tirto.id - Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, memastikan bahwa rencana relaksasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) tidak akan membuat investor di bidang information and communication technology (ICT) yang sudah membangun pabrik di Indonesia kabur.
Todotua menyebut bahwa rencana relaksasi TKDN, khususnya di bidang ICT, merupakan bentuk negosiasi atas pemberlakuan tarif impor resiprokal sebesar 32 persen oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, terhadap Indonesia.
Menurut Todotua, dampak dari rencana relaksasi TKDN pun masih dapat diantisipasi dengan kebijakan perlindungan, seperti stimulus fiskal.
“Enggak juga sih [investor kabur dari Indonesia]. Kalau soal seumpama relaksasi TKDN ini terjadi, sebenarnya kita bisa ekstensifikasi fiskal dan lain-lain,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (14/4/2025).
Dia menekankan bahwa rencana tersebut masih di tahap pembahasan. Selain itu, Todotua memastikan bahwa investasi dari Apple Inc di Indonesia juga tidak akan terdampak rencana relaksasi TKDN.
“Enggak ada [pengaruhnya]. Investasi Apple memang sudah ada beberapa yang jalan dan beberapa persiapan juga,” tuturnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dalam Sarasehan Ekonomi yang digelar di Menara Mandiri, Jakarta, pada Selasa (8/42025) mengusulkan agar regulasi TKDN diubah. Prabowo meminta persentase TKDN dibuat lebih fleksibel agar Indonesia tidak kalah kompetitif dibanding dengan negara lain.
“Tapi, kita harus realistis. TKDN dipaksakan, ini akhirnya kita kalah kompetitif. Saya sangat setuju, TKDN fleksibel saja, mungkin diganti dengan insentif,” ujar Presiden Prabowo seperti dilansir laman resmi Presiden RI.
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id





































