Menuju konten utama

Kardinal Suharyo Ikut Konklaf, Terbang ke Vatikan pada 4 Mei

Konklaf untuk memilih paus baru akan dilaksanakan pada 6 Mei 2025.

Kardinal Suharyo Ikut Konklaf, Terbang ke Vatikan pada 4 Mei
Uskup Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo, menyampaikan keterangan saat konferensi pers di gedung Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Jakarta, Rabu (28/8/2024). Paus Fransiskus akan mengunjungi Indonesia pada 3-6 September 2024 sebagai upaya memperkuat tali persaudaraan antar umat beragama. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/foc.

tirto.id - Uskup Keuskupan Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo, mengatakan bahwa dirinya akan bertolak ke Vatikan pada 4 Mei 2025 untuk mengikuti Konklaf atau pemilihan paus yang baru.

"Saya baru akan berangkat nanti pada tanggal 4 Mei untuk mengikuti Konklaf," ujar Suharyo di Gereja Katedral Jakarta, Kamis (24/4/2025), dikutip dari Antara.

Dari informasi yang diperolehnya, sudah banyak kardinal dari seluruh dunia yang telah tiba di Vatikan. Mereka menggelar pertemuan setiap pukul 09.00 waktu setempat untuk persiapan Konklaf.

Konklaf sendiri baru akan dilaksanakan 15 hari setelah Paus Fransiskus meninggal. Rencananya, Konklaf bakal digelar pada 6 Mei 2025.

"Tetapi nanti pasti akan diputuskan oleh para bapak kardinal, apakah nanti pada 6 Mei akan langsung mulai, atau masih membutuhkan waktu untuk persiapan," kata dia.

Sementara itu, yang menghadiri upacara pemakaman Paus Fransiskus diwakili oleh Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) yang juga Uskup Bandung, Mgr Antonius Subianto Bunjamin.

Proses pemilihan paus baru dilakukan di Kapel Sistina, Vatikan, dan dipimpin oleh Kolegium Kardinal yang terdiri dari pejabat tinggi Gereja Katolik.

Saat ini, terdapat 252 kardinal di seluruh dunia, tapi hanya 138 kardinal yang berusia di bawah 80 tahun yang memiliki hak suara dalam Konklaf tersebut.

Selama proses Konklaf berlangsung, para kardinal dikarantina sepenuhnya dari dunia luar. Mereka tinggal di wisma Domus Sanctae Marthae dan tidak diperkenankan menggunakan ponsel. Mereka juga dilarang mengakses surat kabar, televisi, atau alat komunikasi lain.

Kapel Sistina pun disterilkan dari kemungkinan perangkat penyadap untuk menjaga kerahasiaan penuh proses pemilihan.

Baca juga artikel terkait PAUS FRANSISKUS MENINGGAL

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Fadrik Aziz Firdausi