Menuju konten utama

Konklaf Mulai 7 Mei, Apa Fakta Menarik Soal Pemilihan Paus Baru?

Konklaf akan dimulai pada Rabu, 7 Mei 2025 di Vatikan. Simak fakta menarik tentang pemilihan Paus baru dalam artikel ini.

Konklaf Mulai 7 Mei, Apa Fakta Menarik Soal Pemilihan Paus Baru?
Ilustrasi Konklaf. youtube/Focus Features
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Konklaf atau pemilihan Paus baru akan dimulai pada Rabu, 7 Mei 2025. Paus yang terpilih nantinya akan menjadi pemimpin Gereja Katolik sedunia sekaligus Kepala Negara Vatikan. Simak fakta menarik tentang pemilhan Paus baru dalam artikel ini.

Dikutip dari laporan Vatican News, prosesi pemilihan Paus yang ke-267 bakal dilaksanakan setelah berakhirnya Misa Novemdiales untuk mendoakan peristirahatan abadi mendiang Paus Fransiskus yang telah dimakamkan pada Sabtu (26/4/2025).

Jadwal konklaf ditetapkan menurut kesepakatan 180 kardinal yang hadir dalam Kongregasi Umum kelima di Vatikan pada Senin pagi (28/4/2025) waktu setempat. Konklaf akan diselenggarakan di Kapel Sistina Vatikan. Selama konklaf berlangsung tempat itu bakal ditutup untuk umum.

Fakta Menarik tentang Pemilihan Paus Baru

Konklaf merupakan prosesi yang sangat penting bagi umat Katolik. Pada Rabu, 7 Mei 2025 para kardinal akan melaksanakan pemilihan Paus baru yang akan memimpin sekitar 1,4 miliar umat Katolik di seluruh dunia. Berikut adalah sejumlah fakta menarik tentang pemilihan Paus baru.

1. Paus Baru Dipilih oleh Kardinal Usia 80 Tahun ke Bawah

Hanya kardinal yang berusia di bawah 80 tahun yang diizinkan untuk memberikan suara dalam pemilihan Paus. Dikutip dari laporan CNN, saat ini ada 135 kardinal yang memenuhi syarat untuk berpartisipasi dalam pemilihan mendatang.

Namun, setidaknya satu kardinal telah mengungkapkan bahwa ia tidak akan hadir. Kardinal Antonio Cañizares Llovera, yang sebelumnya menjabat sebagai Uskup Agung Valencia antara tahun 2014 hingga 2022, mengatakan bahwa ia tidak dapat melakukan perjalanan ke Vatikan karena alasan kesehatan.

Belum jelas berapa banyak kardinal yang akan hadir saat konklaf dimulai pada tanggal 7 Mei. Juru bicara Vatikan Matteo Bruni mengatakan pada hari Senin bahwa sejauh ini lebih dari 180 kardinal telah tiba di Roma dan mengambil bagian dalam pertemuan di pagi hari, yang mana lebih dari 100 di antaranya adalah kardinal elektor.

2. Kardinal Mengucap Sumpah Sebelum Pemilihan Paus Baru Dimulai

Konklaf akan dimulai dengan perayaan Ekaristi yang khusyuk dengan misa nazar Pro Eligendo Papa, yang dihadiri oleh para Kardinal terpilih. Pada sore hari, para Kardinal yang terpilih akan berjalan dalam prosesi khidmat menuju Kapel Sistina, tempat Konklaf akan dimulai untuk memilih Paus yang baru.

Pada akhir prosesi di dalam Kapel Sistina, setiap Kardinal yang terpilih mengucapkan sumpah seperti yang tertulis dalam paragraf 53 Universi Dominici Gregis. Melalui sumpah ini, mereka berkomitmen, jika terpilih, untuk dengan setia memenuhi Munus Petrinum sebagai Gembala Gereja Universal.

Mereka juga berjanji untuk menjaga kerahasiaan mutlak mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan pemilihan Paus Roma dan untuk menahan diri dari segala upaya campur tangan pihak luar dalam pemilihan tersebut.

3. Konklaf Berlangsung Tertutup

Konklaf berlangsung sangat tertutup. Selama proses pemilihan, para Kardinal harus menahan diri untuk tidak mengirim surat atau terlibat dalam percakapan, termasuk panggilan telepon, kecuali dalam kasus-kasus yang sangat mendesak.

Mereka tidak diperbolehkan mengirim atau menerima pesan dalam bentuk apa pun, menerima surat kabar atau majalah dalam bentuk apa pun, atau mengikuti siaran radio atau televisi.

4. Paus Terpilih Apabila Memperoleh Dua per Tiga Suara Mayoritas

Untuk memilih Paus baru secara sah, diperlukan dua pertiga mayoritas dari pemilih yang hadir. Jika jumlah suara tidak mencukupi maka diperlukan pemungutan suara tambahan.

Jika pemungutan suara dimulai pada sore hari di hari pertama, hanya akan ada satu surat suara. Pada hari-hari berikutnya, dua pemungutan suara dilakukan pada pagi hari dan dua pemungutan suara pada sore hari.

Setelah suara dihitung, semua surat suara dibakar. Jika hasil pemungutan suara masih gagal, cerobong asap yang diletakkan di atas Kapel Sistina akan mengeluarkan asap hitam. Jika Paus terpilih, asap putih akan mengepul dari cerobong asap.

Jika para pemilih gagal mencapai kesepakatan tentang seorang kandidat setelah tiga hari pemungutan suara yang tidak meyakinkan, jeda hingga satu hari diperbolehkan untuk berdoa, diskusi bebas di antara para pemilih, dan nasihat rohani singkat dari Kardinal Proto-Deacon (Kardinal Dominique Mamberti).

Baca juga artikel terkait PAUS FRANSISKUS MENINGGAL atau tulisan lainnya dari Balqis Fallahnda

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Balqis Fallahnda
Penulis: Balqis Fallahnda
Editor: Elisabet Murni P