tirto.id - Para kardinal yang berjumlah setidaknya 133 orang, segera melakukan pemungutan suara dalam konklaf pemilihan paus baru 2025. Prosesi jelang berlangsungnya voting tertutup tersebut ditandai dengan para kardinal yang memasuki Kapel Sistina, Vatikan pada Rabu (7/5/2025) sekitar pukul 16.30 waktu setempat atau 21.30 WIB.
Para kardinal mengenakan jubah merah saat memasuki Kapel Sistina, disertai lantunan “Litany of the Saints” dan “Veni Creator”. Seruan “extra omnes,” oleh “pemimpin upacara liturgi kepausan, menandai pemungutan suara pemilihan Uskup Roma dimulai
Pemilik hak suara Konklaf 2025, akan terisolasi di dalam kapel. NBC menyebutkan, otoritas Vatikan memutus akses sinyal telekomunikasi bagi yang terlibat pada konklaf, mulai sekira pukul 20.00 WIB.
Prosesinya juga tertutup dari publik, termasuk bagi media. Selain itu, beberapa pihak seperti sekretaris Dewan Kardinal hingga pemimpin Perayaan Liturgi Kepausan, juga harus meninggalkan Kapel Sistina. Kardinal diakon senior kemudian menutup pintu, dan hanya membuka atau menutupnya, bila diperlukan.
Sementara itu, masyarakat tampak memadati luar kapel untuk menanti keputusan konklaf pertama pada Rabu sore waktu setempat. Langit Vatikan tampak cerah selama kardinal memasuki Kapel Sistina hingga konklaf dilangsungkan.
Konklaf 2025 merupakan pemilihan paus ke-267. Rangkaian Konklaf 2025 sekaligus akan mengakhiri sede vacante alias periode kekosongan takhta kepausan, sepeninggal Paus Fransiskus yang wafat pada 21 April 2025.
Tanda Paus Baru Terpilih dan Diumumkan Lewat Asap
Proses pemungutan suara dalam Konklaf 2025, Rabu (7/5/2025) malam waktu Indonesia, benar-benar dilakukan secara tertutup. Namun demikian, masyarakat di seluruh dunia, bisa mengetahui hasil konklaf tersebut melalui tanda asap.
Asap diperkirakan akan mengepul pada Kamis (8/5/2025) dini hari, sekira pukul 00.00-01.00 WIB, setelah surat suara dibakar di tungku khusus. Jika muncul asap hitam (fumata nera), maka bisa dipastikan bahwa paus baru pengganti Pope Francis belum diketahui. Sebaliknya, jika asap putih (fumata bianca) muncul dari cerobong Vatikan, maka paus baru sudah dapat diketahui.
Paus baru hanya akan terpilih setelah kandidat tersebut memperoleh 2/3 suara atau setidaknya 89 suara dari total elektor. Proses konklaf dalam sejarahnya, tidak memiliki durasi pasti. Jika tiap hari pelaksanaan konklaf tidak menghasilkan angka 2/3, maka prosesi pemilihan paus baru akan dilanjutkan di hari berikutnya.
Pemungutan suara berlangsung 4 kali sehari, masing-masing 2 kali di pagi hari dan 2 kali di sore hari. Namun di hari pertama pada Rabu waktu setempat, kemungkinan hanya akan dilangsungkan 1 putaran. Apabila setelah 3 hari tidak ada kandidat yang terpilih, maka konklaf akan dibekukan sementara selama 1 hari.
Melansir Vatican News, pembakaran surat suara hanya dilakukan sekali setiap 2 pemungutan suara yang diadakan secara berurutan. Pembakarannya dilakukan setelah putaran ke-2 usai.
Sementara itu, prosesi konklaf dilakukan saat para kardinal pemilik suara, menuliskan kandidat pilihannya. Surat suara itu berbentuk persegi panjang yang disipi tulisan Eligo in Summum Pontificem (Saya memilih Anda sebagai Paus Tertinggi).
Cara Mengetahui Asap Tanda Paus Baru Terpilih Secara Streaming
Hasil Konklaf 2025 dapat diketahui dengan memantau jalannya live streaming untuk memantau tanda asap putih atau hitam yang akan mengepul di Vatikan. Berikut ini link live streaming untuk mengetahui paus baru hasil Konklaf 2025:
Editor: Yantina Debora
Masuk tirto.id







































