Menuju konten utama

Update Terkini Jumlah Korban Meninggal Akibat Banjir di Sumatera

Jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera Barat mencapai 129 jiwa. Sedangkan di Sumatera Utara sejumlah 217 orang.

Update Terkini Jumlah Korban Meninggal Akibat Banjir di Sumatera
Warga berjalan di area rumah yang rusak akibat banjir bandang di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Minggu (30/11/2025). Bencana banjir bandang yang terjadi pada Selasa (25/11) lalu menyebabkan rumah warga rusak, kendaraan hancur, jalan dan jembatan putus.ANTARA FOTO/Yudi Manar/nz
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Update terkini jumlah korban meninggal akibat banjir di Sumatera telah diperbarui per hari ini, Senin, 1 Desember 2025. 129 jiwa di Sumatera Barat dilaporkan meninggal dan 217 jiwa di Sumatera Utara meninggal dunia akibat bencana banjir dan tanah longsor. Hingga kini, sejumlah wilayah di Sumatera masih terendam banjir.

Bencana banjir dan tanah longsor terjadi di wilayah Sumatera Utara dan Sumatera Barat dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan pengamatan BMKG, banjir dan longsor di wilayah tersebut salah satunya disebabkan oleh cuaca ekstrem yang dipicu oleh Siklon Tropis Senyar yang berasal dari Bibit Siklon 95B.

Hingga kini, jumlah korban jiwa akibat banjir di Sumatera terus bertambah. Ribuan masyarakat juga masih mengungsi di beberapa lokasi yang aman dari bencana.

Jumlah Korban Meninggal Akibat Banjir di Sumatera, Senin, 1 Desember 2025

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah melaporkan jumlah korban meninggal akibat banjir Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.

Per Senin (1/12), jumlah korban meninggal di tiga provinsi tersebut mencapai 442 jiwa. Kemudian, korban yang hilang di tiga provinsi tersebut mencapai 402.

"Sementara itu untuk total korban hilang di tiga provinsi mencapai 402 jiwa," ujar Kepala BNPB Suharyanto, dikutip dari Antaranews, Senin (1/12).

Berikut rincian update terkini jumlah korban meninggal akibat banjir di Sumatera dari laporan BNPB per Senin pagi (1/12).

Jumlah Korban Banjir Sumatera Utara

Setelah tim SAR gabungan menemukan beberapa korban yang dilaporkan hilang, jumlah korban meninggal akibat banjir di Sumatera Utara bertambah menjadi 217 orang.

Jumlah tersebut tersebar di beberapa kabupaten/kota yang mencakup Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Pakpak Barat, Kota Padang Sidempuan, Deli Serdang, serta Nias.

Selain jumlah korban meninggal, BNPB juga mencatat jumlah korban yang dilaporkan masih hilang sebanyak 209 warga. Data warga yang masih hilang dihimpun berdasarkan laporan keluarga kepada petugas posko darurat bencana yang ada di masing-masing provinsi.

Saat ini, petugas gabungan menangani ribuan warga yang mengungsi di sejumlah titik pengungsian. Berikut rincian warga yang mengungsi di enam titik provinsi Sumatera Utara:

  • 3.600 jiwa di Tapanuli Utara
  • 1.659 jiwa di Tapanuli Tengah
  • 4.661 jiwa di Tapanuli Selatan
  • 4.456 jiwa di Kota Sibolga
  • 2.200 jiwa di Humbang Hasundutan
  • 1.378 jiwa di Mandailing Natal
Seturut laman BNPB, banjir yang melanda Sumater Utara menyebabkan akses transportasi di berbagai wilayah ini banyak mengalami kerusakan. Kerusakan tersebut di antaranya Jalur nasional Sibolga–Padang Sidempuan serta Sibolga–Tarutung mengalami putus total dan tertutup longsor di banyak titik.

Kemudian, Jembatan Pandan dan jembatan pada ruas Sibolga–Manduamas, juga terputus. Tak hanya itu, sejumlah jalur kabupaten juga terputus dan belum dapat diperbaiki karena medan yang berat.

Tujuh wilayah di Mandailing Natal terisolir akibat jalur lintas provinsi yang belum dapat diakses. Sementara, beberapa desa hanya bisa dijangkau menggunakan alat berat atau transportasi udara.

Terhitung pada 27 November hingga 10 Desember 2025, Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Afif Nasution menetapkan status tanggap darurat bencana. Status tersebut ditetapkan akibat banjir dan tanah longsor di Sumatera Utara yang terjadi sepekan terakhir.

Adapun penetapan status tanggap darurat bencana tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur Sumut Nomor 188.44/836/KPTS/2025 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari.

Jumlah Korban Banjir di Sumatera Barat

BNPB juga melaporkan jumlah korban meninggal akibat bencana banjir di Sumatera Barat. Per Senin pagi (1/12), jumlah korban meninggal di Sumatera Barat mencapai 129 jiwa. Sementara itu, 118 orang dilaporkan masih hilang dan 16 lainnya mengalami luka-luka.

Jumlah korban tersebut tersebar di Kabupaten Agam, Kota Padang Panjang, Kota Padang, Padang Pariaman, Tanah Datar, Pasaman Barat, Pasaman, Solok, Kota Solok, serta Pesisir Selatan. Selain korban jiwa dan hilang, pengungsi di provinsi Sumatera Barat mencapai angka 77.918 jiwa.

Dalam menangani peristiwa tersebut, seluruh unsur pemerintah daerah, TNI–Polri, Basarnas, kementerian/lembaga, serta relawan terus mengerahkan sumber daya untuk mempercepat pencarian korban, memastikan pemenuhan kebutuhan dasar, dan membuka akses ke wilayah yang masih terisolasi hingga Senin (1/12) atau hari ke tujuh ini darurat bencana ini.

Baca juga artikel terkait BANJIR HARI INI atau tulisan lainnya dari Sarah Rahma Agustin

tirto.id - Edusains
Kontributor: Sarah Rahma Agustin
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Beni Jo