Menuju konten utama

Apakah Hewan Kurban Masuk Surga & Jadi Kendaraan di Akhirat?

Apakah hewan kurban masuk surga & jadi kendaraan di akhirat? Simak penjelasan berdasarkan hadits dan pandangan ulama seputar nasib hewan kurban kelak.

Apakah Hewan Kurban Masuk Surga & Jadi Kendaraan di Akhirat?
Warga melihat sapi kurban di Kota Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (8/6/2024). ANTARA FOTO/Henry Purba/agr/nym.

tirto.id - Apakah hewan kurban masuk surga menjadi salah satu pertanyaan yang kerap muncul menjelang Hari Raya Idul Adha.

Banyak umat Muslim yang bertanya-tanya, apakah hewan kurban akan masuk surga setelah disembelih, ada pula pertanyaan apakah hewan kurban menjadi kendaraan di akhirat kelak?

Pertanyaan ini menunjukkan rasa cinta dan keikhlasan umat Islam dalam berkurban sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT.

Dalam ajaran Islam, hewan kurban bukan sekadar binatang sembelihan, melainkan simbol ketaatan dan ketakwaan kepada Allah.

Oleh karena itu, muncul berbagai pandangan mengenai apakah hewan kurban bakal masuk surga dan menjadi kendaraan di akhirat nanti?

Pemeriksaan kesehatan hewan kurban di Palangka Raya

Petugas Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya memasang stiker keterangan sehat pada hewan sapi kurban di salah satu kandang milik pedagang di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Senin (10/6/2024). ANTARA FOTO/Auliya Rahman/nym.

Pengertian Hewan Kurban dalam Islam

Sebelum menjawab pertanyaan terkait hewan kurban apakah masuk surga, penting untuk memahami terlebih dahulu, pengertian hewan kurban dalam pandangan Islam.

Dilansir dari laman NU Online, hewan kurban merupakan binatang ternak seperti kambing, sapi, atau unta yang disembelih pada Hari Raya Idul Adha dan hari-hari tasyrik (11, 12, 13 Dzulhijjah) sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT.

Ibadah ini didasarkan pada perintah Allah SWT kepada Nabi Ibrahim AS untuk menyembelih anaknya, Ismail, yang kemudian digantikan dengan seekor hewan.

Adapun dalil perintah berkurban sendiri terdapat dalam Al-Qur’an dalam surat Al-Kautsar:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

Faṣalli lirabbika wanḥar

Artinya: “Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah.” (QS. Al-Kautsar: 2)

Hewan kurban memiliki kedudukan yang tinggi dalam ibadah, sehingga banyak ulama membahas apakah hewan kurban masuk surga dan apakah hewan kurban menjadi kendaraan di akhirat.

Apakah Hewan Kurban Bisa Masuk Surga?

Setelah mengetahui makna hewan kurban dalam Islam, pertanyaan yang kerap muncul selanjutnya yaitu apakah hewan kurban bisa masuk surga?

Pertanyaan ini mengandung harapan dari para muqarribin yakni orang yang mendekatkan diri kepada Allah melalui kurban.

Sebagian ulama menjelaskan bahwa hewan kurban akan dibangkitkan kembali di akhirat dalam bentuk yang utuh, termasuk tanduk dan bulunya.

Dalam sebuah hadits diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Ibnu Majah, disebutkan bahwa:

مَا عَمِلَ آدَمِيٌّ مِنْ عَمَلٍ يَوْمَ النَّحْرِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ إِهْرَاقِ الدَّمِ، وَإِنَّهُ لَيَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَشْعَارِهَا وَأَظْلَافِهَا

Mā ‘amila Ādamiyyun min ‘amalin yauma an-naḥr aḥabbu ilallāhi min ihraqid-dam. Wa innahā laya’tī yaumal-qiyāmah bi qurūnihā wa asy’ārihā wa aẓlāfihā.

Artinya: “Tidak ada amal anak Adam pada hari Nahr (Idul Adha) yang lebih dicintai Allah selain menumpahkan darah (hewan kurban). Sesungguhnya hewan itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduk, bulu, dan kukunya.”

Hadits ini menjelaskan bahwa hewan kurban akan dihadirkan pada hari kiamat sebagai bukti amal saleh pemiliknya.

Namun, mayoritas ulama menyatakan bahwa hewan tidak masuk surga lantaran hewan tidak sama seperti manusia yang memiliki ruh dan akal, sehingga tidak ada penghisaban untuk hewan.

Akan tetapi, hewan kurban memiliki kedudukan yang istimewa karena menjadi wasilah kebaikan bagi para pemiliknya.

Penjualan hewan kurban di Dumai

Pekerja merawat sapi kurban yang akan dijual menjelang Hari Raya Idul Adha 2024 di Desa Parit Sadaq Bagan Keladi, Dumai, Riau, Minggu (9/6/2024). ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid/Spt.

Apakah Hewan Kurban Menjadi Kendaraan di Akhirat?

Pertanyaan apakah hewan kurban menjadi kendaraan di akhirat sering dikaitkan dengan hadits-hadits yang menyebutkan hewan kurban akan datang dengan bentuk sempurna di hari kiamat.

Lantas, apakah hewan kurban akan dipakai sebagai tunggangan di akhirat nanti?

Dalam kitab Al-Firdaus karya Imam Ad-Dailami yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

“Gemukkanlah hewan-hewan kurban kalian, karena sungguh hewan itu adalah kendaraan kalian saat melewati shirath (jembatan) kelak" (HR. Abu Hurairah).

Namun, sebagian ulama seperti Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani, Imam As-Sakhawi, dan Imam Suyuti, menyatakan bahwa hadits tersebut dinilai lemah sanadnya.

Meskipun hadits tentang hewan kurban sebagai tunggangan di akhirat tidak secara eksplisit disebutkan dalam sumber shahih, namun umat Islam dianjurkan untuk memberikan kurban terbaik sesuai kemampuan.

Rasulullah SAW sendiri pernah berkurban dengan dua domba putih bertanduk dengan kualitas terbaik sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Majah:

“Diriwayatkan dari ‘Aisyah dan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila hendak menyembelih kurban, Beliau membeli dua ekor kambing kibasy yang besar dan gemuk, bertanduk, berwarna putih dan terputus pelirnya. Beliau menyembelih seekor untuk umatnya yang bertauhid dan membenarkan risalah, kemudian menyembelih seekor lagi untuk diri beliau dan untuk keluarga beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam”.

Sehingga, jawaban dari pertanyaan apakah hewan kurban menjadi kendaraan di akhirat adalah tidak ada hadits sahih yang menyatakan secara langsung.

Kendati demikian, umat Islam tetap dapat mengambil hikmah dari hadits tersebut. Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani berpendapat bahwa yang dimaksud kendaraan adalah memudahkan orang yang berkurban melewati shirath dengan balasan pahala yang diperoleh dari berkurban. Diriwayatkan dalam sebuah hadits:

عليكم بأكْثَرِ لُحُومِ الهَدْيِ، فإنَّها تَكونُ لكم نُورًا يومَ القيامةِ

Alaykum bi-aktsari luḥūmi al-hadyi, fa-innahā takūnu lakum nūran yauma al-qiyāmah

Artinya: "Perbanyaklah daging hewan hadyu (kurban), karena ia akan menjadi cahaya bagimu pada hari kiamat." (HR. Al-Baihaqi).

Dengan demikian, melakukan kurban dengan hewan terbaik adalah salah satu cara untuk mendapatkan ridha dari Allah SWT.

Hewan Apa Saja Yang Masuk Surga?

Pertanyaan terkait apakah hewan masuk surga juga kerap dipertanyakan. Dalam Islam, ada beberapa hewan yang disebut-sebut sebagai hewan yang berada di surga atau memiliki kedudukan mulia.

Menurut Syech Ahmad ad-Dardiri yang dilansir dari laman NU Online, hewan yang akan masuk surga ada sepuluh hewan. Satu diantaranya adalah seekor domba yang menggantikan Nabi Ismail AS saat akan disembelih oleh ayahnya, Nabi Ibrahim AS.

Sepuluh hewan yang masuk surga diantaranya adalah:

  1. Buraq Tunggangan Nabi SAW
  2. Unta Nabi Shaleh AS
  3. Anak Sapi Nabi Ibrahim AS
  4. Kambing Nabi Ismail AS
  5. Burung Hud-Hud Ratu Bilqis
  6. Semut Nabi Sulaiman AS
  7. Anjing AshabulKahfi
  8. Ikan yang Menelan Nabi Yunus AS
  9. Sapi Betina Bani Israil
  10. Keledai Nabi Uzair AS
Namun demikian, pendapat ulama lainnya seperti M. Arifin, Dewan Pakar Pusat Studi Al-Quran, menyatakan bahwa 10 hewan yang masuk surga tersebut sangat lemah.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa tidak ada hewan yang masuk surga lantaran tidak ada hisab untuk hewan.

Hewan kurban di Pondok Labu

Hewan kurban mulai dijajan di Pondok Labu, Jakarta Selatan menjelang Iduladha 2024. tirto.id//Faesal Mubarok

Apa yang Terjadi Pada Hewan Kurban di Akhirat?

Apa yang terjadi pada hewan kurban di akhirat menjadi bagian dari pembahasan teologis yang menarik. Dalam hadits yang telah disebutkan sebelumnya, hewan kurban akan dibangkitkan dalam kondisi sempurna: dengan tanduk, kuku, dan bulu-bulunya, sebagai bentuk penyaksian terhadap amal baik pemiliknya.

Menurut Syekh Utsaimin, hewan kurban akan menjadi saksi atas ibadah pemiliknya, meskipun mereka tidak menerima pahala seperti manusia. Pendapat ini menguatkan bahwa apakah hewan kurban masuk surga tidak berarti hewan tersebut tinggal di surga seperti manusia, melainkan diberi posisi terhormat.

Sementara itu, di akhirat nanti, hewan-hewan akan menjalani qisas. Dalam sebuah riwayat hadits Muslim, Allah akan memberikan keadilan kepada hewan di hari kiamat.

إن الله سيقتص للحيوانات يوم القيامة، حتى يقتص للشاة الجلحاء من الشاة القرناء

Inna allāha sayaqtaṣṣu lil-ḥayawānāti yaumal-qiyāmah, ḥattā yuqtaṣṣu lish-shāti al-jalḥā’i minash-shāti al-qarnā’i

Artinya: "Sesungguhnya Allah akan memberi keadilan kepada hewan di hari kiamat, sampai kambing yang tidak bertanduk diberi hak dari yang bertanduk." (HR. Muslim)

Hadits ini menjelaskan bahwa hewan pun diadili di akhirat, lalu setelah itu akan dijadikan tanah (فَيُقَالُ لَهَا كُونِي تُرَابًا), sebagaimana disebutkan dalam tafsir akhir Surah An-Naba.

Pertanyaan apakah hewan kurban masuk surga, jawabannya adalah hewan tidak masuk surga atau neraka, melainkan menjadi wasilah atau pembawa kebaikan bagi pemiliknya.

Meski tidak masuk surga dalam arti sebagaimana manusia, hewan kurban memiliki kedudukan mulia karena menjadi saksi ibadah. Bahkan, menurut beberapa pendapat, hewan kurban akan menjadi "kendaraan" di akhirat atau menjadi penyelamat yang membawa keberkahan.

Teruslah berkurban dengan ikhlas dan penuh ketakwaan, karena Allah SWT tidak melihat darah atau dagingnya, melainkan ketakwaan di dalam hati hamba-Nya.

Baca juga artikel terkait IDUL ADHA atau tulisan lainnya dari Robiatul Kamelia

tirto.id - Edusains
Kontributor: Robiatul Kamelia
Penulis: Robiatul Kamelia
Editor: Robiatul Kamelia & Yulaika Ramadhani