tirto.id - Gerhana matahari parsial pernah terjadi pada 21-22 September 2025. Peristiwa ini sekaligus menjadi gerhana terakhir di tahun 2025, sehingga kehadirannya sangat istimewa bagi para astronom maupun pecinta fenomena antariksa.
Berdasarkan situs Time and Date, sepanjang tahun 2025 terdapat 2 gerhana matahari parsial dan 2 gerhana bulan total. Gerhana bulan total pertama terjadi pada 13-14 Maret dan 7-8 September 2025. Sementara gerhana matahari muncul pada 29 Maret dan 21 September.
Pada momen gerhana matahari parsial, bulan akan melintas di depan matahari dan menutupi sebagian cahayanya. Pemandangan ini akan menghadirkan panorama langit yang indah sekaligus mengesankan bagi mereka yang berada di wilayah dengan visibilitas optimal.
Saat gerhana matahari parsial, posisi matahari, bumi, dan bulan tidak sejajar. Sebagian matahari akan tetap terlihat selama gerhana ini terjadi.
4 Jenis Gerhana Matahari
Gerhana matahari terjadi saat bumi, bulan, dan matahari berada dalam satu garis lurus pada bidang yang sama, dengan bulan berada di antara bumi dan matahari.
1. Gerhana Matahari Parsial
Sementara itu, gerhana matahari parsial terjadi ketika bulan hanya menutupi sebagian permukaan matahari, sehingga cahaya matahari yang terlihat dari bumi tampak seperti sabit dan hanya sebagian wilayah Bumi yang tertutup bayangannya.2. Gerhana Matahari Total
Gerhana matahari total terjadi ketika bulan sepenuhnya menutupi permukaan matahari, membuat langit yang semula terang berubah gelap seperti malam selama beberapa menit.3. Gerhana Matahari Cincin
Sementara itu, gerhana matahari cincin (annular) muncul saat bulan tidak sepenuhnya menutupi pusat matahari, sehingga tampak lingkaran cahaya menyerupai cincin api di sekelilingnya.4. Gerhana Matahari Hibrida
Adapun gerhana matahari hibrida merupakan peristiwa langka yang memadukan dua jenis gerhana sebelumnya, yakni total dan cincin, dalam satu fenomena.Penulis: Arif Budiman
Editor: Yantina Debora
Masuk tirto.id

































