tirto.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berharap penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) dapat bersikap adil dalam mengumumkan hasil pembaruan bobot atau rebalancing indeks periode Agustus 2026.
Harapan ini disuarakan seiring masifnya langkah reformasi dan peningkatan transparansi yang terus dijalankan otoritas di pasar modal Indonesia.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menekankan pentingnya penilaian objektif dari pengelola indeks global terhadap perbaikan tata kelola di bursa domestik.
"Tentu kita berharap dengan seluruh perkembangan agenda transparansi dan reformasi integritas di pasar modal, tidak dalam waktu lama para index provider global dapat secara fair melihat kelayakan itu dan mulai tidak lagi mengenakan pembekuan (freeze) ke dalam perhitungan indeks yang terkait dengan Indonesia," ujar Hasan saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Senin (10/8/2026).
Hasan menjelaskan bahwa OJK terus menggenjot keterbukaan data sejak Maret 2026 melalui penyediaan data kepemilikan saham secara granular.
Ke depan, keterbukaan informasi ini akan diperlengkap dengan pengintegrasian data afiliasi, kepemilikan di atas 1 persen, serta profil tipe investor ke dalam satu laporan terpadu guna memudahkan investor mengambil keputusan strategis.
Hasil evaluasi MSCI sendiri dijadwalkan keluar pada 12 Agustus 2026 waktu setempat dan baru dapat diakses pelaku pasar Indonesia pada dini hari 13 Agustus 2026.
Hasan berharap emiten-emiten dengan kinerja terbaik di Indonesia tetap dipertahankan dalam kategori MSCI Standard maupun Emerging Markets.
"Semoga saja sekalipun memang kita harus sama-sama sadari MSCI belum membuka kondisi freeze, maka mudah-mudahan saham-saham terbaik kita masih dipandang layak untuk menjadi tujuan investasi para investor global," tuturnya.
OJK pun terus menjajaki komunikasi intensif dengan MSCI. Menurut Hasan, pada evaluasi Mei lalu, MSCI telah memberikan sinyal positif dengan mengapresiasi percepatan reformasi transparansi yang dilakukan otoritas pasar modal Indonesia.
"Mereka betul-betul acknowledge, artinya memahami dan mengapresiasi langkah upaya peningkatan transparansi dan keseluruhan agenda reformasi kita. Bahkan, mengonfirmasi kembali akan menjadikan data public level transparency itu sebagai landasan perhitungan indeksnya. Saya kira itu pernyataan yang sangat baik dan sangat fair yang kita bisa terima," ucap Hasan.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id







































