tirto.id - Contoh narasi raport PAUD usia 3-4 tahun dibuat oleh guru untuk menilai perkembangan anak secara menyeluruh. Guru menulis narasi ini pada akhir semester 1 agar orang tua bisa memahami pencapaian anak. Aktivitas bermain menjadi fokus utama karena anak belajar melalui pengalaman langsung.
Contoh narasi raport kurikulum merdeka PAUD usia 3-4 tahun menekankan peran guru dalam mendampingi anak. Guru mengamati dan menilai perilaku anak selama kegiatan bermain berlangsung. Penilaian ini dituangkan dalam catatan rapor agar perkembangan anak terlihat jelas.
Contoh pengisian raport PAUD narasi semester 1 dan 2 membantu guru merekam capaian pembelajaran anak. Guru menulis capaian pada nilai agama, jati diri, dan dasar literasi serta STEAM. Catatan ini memudahkan guru dan orang tua mengetahui kekuatan anak dan hal yang perlu ditingkatkan.
Poin Penting dalam Deskripsi Capaian Pembelajaran di Raport PAUD
Saat menyusun laporan capaian pembelajaran rapor PAUD, ada beberapa unsur yang harus tercantum di dalamnya. Berikut beberapa unsur yang harus ada dalam deskripsi CP:
- Perilaku yang diharapkan muncul pada anak atau hal-hal yang sudah dikuasai/dipelajari oleh anak.
- Contoh autentik atau bukti yang mendukung perilaku anak pada poin nomor 1 (bisa berupa foto/video dari data asesmen harian).
- Perilaku atau capaian yang belum muncul pada diri anak sehingga perlu mendapat stimulasi pada semester berikutnya.
- Upaya yang harus dilakukan demi meningkatkan atau memperbaiki pencapaian pada masing-masing elemen CP.
- Imbauan dari guru, baik berupa ajakan, saran, maupun tips yang ditujukan kepada orang tua agar ikut aktif menstimulasi anak di rumah sehingga seluruh capaian pembelajaran bisa diwujudkan.
Contoh Narasi Raport Siswa PAUD Umur 3-4 Tahun
Contoh narasi raport PAUD usia 3-4 tahun ini menyajikan panduan penilaian untuk anak-anak di rentang usia tersebut. Narasi ini membantu guru menilai perkembangan anak secara menyeluruh, mulai dari aspek sosial, emosional, hingga kognitif. Contoh narasi raport PAUD usia 3-4 tahun disusun sebagai berikut.
Contoh Pertama
Selama semester 1, Ananda mengikuti kegiatan belajar dengan baik. Setiap sesi berdoa di pagi hari, Ananda mengikuti gerakan guru dengan menengadahkan tangan dan mengikuti ucapan doa walau masih terbata-bata. Ananda juga selalu menjawab dengan “Iya, Bu” saat namanya dipanggil oleh guru.Pada pelajaran mengenal warna, Ananda sudah bisa menghafal dan menyebutkan jenis-jenis warna dengan baik. Namun, untuk pengenalan bentuk bidang, Ananda kadang masih kesulitan dan sering tertukar saat menyebutkan nama bentuk bidang tertentu.
Saat ada jam makan sehat, Ananda selalu berusaha mengikuti arahan guru dengan baik. Misalnya saat hendak makan dan minum, Ananda mencuci tangan dan mengajak temannya untuk melakukan hal yang sama.
Ananda punya rasa ingin tahu yang tinggi dan sering bertanya jenis buah kepada guru. Ia juga sering bertanya pada guru tentang rasanya sebelum mencicipinya sendiri. Meski demikian, Ananda enggan mencoba jenis buah yang baru dikenal. Ia hanya mau memakan buah-buahan yang biasa ia makan seperti apel dan jeruk.
Untuk meningkatkan kemampuan Ananda, orang tua bisa mengajak Ananda jalan-jalan ke luar rumah dan sering menyebutkan nama-nama bentuk dari benda yang ditemui di jalan. Orang tua juga diharapkan lebih sering memberikan berbagai jenis buah-buahan agar Ananda terbiasa mengonsumsi makanan sehat.
Contoh Narasi 2
Ananda terlihat senang dan aktif mengikuti seluruh kegiatan di kelas. Ia selalu menyapa guru dan teman-teman dengan ramah serta mencoba menunggu giliran saat bermain.Dalam kegiatan musik dan gerak, Ananda sudah bisa mengikuti ritme sederhana dengan tepukan tangan dan gerakan tubuh. Namun, saat menyanyikan lagu dengan kata-kata panjang, Ananda masih terkadang lupa liriknya.
Ananda mulai bisa mengenali bentuk dan ukuran benda. Ia sering membedakan benda besar dan kecil, tinggi dan pendek, dengan bantuan guru. Pada saat jam makan, Ananda sudah bisa mencoba menu baru, meski masih memilih makanan favoritnya terlebih dahulu.
Untuk perkembangan sosial, Ananda mulai belajar berbagi mainan dan bermain bersama teman-temannya dengan lebih sabar. Orang tua dapat membantu dengan sering mengajak Ananda bermain permainan yang membutuhkan giliran atau kerja sama.
Contoh Narasi 3
Selama semester ini, Ananda menunjukkan kemajuan yang baik dalam berbagai kegiatan belajar. Ia aktif bertanya dan penasaran dengan hal-hal baru di kelas, misalnya tentang binatang dan tumbuhan.Dalam kegiatan motorik halus, Ananda mulai bisa memegang pensil dengan benar dan mencoba mewarnai gambar sesuai garis. Namun, kadang Ananda masih keluar garis dan membutuhkan bimbingan guru.
Saat kegiatan cerita atau drama kecil, Ananda dapat mengekspresikan perasaan seperti senang atau sedih dengan baik. Ia juga menunjukkan rasa percaya diri saat tampil di depan teman-teman.
Untuk mendukung perkembangan Ananda, orang tua dianjurkan melibatkan Ananda dalam aktivitas sederhana di rumah, seperti memasukkan baju kotor ke keranjang atau menyusun mainan, sehingga kemampuan motorik dan tanggung jawabnya berkembang.
Contoh Narasi 4
Ananda terlihat senang dan penuh semangat mengikuti kegiatan belajar di PAUD. Ia selalu menyapa teman-teman dengan hangat dan belajar menunggu giliran dengan sabar.Dalam kegiatan mengenal warna dan bentuk, Ananda sudah bisa menyebutkan beberapa warna dan bentuk dasar dengan benar. Namun, Ananda masih kadang bingung membedakan bentuk segitiga dan persegi panjang.
Saat bermain di luar ruangan, Ananda suka bergerak aktif, berlari, dan bermain bola bersama teman-temannya. Ia mulai belajar bekerja sama dan menolong teman yang kesulitan.
Untuk mendukung kemampuan kognitif dan sosial Ananda, orang tua bisa mengajak Ananda bermain permainan edukatif yang melatih mengenal warna, bentuk, serta berhitung sederhana. Selain itu, mengajak Ananda berkegiatan di luar rumah akan menambah wawasan dan pengalaman sosialnya.
Contoh Narasi 5
Selama semester ini, Ananda menunjukkan perkembangan positif dalam berbagai aspek. Ia selalu berpartisipasi aktif saat guru memberikan instruksi dan mengikuti kegiatan harian dengan antusias.Dalam kegiatan sensorik, Ananda senang meraba dan mengeksplorasi tekstur benda, misalnya pasir, kain, atau daun. Ananda mulai bisa membedakan benda kasar dan halus, serta berani mencoba pengalaman baru.
Dalam aspek sosial, Ananda mulai menunjukkan empati terhadap teman-temannya. Ia sering membantu teman saat bermain, meski terkadang merasa kesal saat mainannya diambil teman.
Untuk mendukung perkembangan Ananda, orang tua dapat mengajak Ananda melakukan aktivitas sederhana di rumah, seperti memasak bersama atau bermain puzzle, agar kemampuan motorik halus, kreativitas, dan kerjasama sosialnya semakin meningkat.
Pembaca yang ingin mengetahui informasi seputar Raport dapat klik tautan di bawah ini.
Penulis: Erika Erilia
Editor: Yulaika Ramadhani
Penyelaras: Satrio Dwi Haryono
Masuk tirto.id




































