tirto.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mendeteksi keberadaan Bibit Siklon Tropis 93S Apa artinya dan perbedaan dengan Bibit Siklon Tropis 91S?
Bibit siklon tropis adalah cikal bakal dari terbentuknya sebuah badai tropis. Kemunculannya terdeteksi dengan adanya kumpulan awan badai (Cumulonimbus) berukuran besar yang berputar di atas lautan.
Bibit siklon tropis bisa bekerja ibarat mesin penyedot raksasa. Uap air akan ditarik dan mempengaruhi pola angin yang ada di sekitar. Salah satu akibatnya yaitu datangnya cuaca ekstrem dengan tanda hujan sangat lebat dan angin kencang.
Apa itu Bibit Siklon Tropis 93S?
Tahapan Bibit Siklon Tropis ditandai dengan adanya kecepatan angin mulai dari 15 hingga 34 knot yang membuat bibit siklon saling bergabung dan membentuk badai.
Bibit tersebut bisa menjadi siklon tropis seandainya kecepatan angin sudah melewati angka 34 knot. Pada kecepatan ini, pertumbuhan bibit siklon tropis akan tergabung sesuai struktur dan membentuk badai.
Mengutip laman Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BKMG), siklon tropis ini secara lebih rinci memiliki radius sekitar 150-200 km. Pembentukannya biasa terjadi di atas lautan hangat bersuhu lebih dari 26,5 °C.
BMKG telah menemukan kemunculan Bibit Siklon Tropis baru yang diberi sebutan 93S. Bibit Siklon Tropis 93S tumbuh di atas Samudra Hindia, selatan Nusa Tenggara Barat (NTB). Pembentukannya terjadi pada 11 Desember 2025, pukul 08.00 WITA.
BMKG memperkirakan bibit siklon ini menjauhi wilayah Indonesia. Kendati demikian, masyarakat juga perlu mewaspadai potensi dampak tidak langsungnya.
Dampak Bibit Siklon Tropis 93S
Bibit Siklon Tropis 93S yang tumbuh di selatan NTB dapat menghasilkan cuaca buruk. Hujan dengan intensitas sedang sampai lebat berpotensi turun di Bali, Jawa Timur, NTT, dan NTB dalam beberapa hari ke depan.
Dampak lainnya berupa gelombang tinggi kategori sedang (1,25-2,5 meter) yang mungkin terjadi di bagian selatan Jawa Timur-NTT. Gelombang tinggi juga diprediksi muncul di perairan Selat Lombok, Selat Alas, dan Selat Bali.
“Potensi dampak tidak langsung berupa hujan sedang hingga lebat dan gelombang tinggi di perairan harus tetap kita waspadai," kata Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, Kamis (11/12/2025) dalam laman resminya.
Analisis BMKG menyebut kecepatan angin maksimum di sekitar sistem mencapai 15 knot (28 km/jam) dan bertekanan minimum 1009 hPa. Pengamatan juga menunjukkan awan konvektif di sekitar 93S belum terorganisir dengan baik. Proses menguatnya sistem diperkirakan melambat dalam 24 jam ke depan.
Beda Bibit Siklon Tropis 93S dengan 91S
Setiap temuan Bibit Siklon Tropis akan memiliki identitasnya sendiri. Kode tertentu yang disematkan pada bibit siklon, menunjukkan kekhasan dari kemunculannya seperti waktu dan lokasinya.
Misalnya Bibit Siklon Tropis 93S ditemukan terbentuk fi di atas Samudra Hindia, selatan Nusa Tenggara Barat pada 11 Desember 2025 pukul 07.00 WIB atau 08.00 WITA.
Pusat sirkulasi 93S berada di sekitar 12.0°LS – 117.0°BT. Keberadaannya masuk Area of Monitoring (AoM) Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta. Bibit siklon ini memiliki dampak tidak langsung seperti potensi hujan sedang sampai lebat di wilayah Bali, NTB, dan NTT.
Pergerakannya cenderung menjauhi wilayah Indonesia dalam 24 jam dengan bergerak perlahan ke arah barat daya. Dalam 48-72 jam selanjutnya, sistem tersebut meningkat intensitasnya seiring membaiknya pola sirkulasi.
Sementara Bibit Siklon Tropis 91S merujuk pada temuan BMKG di atas Samudera Hindia, sisi barat Provinsi Lampung yang terdeteksi sejak 7 Desember 2025 pukul 07.00 WIB. Bibit siklon ini memiliki dampak tidak langsung pada intensitas curah hujan sedang sampai lebat di sebagian wilayah Sumatra.
Area yang terdampak tidak langsung adalah Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Bengkulu, dan Lampung. Bibit Siklon Tropis 91S berpotensi menimbulkan Siklon Tropis Senyar kategori rendah.
Pergerakan 91S cenderung bergerak ke arah selatan sampai barat daya mulai 11 Desember 2025 siang atau sore. Lalu pergerakannya konsisten ke barat saya menjauhi Indonesia pada 12 Desember 2025.
Pastikan untuk terus memantau secara lebih lengkap berita cuaca terbaru di Indonesia melalui laman berikut.
Penulis: Yuda Prinada
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id

































