tirto.id - Sebanyak 133 kardinal dari seluruh dunia yang berpartisipasi dalam konklaf atau pemilihan Paus baru telah memasuki Kapel Sistina pada Rabu (7/5/2025) pukul 16.30 waktu setempat atau 21.30 WIB. Masyarakat pun menanti update hasil konklaf pemilihan Paus.
Konklaf dilakukan dengan sangat tertutup. Seluruh kardinal yang berpartisipasi dalam konklaf tidak diizinkan untuk berkomunikasi dengan pihak dari luar ruang pemilihan sampai Paus baru terpilih. Tidak ada batas waktu yang ditetapkan untuk pemilihan ini.
Kardinal yang bakal menjadi Paus baru harus mengantongi sedikitnya dua per tiga suara keseluruhan pemilih. Jika dikalkulasikan, setidaknya kardinal yang berhak menjadi Paus harus memperoleh 89 suara. Apabila hasil tersebut belum diperoleh, pemilihan lanjutan akan dilakukan.
Jika pemungutan suara dimulai pada sore hari di hari pertama, hanya akan ada satu putaran pemilihan. Pada hari-hari berikutnya, dua pemungutan suara dilakukan pada pagi hari dan dua pemungutan suara pada sore hari.
Apabila setelah tiga hari pemilihan berlangsung, seorang kandidat Paus baru belum juga terpilih, pemilihan akan dijeda selama satu hari. Waktu jeda digunakan untuk berdoa, diskusi bebas di antara para pemilih, dan nasihat rohani singkat dari Kardinal Proto-Deacon.
Selama proses pemilihan pemimpin takhta suci yang sangat tertutup itu berlangsung, hasil pemilihan akan disampaikan kepada masyarakat dengan menggunakan isyarat cerobong asap. Apabila hasil pemungutan suara masih gagal, cerobong asap yang diletakkan di atas Kapel Sistina akan mengeluarkan asap hitam. Jika Paus baru berhasil terpilih, asap putih akan membubung dari cerobong asap.
Update Hasil Konklaf Hari Pertama, Asap Hitam Membubung
Hasil konklaf di hari pertama telah disampaikan kepada publik pada Rabu (7/5/2025) pukul 21.00 waktu setempat. Asap hitam tampak membubung di atas Kapel Sistina, yang berarti bahwa pemungutan suara pertama telah dilaksanakan dan berakhir tanpa Paus baru terpilih.
Vatican News melaporkan, isyarat cerobong asap pertama itu menandakan bahwa konklaf akan berlanjut besok pagi ketika para kardinal akan berkumpul lagi di Kapel Sistina sekitar pukul 10.30 waktu setempat untuk memberikan suara mereka guna pemilihan Paus ke-267.
Pada Rabu malam, sekitar 45.000 orang telah berkumpul di Lapangan Santo Petrus untuk menunggu pengumuman. Mereka menanti pemimpin baru yang akan menduduki takhta suci dan memimpin sekitar 1,4 miliar umat Katolik di seluruh dunia.
Di antara mereka yang berada di alun-alun itu adalah Diakon Nicholas Nkoronko dari Tanzania. Ia mengatakan “peran kami di sini adalah berdoa dan bergabung dengan umat Kristiani lainnya, umat Katolik lainnya, untuk berdoa agar Roh Kudus membimbing seluruh proses ini.”
“Dari mana pun Paus yang baru berasal”, Diakon Nkoronko menekankan, ”apakah itu Afrika, Asia, Amerika, yang kita butuhkan adalah kita membutuhkan Paus yang kudus. Kita membutuhkan seorang Paus yang akan membimbing Gereja dan menjadi gembala Gereja.”
Penulis: Balqis Fallahnda
Editor: Elisabet Murni P
Masuk tirto.id


































