Menuju konten utama

Apakah Alat Tulis Masih Relevan untuk Mahasiswa di Era Digital?

Di zaman serba digital, apakah beli alat tulis masih relevan bagi mahasiswa? Ini fakta menarik soal menulis tangan yang sangat penting bagi anak kuliahan.

Apakah Alat Tulis Masih Relevan untuk Mahasiswa di Era Digital?
Ilustrasi Mahasiswa Menulis. FOTO/Istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Di era serba digital, semakin banyak mahasiswa yang mulai meninggalkan alat tulis lengkap dan mengandalkan gadget untuk mencatat atau mengerjakan tugas. Alat tulis memang dibutuhkan dalam proses pembelajaran, tapi apakah alat tulis masih relevan bagi mahasiswa zaman sekarang?

Pembelajaran di kampus tentunya sangat berbeda dengan sekolah dasar maupun tingkat menengah. Saat kuliah, mahasiswa boleh membawa gadget seperti smartphone, tablet, dan laptop. Bahkan, gadget terkadang jadi perlengkapan kuliah yang wajib ada untuk mendukung proses pembelajaran.

Teknologi memang sangat membantu mahasiswa untuk belajar lebih efisien dan fleksibel. Misalnya, ketika dosen menerangkan materi, mahasiswa dapat menggunakan gawai atau bahkan AI untuk membuat ringkasan materi.

Di lain kesempatan, mahasiswa juga sering hanya memfoto materi sebagai bentuk dokumentasi pembelajaran, tanpa perlu menyalinnya ke dalam buku catatan. Hal ini membuat alat tulis mulai dilupakan. Namun, apakah alat tulis benar-benar sudah tidak diperlukan lagi oleh mahasiswa?

Apakah Alat Tulis Masih Relevan untuk Kuliah?

Header BRI III 51

Ilustrasi Alat Tulis. FOTO/Istock

Tak bisa dipungkiri bahwa kemudahan teknologi mulai menggeser alat-alat tulis konvensional. Hal ini diungkap dalam penelitian berjudul A Comparative Study of Electronic Versus Traditional Print Textbooks on the Influence of University Students’ Learning.

Menurut studi ini, banyak mahasiswa yang lebih memilih menggunakan e-book karena praktis atau mudah dibawa, memudahkan pencatatan, hingga membantu persiapan ujian. Secara keseluruhan, 57,5% responden lebih memilih e-book dibandingkan buku cetak sebagai media belajar utama.

Gadget memang sudah menjadi kebutuhan primer bagi mahasiswa. Lalu, apakah ini berarti alat tulis kehilangan relevansinya?

Sering menggunakan gadget dalam proses belajar bukan berarti versi digital selalu lebih disukai dan lebih unggul dibandingkan peralatan tradisional. Hal ini terbukti dalam studi ilmiah bertajuk Pen and Paper or Computerized Notetaking? L2 English Students’ Views and Habits.

Studi ini menegaskan bahwa tidak ada satu metode yang mutlak lebih unggul daripada yang lain. Pilihan antara kertas atau laptop kembali pada kenyamanan kognitif masing-masing mahasiswa.

Bagi mahasiswa L2 (second language learners), mengetik menawarkan kemudahan dan kecepatan sehingga bisa mendokumentasikan informasi lebih cepat. Di sisi lain, menulis tangan atau memakai alat tulis unggul dalam retensi memori dan pemahaman yang lebih kuat.

Alat Tulis Meningkatkan Daya Ingat dan Pemahaman Materi

Ilustrasi berpikir positif
Ilustrasi Memori. Getty Images/iStockphoto

Penelitian menunjukkan bahwa mencatat manual menggunakan alat tulis melibatkan pemrosesan informasi yang lebih aktif dibanding menggunakan gadget, misalnya dengan memfoto.

Dalam jurnal Point-and-Shoot Memories: The Influence of Taking Photos on Memory for a Museum Tour, diketahui bahwa orang yang memotret justru mengingat lebih sedikit objek, detailnya, dan juga lokasi objek dibandingkan ketika mereka hanya mengamati tanpa memotret.

Fenomena ini disebut photo-taking impairment effect. Hal ini terjadi karena tindakan memotret dapat mengurangi aktivitas otak dalam memproses informasi secara mendalam, seolah-olah tugas mengingat diserahkan ke kamera. Akibatnya, daya ingat justru menurun.

Di sisi lain, menulis tangan justru memaksa otak menyaring, memahami, dan menyusun ulang informasi sehingga dapat memperkuat memori jangka panjang. Salah satu studi ilmiah yang cukup populer dalam hal ini adalah jurnal The Pen Is Mightier Than the Keyboard: Advantages of Longhand Over Laptop Note Taking.

Penelitian ini menunjukkan bahwa pengguna laptop memang mencatat lebih banyak informasi, tapi cenderung hanya menyalin isi kuliah (seperti copy paste). Sebaliknya, mahasiswa yang menulis tangan memang mencatat lebih sedikit, tapi terjadi pemrosesan kognitif yang lebih dalam.

Hasilnya, mereka memiliki pemahaman konsep yang lebih baik dibanding pengguna laptop, terutama pada pertanyaan yang membutuhkan analisis. Studi ini pun menyimpulkan bahwa keunggulan tulisan tangan bukan pada jumlah apa yang dicatat catatan, melainkan pada proses berpikir yang lebih aktif saat mencatat.

Alat Tulis Belum Kehilangan Popularitasnya

Ilustrasi Belajar di Rumah
Ilustrasi Mahasiswa Belajar. foto/Freepik

Meski gadget merajalela, alat tulis ternyata belum kehilangan popularitasnya di kalangan para pelajar dan mahasiswa. Dengan adanya dampak positif dari aktivitas mencatat secara manual, maka alat tulis akan selalu dibutuhkan.

Faktanya, masih ada beberapa kampus yang menerapkan kebijakan agar mahasiswa membuat laporan praktikumnya secara manual atau ditulis tangan. Dikutip dari situs resmi ITS, menulis tangan bukanlah upaya penolakan terhadap teknologi.

Selain untuk menghindari upaya copy paste alias membuat laporan yang tidak original, menulis tangan juga dianggap sebagai proses pembelajaran agar mahasiswa lebih paham dengan materi.

Sementara itu, dosen Departemen Fisika ITS, Drs. Bachtera Indarto M.Si, mengakui bahwa menulis tangan tidak sepenuhnya menjamin mencegah plagiarisme.

Namun, kalaupun mahasiswa menyontek atau melakukan plagiarisme, setidaknya metode tulis tangan tetap memungkinkan terjadinya proses pembelajaran karena mahasiswa akan "dipaksa" untuk membaca dan menulis ulang materi dalam laporannya.

Di sisi lain, salah satu bukti bahwa alat tulis belum kehilangan popularitasnya di era digital ini adalah masih berkembangnya industri alat-alat tulis, salah satunya Kokuyo yang merupakan produsen alat tulis ternama asal Jepang.

Dilansir dari laman resminya, Kokuyo melaporkan penjualan kumulatif produk buku catatannya, Campus Notebook, yang mencapai 3,7 miliar unit hingga akhir 2024. Ini menandakan bahwa alat tulis masih sangat dibutuhkan dalam proses pembelajaran.

Kokuyo juga mencatat bahwa 96% pelajar masih ingin belajar di sela waktu luang, dan alat tulis portabel menjadi solusi. Untuk memenuhi kebutuhan ini, Kokuyo pun masih meluncurkan produk-produk terbarunya.

Alat Tulis yang Biasa Dibeli Mahasiswa

Ilustrasi Belajar di Rumah

Ilustrasi Alat Tulis. foto/Freepik

Alat tulis masih menjadi perlengkapan kuliah yang relevan bagi mahasiswa. Lalu, alat tulis apa saja yang bisa membantu proses pembelajaran di kampus? Ini dia peralatan yang biasa dibeli oleh mahasiswa dan masih sering dibawa kuliah:

1. Binder

Bagi mahasiswa, binder kerap digunakan sebagai buku catatan. Adanya mekanisme ring atau cincin di bagian tengah memudahkan mahasiswa untuk menyusun hasil catatan, termasuk menambah atau mengurangi kertas binder (loose leaf) sesuai kebutuhan.

Ukuran binder sangat beragam. Ukuran A5 (14,8 x 21 cm) adalah yang paling populer karena cukup ringkas, mirip seperti buku tulis biasa, dan pas jika dimasukkan ke dalam tas berukuran sedang. Ukuran B5 (17,6 x 25 cm) juga kerap jadi pilihan karena lebih besar, tapi tidak berlebihan.

2. Pulpen dan Pensil

Selain binder, alat tulis seperti pulpen dan pensil juga masih banyak dicari oleh mahasiswa. Alat tulis ini sering dibutuhkan untuk mencatat informasi atau materi di dalam binder, membuat sketsa tertentu, atau menulis hitungan sementara di atas kertas.

Apalagi jika mahasiswa kuliah di kampus yang masih menerapkan kebijakan tulis tangan manual untuk menyusun laporan, tentunya alat tulis seperti pulpen dan pensil masih sangat dibutuhkan.

3. Correction Tape (Tipp-Ex) dan Penghapus Pensil

Jika sering menulis menggunakan pulpen, correction tape (Tipp-Ex) sudah pasti sangat dibutuhkan. Alat tulis yang satu ini merupakan alat koreksi yang digunakan untuk menutupi kesalahan penulisan pada kertas sehingga dapat ditulis ulang di atasnya setelah kering.

Alat koreksi ini biasanya berbentuk cairan putih yang cepat mengering, ada pula yang berupa pita sehingga lebih praktis dan terlihat rapi. Begitu pun dengan penghapus, alat ini sangat berguna untuk memperbaiki kesalahan tulis ketika sedang menggunakan pensil.

4. Highlighter (Stabilo)

Highlighter atau pena penyorot merupakan alat tulis mirip spidol, tapi memiliki ujung pena yang lebar dengan tinta berwarna terang transparan (agar tulisan asli masih terbaca). Alat ini berfungsi untuk menandai atau menyorot bagian-bagian tertentu dalam teks yang dianggap penting.

Di Indonesia, highlighter juga kerap disebut Stabilo yang sebenarnya merupakan merek dagang. Bagi mahasiswa yang berkutat dengan buku-buku kuliah, highlighter sangat berguna untuk mengingat poin-poin penting dalam buku saat sedang membaca atau belajar.

5. Penggaris

Penggaris juga termasuk perlengkapan kuliah yang sering digunakan, apalagi jika masih harus menyusun laporan secara manual. Penggaris sangat berguna untuk membuat tabel, menggambar grafik, diagram, atau membuat desain tertentu.

Selain penggaris biasa, ada juga penggaris segitiga siku hingga busur derajat yang memiliki fungsi berbeda. Bagi mahasiswa teknik, desain, maupun sains, ruler set seperti ini tentunya masih sangat dibutuhkan

6. Kotak Pensil

Kotak pensil memudahkan mahasiswa menyimpan sekaligus mengambil alat tulis tanpa harus mengubrak-abrik tas. Selain praktis, penggunaan kotak pensil juga membantu melindungi alat tulis agar tidak mudah rusak atau hilang sehingga sangat berguna bagi mahasiswa dalam kegiatan belajar sehari-hari.

7. Sticky Notes

Sticky notes merupakan kertas kecil berperekat yang biasanya digunakan untuk menulis catatan singkat dan menempelkannya di berbagai tempat, mulai dari buku, laptop, atau meja belajar. Bagi mahasiswa, sticky notes sangat membantu untuk mencatat poin penting atau membuat pengingat tugas.

Itulah beberapa alat tulis yang masih biasa dibeli oleh mahasiswa meskipun saat ini semua sudah serba terdigitalisasi. Hal ini membuktikan bahwa alat tulis masih sangat relevan bagi mahasiswa dan memiliki peran besar dalam menunjang proses pembelajaran anak-anak kuliahan.

Temukan berbagai informasi menarik, tips, hingga rekomendasi produk untuk mahasiswa di tautan berikut ini:

Kumpulan Artikel Kuliah

Baca juga artikel terkait KULIAH atau tulisan lainnya dari Daffa Liebert

tirto.id - Edusains
Kontributor: Daffa Liebert
Penulis: Daffa Liebert
Editor: Yulaika Ramadhani & Erika Erilia