklon Tropis 96S mulai terdeteksi pada 14 Januari 2026 di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat, dengan kecepatan angin sekitar 20 knot dan tekanan udara 1002 hPa.
Bibit ini diperkirakan bergerak ke barat daya menjauhi wilayah Indonesia dan memiliki peluang rendah (di bawah 20 persen) untuk berkembang menjadi siklon tropis.
Meski demikian, keberadaannya tetap berpotensi memicu hujan sedang hingga lebat di Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat, serta gelombang tinggi di perairan selatan Jawa hingga Nusa Tenggara, termasuk Selat Bali, Selat Lombok, Selat Sumba, Laut Sawu, dan Samudra Hindia selatan, dengan tinggi gelombang mencapai 2,5 hingga 4 meter di beberapa wilayah.
Sedangkan Bibit Siklon Tropis 91W terpantau lebih dulu, yaitu sejak 11 Januari 2026, di Samudra Pasifik utara Papua, tepatnya di sekitar Laut Filipina utara Maluku Utara, dengan kecepatan angin maksimum 30 knot dan tekanan udara 1002 hPa.
Bibit siklon ini memiliki peluang tinggi untuk berkembang menjadi siklon tropis, namun diperkirakan bergerak ke arah barat laut dan menjauhi Indonesia.
Meski tidak langsung menghantam daratan, dampaknya cukup luas, terutama berupa hujan sedang hingga lebat di Gorontalo, Maluku Utara, dan Sulawesi Utara, serta gelombang tinggi di banyak wilayah perairan timur Indonesia.
Daerah terdampak meliputi Laut Maluku, Laut Halmahera, Laut Sulawesi bagian timur, Teluk Cenderawasih, perairan Kepulauan Talaud, Sangihe, Sitaro, Bitung–Likupang, Morotai, Raja Ampat, Biak, Manokwari, hingga Samudra Pasifik utara Papua dan Halmahera, dengan tinggi gelombang berkisar 1,25–4 meter.
Nelayan, pelaku pelayaran, dan masyarakat pesisir diimbau untuk berhati-hati terhadap hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi, serta selalu mengikuti informasi dan peringatan cuaca terbaru dari BMKG demi keselamatan.
Prakiraan Cuaca 13-19 Januari 2026
Prospek cuaca pada 13–19 Januari 2026 menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia masih didominasi oleh hujan, mulai dari hujan ringan hingga hujan lebat.
Pada periode 13–15 Januari, peningkatan hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di banyak wilayah, terutama di Sumatra (Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung), Jabodetabek dan Banten, Bali, Kalimantan Tengah, Timur, dan Selatan, sebagian besar Sulawesi, Maluku Utara, serta hampir seluruh wilayah Papua.
Selain itu, BMKG mengeluarkan peringatan siaga hujan lebat hingga sangat lebat untuk Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, NTB, NTT, dan Papua Pegunungan, yang berpotensi disertai kilat, petir, dan angin kencang. Angin kencang juga diprakirakan terjadi secara luas, mencakup wilayah Sumatra, Jawa, Bali–Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.
Memasuki periode 16–19 Januari 2026, pola cuaca relatif masih sama, yaitu hujan ringan hingga lebat di banyak daerah.
Peningkatan hujan dengan intensitas sedang diperkirakan terjadi di Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Bali, NTB, sebagian besar Kalimantan, Sulawesi Utara, Maluku Utara, serta wilayah Papua Barat hingga Papua Selatan.
BMKG menetapkan status siaga hujan lebat–sangat lebat untuk Sumatera Barat, Jawa Timur, NTT, dan Papua Pegunungan.
Potensi angin kencang masih cukup luas, mencakup wilayah Sumatra bagian selatan, hampir seluruh Jawa, Bali–Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua, yang dapat berdampak pada keselamatan transportasi dan aktivitas luar ruang.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id





























