Menuju konten utama

10 Muharram 2025 Jatuh pada Tanggal Berapa?

Ketahui kapan 10 Muharram 2025 dan makna Hari Asyura. Baca artikel ini untuk tahu tanggal dan keutamaan Hari Asyura.

10 Muharram 2025 Jatuh pada Tanggal Berapa?
Kalender Hijriah. foto/Istockphoto

tirto.id - 10 Muharram adalah salah satu hari penting dalam kalender Islam yang dikenal dengan sebutan Hari Asyura. Hari ini memiliki makna khusus bagi umat Muslim karena dikaitkan dengan berbagai peristiwa penting. Asyura menjadi momen refleksi dan penghormatan terhadap nilai-nilai spiritual dan sejarah Islam.

Pada hari ini, banyak umat Islam yang menjalankan ibadah dan amalan khusus sebagai bentuk penghormatan terhadap keutamaan tanggal tersebut. Sejarah dan tradisi yang melekat pada 10 Muharram membuatnya menjadi waktu yang penuh makna.

Untuk tahun 2025, tanggal 10 Muharram akan jatuh pada hari Minggu, 6 Juli. Penetapan ini mengikuti perhitungan kalender Hijriyah yang selalu berbeda dengan kalender Masehi.

Dengan mengetahui kapan 10 Muharram berlangsung, umat Islam dapat mempersiapkan diri untuk menjalankan ibadah dan memperingati hari yang penuh berkah ini.

10 Muharram 2025 Jatuh pada Tanggal Berapa?

Berdasarkan kalender Hijriah yang disesuaikan dengan kalender Masehi, 1 Muharram 1447 H bertepatan dengan hari Jumat, 27 Juni 2025. Maka, jika dihitung secara berurutan 10 Muharram 1447 H akan jatuh pada 6 Juli 2025.

Berikut ialah rincian tanggal 2 hingga 10 Muharram tahun 2025, simak selengkapnya:

  • 2 Muharram 1447 H: Sabtu, 28 Juni 2025
  • 3 Muharram 1447 H: Minggu, 29 Juni 2025
  • 4 Muharram 1447 H: Senin, 30 Juni 2025
  • 5 Muharram 1447 H: Selasa, 1 Juli 2025
  • 6 Muharram 1447 H: Rabu, 2 Juli 2025
  • 7 Muharram 1447 H: Kamis, 3 Juli 2025
  • 8 Muharram 1447 H: Jumat, 4 Juli 2025
  • 9 Muharram 1447 H: Sabtu, 5 Juli 2025
  • 10 Muharram 1447 H: Minggu, 6 Juli 2025

Keutamaan 10 Muharram

Di antara dua belas bulan dalam kalender Hijriah, Muharram termasuk yang paling dimuliakan. Namun dari seluruh harinya, tanggal 10-lah yang kerap disebut secara khusus yakni Hari Asyura.

Meski penuh makna dan sejarah, tidak sedikit umat Islam yang masih belum sepenuhnya memahami apa yang menjadikan hari tersebut begitu istimewa.

Asyura bukan sekadar tanggal di kalender Islam. Dalam lintasan sejarah, hari ke-10 Muharram ini menyimpan peristiwa penting yang diabadikan dalam tradisi kenabian. Ketika Rasulullah SAW tiba di Madinah, beliau mendapati kaum Yahudi tengah menjalankan ibadah puasa. Saat ditanya alasannya, mereka menjawab:

"Ini hari besar. Hari ketika Allah menyelamatkan Nabi Musa dan Bani Israil dari ancaman Firaun." Sebagai bentuk penghormatan atas kisah tersebut, Nabi Musa AS berpuasa pada hari itu.

Mendengar penjelasan itu, Rasulullah SAW bersabda, "Kami lebih berhak terhadap Musa dibanding mereka." Maka beliau pun ikut berpuasa dan menganjurkan umatnya untuk melakukan hal yang sama. (HR. Bukhari)

Puasa Asyura menjadi salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Selain menjadi bentuk penghargaan terhadap perjuangan para nabi terdahulu, puasa ini juga diyakini dapat menghapus dosa-dosa kecil selama setahun sebelumnya, sebagaimana dijelaskan dalam berbagai hadits shahih.

Namun sayangnya, di tengah rutinitas kehidupan modern, Asyura kadang hanya berlalu sebagai angka di kalender. Padahal, hari ini menyimpan nilai spiritual yang tinggi, sebuah momen reflektif yang mengajak umat Islam menelusuri jejak keteladanan para nabi, sekaligus memperkuat ikatan dengan tradisi Rasulullah SAW.

Sejumlah peristiwa monumental tercatat terjadi pada hari ini, menandai momen-momen besar dalam sejarah kenabian. Berikut adalah penjelasan lengkapnya:

1. Kembalinya Kerajaan Nabi Sulaiman

Tanggal ini dikenang sebagai hari saat Nabi Sulaiman AS kembali menerima kekuasaannya dari Allah. Menyadari nikmat besar tersebut, ia berpuasa sebagai bentuk syukur, menjadikan Asyura sebagai hari penuh refleksi dan penghambaan.

2. Taubat Nabi Adam Diterima

Lebih jauh ke masa awal manusia, Nabi Adam AS juga dikisahkan menerima pengampunan Allah pada hari Asyura, setelah bertahun-tahun bertobat karena melanggar larangan memakan Buah Khuldi. Penerimaan taubat ini menjadi simbol pengharapan bagi umat manusia akan kasih sayang dan ampunan Tuhan.

3. Nabi Yunus Diselamatkan dari Perut Ikan

Di waktu berbeda, Nabi Yunus AS yang sempat meninggalkan kaumnya dan kemudian ditelan oleh seekor ikan besar (nun), akhirnya dikeluarkan dengan selamat oleh kehendak Allah. Peristiwa ini juga dikaitkan dengan tanggal 10 Muharram, sebagai momentum pengampunan dan pembebasan dari kesulitan.

4. Api Tak Mampu Membakar Nabi Ibrahim

Sementara itu, di masa Nabi Ibrahim AS, tanggal ini juga tercatat sebagai hari mukjizat. Ketika Raja Namrud menjatuhkan hukuman bakar terhadap Ibrahim karena dianggap menghancurkan berhala, Allah memerintahkan api agar tidak melukainya.

"Wahai api, jadilah engkau dingin dan keselamatan bagi Ibrahim," demikian firman Allah dalam Surah Al-Anbiya ayat 69. Peristiwa itu terjadi tepat pada 10 Muharram, menjadi bukti kuasa ilahi atas segala yang dikehendaki-Nya.

5. Nabi Musa dan Tenggelamnya Firaun

Asyura juga menjadi hari bersejarah bagi Nabi Musa AS. Pada tanggal yang sama, ia dan kaumnya berhasil lolos dari kejaran Firaun, setelah Allah membelah Laut Merah untuk memberi jalan.

Ketika Firaun dan tentaranya mencoba menyusul, laut kembali menutup, menenggelamkan mereka semua. Sebagai bentuk rasa syukur, Nabi Musa berpuasa pada hari itu, dan tradisi tersebut kemudian dilanjutkan oleh Rasulullah SAW.

6. Keselamatan Nabi Nuh dan Pengikutnya

Dalam tradisi Islam, dikisahkan bahwa Nabi Nuh AS berhasil menyelamatkan dirinya beserta pengikutnya dari banjir dahsyat yang melanda bumi selama enam bulan. Banjir itu datang sebagai azab bagi kaumnya yang durhaka.

Setelah air surut, tepat pada tanggal 10 Muharram, kapal Nabi Nuh mendarat dengan selamat, menandai lembaran baru bagi kehidupan umat manusia yang beriman.

Baca juga artikel terkait MUHARRAM atau tulisan lainnya dari Satrio Dwi Haryono

tirto.id - Edusains
Kontributor: Satrio Dwi Haryono
Penulis: Satrio Dwi Haryono
Editor: Indyra Yasmin