tirto.id - Gerhana Matahari dan gerhana Bulan merupakan fenomena astronomi yang selalu menarik perhatian. Di tahun 2026 ini, banyak orang yang menantikan kapan gerhana Matahari maupun gerhana Bulan terjadi.
Peristiwa fenomenal ini terjadi ketika posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada pada satu garis lurus, sehingga cahaya salah satu benda langit tertutup sebagian atau seluruhnya.
Karena tidak terjadi setiap Bulan dan hanya dapat diamati di wilayah tertentu saja, gerhana kerap disebut sebagai fenomena langka yang begitu dinanti terutama bagi para pengamat langit.
Lantas, apakah Indonesia akan mengalami gerhana Matahari atau Bulan? Simak selengkapnya di bawah ini.
Apakah Tahun 2026 Ada Gerhana di Indonesia?
Tahun 2026 terbilang cukup istimewa dalam kalender astronomi karena akan diwarnai beberapa peristiwa gerhana, baik gerhana Matahari maupun gerhana Bulan.
Dilansir dari laman eclipsewise, tercatat empat fenomena gerhana akan terjadi pada tahun 2026 ini, yaitu dua gerhana Matahari dan dua gerhana Bulan.
Gerhana Matahari Cincin atau yang disebut sebagai Annular Solar Eclipse diperkirakan terjadi dalam waktu dekat, yaitu pada 17 Februari 2026. Sementara Gerhana Matahari Total atau Total Solar Eclipse akan terjadi pada 12 Agustus 2026 mendatang.
Adapun gerhana Bulan Total atau yang disebut Total Lunar Eclipse akan terjadi pada 3 Maret 2026, sedangkan gerhana Bulan Sebagian atau Partial Lunar Eclipse akan terjadi pada 27-28 Agutsus 2026.
Namun, tidak semua gerhana tersebut dapat diamati dari Indonesia. Visibilitas gerhana sangat bergantung pada jalur bayangan dan wilayah bumi yang sedang berada dalam posisi malam atau siang. Meski demikian, setidaknya ada satu fenomena gerhana Bulan yang bisa dinikmati masyarakat Indonesia pada tahun 2026.

Kapan Gerhana Matahari Terjadi di Indonesia 2026?
Gerhana Matahari selalu menjadi fenomena yang paling dinantikan karena keunikannya. Sayangnya, pada tahun 2026, Indonesia tidak termasuk wilayah yang dapat menyaksikan gerhana Matahari secara langsung.
1. Gerhana Matahari Cincin – 17 Februari 2026
Gerhana Matahari cincin terjadi ketika Bulan berada di antara Bumi dan Matahari, tetapi ukurannya tampak lebih kecil sehingga tidak menutupi Matahari sepenuhnya. Akibatnya, tepi Matahari masih terlihat membentuk cahaya menyerupai cincin api.Dilansir dari laman Nasa, gerhana ini diperkirakan paling jelas terlihat di wilayah Antarktika. Sementara itu, gerhana sebagian dapat diamati di beberapa kawasan Afrika, Amerika Selatan, serta Samudra Pasifik, Atlantik, dan Hindia. Indonesia tidak termasuk dalam wilayah visibilitas gerhana ini.
2. Gerhana Matahari Total – 12 Agustus 2026
Fenomena paling spektakuler pada tahun 2026 adalah gerhana Matahari total yang terjadi pada 12 Agustus. Saat gerhana total, Bulan sepenuhnya menutupi Matahari sehingga siang hari berubah gelap selama beberapa menit.Jalur totalitas gerhana ini melintasi Greenland, Islandia, Spanyol, Rusia, serta sebagian kecil wilayah Portugal. Wilayah lain di Eropa, Afrika, Amerika Utara, dan samudra sekitarnya hanya dapat melihat gerhana sebagian. Indonesia kembali tidak dilewati bayangan Bulan, sehingga gerhana Matahari total ini tidak dapat disaksikan dari Tanah Air.

Kapan Gerhana Bulan 2026 di Indonesia?
Berbeda dengan gerhana Matahari, gerhana Bulan memiliki wilayah pengamatan yang jauh lebih luas. Selama Bulan berada di atas cakrawala pada malam hari, gerhana Bulan umumnya bisa diamati tanpa alat khusus.
1. Gerhana Bulan Total – 3 Maret 2026
Gerhana Bulan total pada 3 Maret 2026 dapat diamati di wilayah Asia, Australia, Kepulauan Pasifik, serta Amerika. Dengan cakupan wilayah tersebut, Indonesia termasuk salah satu negara yang berpotensi menyaksikan gerhana Bulan total ini, tergantung kondisi cuaca dan posisi Bulan saat puncak gerhana.Pada fase total, Bulan akan tampak berwarna kemerahan akibat pembiasan cahaya Matahari oleh atmosfer Bumi, fenomena yang sering disebut sebagai blood moon.
2. Gerhana Bulan Sebagian – 27–28 Agustus 2026
Gerhana Bulan sebagian terjadi ketika hanya sebagian permukaan Bulan yang masuk ke dalam bayangan inti Bumi. Fenomena ini dapat diamati di wilayah Amerika, Eropa, Afrika, dan Asia Barat. Sebagian wilayah Indonesia berpeluang menyaksikan fase awal atau akhir gerhana, meskipun tidak seluruh proses terlihat sempurna.Meski Indonesia tidak dilintasi jalur gerhana Matahari pada tahun 2026, masyarakat tetap berkesempatan menikmati gerhana Bulan, khususnya gerhana Bulan total pada Maret 2026. Fenomena ini menjadi pengingat akan keteraturan pergerakan benda langit dan keindahan alam semesta.
Bagi yang ingin menyaksikan gerhana, pengamatan gerhana Bulan dapat dilakukan dengan mata telanjang. Sementara itu, untuk gerhana Matahari, masyarakat diimbau tidak melihat Matahari secara langsung tanpa pelindung khusus demi menjaga kesehatan mata.
Tertarik membaca artikel seputar astronomi? Silahkan baca selengkapnya melalui tautan di bawah ini:
Penulis: Robiatul Kamelia
Editor: Robiatul Kamelia & Iswara N Raditya
Masuk tirto.id

































