tirto.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, membantah bahwa kenaikan harga emas disebabkan oleh pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Menurutnya, sebagai instrumen aset lindung nilai atau safe haven, kenaikan harga emas adalah hal yang wajar di tengah kondisi ketidakpastian global.
“Kalau emas itu safe haven. Kalau dolar turun, (harga) emas pun naik, tidak hanya tergantung rupiah saja,” ujar Airlangga di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (28/4/2025).
Ia juga menuturkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih kuat meski pelemahan terhadap rupiah terjadi dalam beberapa pekan terakhir. “Fundamental kita masih kuat,” imbuhnya.
Sebagai informasi, harga emas Antam pada hari ini kembali mengalami penurunan sebesar Rp5.000 per gram dan berada di level Rp1.960.000 per gram. Sebelumnya, Logam Mulia Antam sempat jatuh hingga Rp21.000 pada akhir pekan lalu dan menyentuh harga Rp1.997.000.
Sementara itu, harga jual kembali (buyback) emas batangan turut merosot sebesar Rp5.000 per gram menjadi Rp1.809.000 per gram. Dengan demikian, dalam sepekan terakhir, pergerakan emas Antam terpantau berada di rentang Rp 1.960.000-2.039.000 per gram. sementara dalam sebulan terakhir, pergerakan harga emas terpantau berada di rentang Rp 1.754.000-2.039.000 per gram.
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id







































