Menuju konten utama

Warga Cemas BBM Naik, Sejumlah SPBU Jakarta Dipadati Antrean

Berdasarkan pantauan yang dilakukan oleh Tirto.id di lapangan, antrean mulai tampak di sejumlah SPBU sejak siang.

Warga Cemas BBM Naik, Sejumlah SPBU Jakarta Dipadati Antrean
Antrean di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Jakarta. tirto.id/Nanda Aria Putra

tirto.id - Antrean mulai terlihat di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Jakarta. Antrean ini terjadi imbas beredarnya kabar kenaikan harga BBM subsidi dan nonsubsidi.

Pasalnya, dalam beberapa hari terakhir sosial media seperti X dan Instagram berseliweran angka-angka kenaikan BBM yang diprediksi bakal berlaku per 1 April 2026.

Isu kenaikan harga BBM ini tidak terlepas dari perang yang dipantik oleh Amerika Serikat dan Israel usai menyerang Iran. Iran pun merespons dengan menutup Selat Hormuz, urat nadi pelayaran energi dunia, yang memicu lonjakan harga minyak global.

Berdasarkan pantauan yang dilakukan oleh Tirto di lapangan, antrean mulai tampak di sejumlah SPBU. Misalnya, di SPBU Pertamina Petrol Station 34.115.11, di Jl. Kemanggisan Utama Raya, Palmerah, Jakarta Barat.

Sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat mengantre untuk mengisi BBM. Salah satu petugas SPBU yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan bahwa antrean mulai terlihat di jam pergantian shift sekitar pukul 14.00 WIB. Sementara di saat pagi, SPBU berjalan normal.

“Ini baru mulai antre pas aplusan, jam 2 siang. Kalau pagi tadi belum antri kayak gini,” katanya saat ditemui di lokasi, Selasa (31/3/2026).

Antrean di Sejumlah SPBU

Antrean di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Jakarta. tirto.id/Nanda Aria Putra

Dia menjelaskan, untuk di SPBU ini antrean lebih panjang terlihat untuk bahan bakar jenis solar. Kendaraan roda empat bermesin diesel tampak antre hingga ke sisi kiri badan jalan dan sedikit menciptakan kemacetan.

“Kebanyakan malah antre solar, padahal stoknya enggak banyak,” ujarnya,”

Dia pun mengatakan bahwa untuk stok solar di SPBU-nya hanya tersedia sekitar 600.000 liter. Sementara untuk BBM jenis bensin stoknya cukup banyak, mencapai 20.000 liter.

“Ini solar paling sebentar lagi habis. Karena stoknya emang gak banyak,” ucapnya.

Ia mengamini bahwa antrean panjang ini imbas beredarnya kabar kenaikan harga BBM subsidi dan nonsubsidi. Hanya saja dia mengaku belum mendapatkan informasi dari Pertamina terkait kepastian hal tersebut.

Sementara itu, seorang pengemudi ojek online, Tarjo, mengaku belum mendapat informasi terkait dengan kabar kenaikan harga BBM tersebut. Ia bilang, di grup para driver ojek online yang dia ikuti tidak ada kasak-kusuk terkait hal itu.

“Saya malah baru tahu pas lihat ada antrean di sini. Tadi pagi saya lewat lancar-lancar saja,” ucapnya.

Tarjo pun tak ambil pusing dengan kabar itu. Menurutnya, selama harga BBM tidak melonjak drastis hingga Rp50.000 per liter, dirinya tidak terlalu khawatir. Lebih jauh, ia pun belum tahu bagaimana dampaknya jika harga BBM itu betul-betul naik.

“Asal naiknya enggak Rp50.000 aja. Tapi kalau saya ya pasrah saja, yang penting orderan lancar,” katanya.

Sementara itu, di SPBU Pertamina Petrol Station 34.115.11, sekitar 1km dari SPBU pertama, juga terlihat antrean kendaraan. Meski tak sepadat SPBU sebelumnya, di sini juga terlihat kepadatan.

M. Ramdhani, Petugas SPBU di lokasi ini mengatakan bahwa kepadatan sudah terjadi sejak pagi. Ia pun sudah mendengar kabar bahwa akan ada penyesuaian harga BBM di pergantian hari

“Sudah sejak pagi antrean banyak. Karena kan emang mau naik BBM. Jam 12 malam ini kabarnya,” ujar Ramdhani.

Tak hanya di dua lokasi tersebut, antrean juga terlihat di SPBU Pertamina Petrol Station 34.115.11 di Jl. Kemanggisan Raya. Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Antrean kendaraan roda dua mendominasi lokasi ini. Ubay, petugas Pertamina Green Nitrogen mengatakan bahwa hari ini terjadi penambahan antrean dibandingkan hari biasanya, meski tidak signifikan.

“Hari biasa emang rame. Tapi sekarang antreannya lebih dari biasanya. Kalau jam orang pulang kerja mungkin lebih rame lagi,” katanya saat ditemui di lokasi.

Respons Pemerintah soal Penyesuaian Harga

Sebelumnya, Mensesneg Prasetyo Hadi mengungkapkan PT Pertamina tidak akan menyesuaikan harga BBM baik untuk kategori subsidi maupun non subsidi.

"Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM non subsidi," ujar dia dalam keterangan kepada awak media, Selasa.

Pernyataan ini sekaligus disampaikannya untuk menjawab kegelisahan masyarakat atas kekhawatiran akan adanya kenaikan harga BBM subsidi dan non subsidi menjelang 1 April 2026, menyusul akan diperbaruinya informasi harga bahan bakar di laman resmi Pertamina pada setiap awal bulan.

Antrean di Sejumlah SPBU

Antrean di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Jakarta. tirto.id/Nanda Aria Putra

Sementara itu, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menyebutkan, pihaknya telah berkomunikasi dengan pemerintah terkait rencana penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM). Menurut Baron, Pertamina dapat memenuhi kebutuhan energi di dalam negeri.

"Arahan yang sudah disampaikan tadi [oleh Mensesneg] tentu akan kami tindaklanjuti di dalam operasional kami di Pertamina," ucapnya dalam keterangan yang diterima, Selasa (31/3/2026).

Sementara itu, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Robert Dumatubun mengeklaim, Pertamina telah melakukan sejumlah langkah untuk menjaga ketersediaan energi. Namun, ia tidak menyampaikan secara rinci sejumlah langkah untuk menjaga ketersediaan energi tersebut.

Ia hanya menyebutkan Pertamina bakal mengikuti arah pihak Istana terkait harga BBM.

"Apa yang disampaikan oleh pemerintah menjadi arahan bagi kami untuk mengikuti," ucap Robert.

Masyarakat Diimbau Tak Timbun BBM

Di sisi lain, Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, mengimbau agar masyarakat tak panik terhadap adanya kabar kenaikan harga BBM subsidi dan non subsidi pada 1 April 2026. Apalagi hingga menimbun BBM.

Antrean di Sejumlah SPBU

Antrean di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Jakarta. tirto.id/Nanda Aria Putra

“Masyarakat tidak perlu panik, masyarakat tidak perlu melakukan antrean dan terlebih lagi melakukan penimbunan terhadap BBM,” ujar Dasco dalam konferensi pers di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (31/3/2026).

Dasco menyebut pihaknya telah melakukan monitor dan terjadi antrean di sejumlah pom bensin di beberapa daerah meski belum ada pengumuman resmi.

“Sehingga kami imbau dengan adanya pengumuman dari pihak pemerintah bahwa belum adanya rencana penyesuaian harga BBM subsidi maupun non-subsidi yang artinya mulai besok adalah masih tetap berlaku harga yang sama,” katanya.

Baca juga artikel terkait SPBU atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana