tirto.id - Update banjir dan tanah longsor di Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut) dan Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), hari ini, Rabu (26/11). Berdasarkan data BPBD Sumut, empat warga di Tapteng dilaporkan meninggal dunia. Kemudian, ratusan hektare lahan pertanian di Padang Pariaman terendam banjir.
Banjir dan longsor di Tapteng terjadi sejak hari Minggu (23/11). Tapteng termasuk dalam daftar wilayah yang mengalami bencana banjir dan longsor terparah. Bencana tersebut terjadi akibat curah hujan yang tinggi hingga menyebabkan sejumlah sungai meluap.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman, Sumatera Barat, menetapkan status tanggap darurat bencana akibat terjadinya banjir, longsor, dan pohon tumbang sejak Jumat (21/11). Banjir dan longsor di Padang Pariaman akibat cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca ekstrem masih menerpa daerah itu dan sekitarnya hingga Kamis, 27 November 2025.
Update Banjir & Tanah Longsor di Tapteng Sumut
Data BPBD Sumut per Selasa malam (25/11) mencatat empat korban jiwa dalam bencana banjir dan tanah longsor di Tapteng Sumut. Empat warga tersebut berasal dari Desa Mardame, Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapteng.
Korban ditemukan meninggal akibat tertimbun material longsor di dalam rumah. Korban terdiri dari seorang ibu bernama Dewi Hutabarat dan tiga anaknya, yaitu Tio Arta Rouli Lumbantobing, Vania Aurora Lumbantobing, dan Ilona Lumbantobing.
Selain empat korban jiwa, 34 warga korban banjir bandang di Tapsel dilaporkan mengalami luka berat dan ringan. Korban luka-luka berasal dari Desa Garoga, Desa Aek Ngadol, dan Desa Hutagodang.
Kemudian Desa Batuhoring, Desa Hapesong Baru, serta Kampung Suka Maju Benteng di Kecamatan Batangtoru. Saat ini, para korban luka banjir bandang di Tapsel tengah mendapat perawatan seadanya.
Bencana banjir dan longsor di Tapteng Sumut juga berdampak pada 1.952 kepala keluarga (KK). Adapun sebaran keluarga terdampak banjir dan longsor di Tapteng Sumut berada di beberapa kecamatan. Kecamatan Pandan sebanyak 150 KK, Sarudik 338 KK, Barus 65 KK, Kolang 1.261 KK, Tukka 10 KK, dan Lumut 78 KK.
Selain di Tapteng, banjir dan longsor juga terjadi di Kabupaten Mandailing Natal, Tapanuli Utara (Taput), Tapanuli Selatan, Nias, Kota Gunung Sitoli dan Sibolga.
Menghadapi bencana tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara mengirimkan bantuan logistik bagi korban terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di empat kabupaten/kota.
Sebagaimana dilaporkan Antaranews, Rabu (26/11), bantuan tersebut berupa satu ton minyak goreng, 500 kilogram gula putih, 500 kotak teh celup, 20 ribu bungkus mi instan dan 1.000 kaleng ikan sarden. Bantuan akan dikirimkan di empat kabupaten/kota, termasuk Tapteng.
Update Banjir & Tanah Longsor di Padang Pariaman
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sumatera Barat yang dirilis pada Senin (24/11/2025), banjir di Padang Pariaman menyebabkan 183 hektare lahan pertanian terendam banjir dari luapan sungai yang tak mampu membendung curah hujan.
Hujan deras yang disertai angin kencang yang terjadi beberapa hari terakhir mengakibatkan aliran sungai meluap dan merendam 21 desa dalam wilayah administrasi delapan kecamatan di Padang Pariaman.
"138 hektar lahan pertanian terdampak, 26 hektar kebun terendam. Air yang sempat surut Minggu malam kembali naik. Tinggi muka air rata-rata antara 30-150 centimeter," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, dikuti dari Antaranews, Senin (24/11)
Data BNPB juga menyebutkan terdapat 3.076 unit rumah yang terendam akibat banjir. Dua dari rumah tersebut mengalami kerusakan, termasuk jalan penghubung antardesa, dua jembatan, satu bendungan, dua saluran irigasi, dan satu fasilitas sekolah dasar.
Sementara itu, 9.228 orang warga korban banjir Padang Pariaman saat ini sudah dalam pendampingan petugas gabungan.
BNPB melaporkan dari jumlah korban tersebut tercatat ada sebanyak 258 warga yang mengungsi ke mushala dan rumah yang tidak terdampak di Kampung Galaluang, Parik, dan Palak Pisang.
Selebihnya bertahan di rumah masing-masing dan tetap dalam pendampingan tim petugas gabungan di bawah koordinasi BPBD Padang Pariaman.
Pada Selasa (25/11), banjir di Kecamatan Ulakan Tapakis, yang menjadi episentrum bencana, mulai surut pada Selasa siang. Kendati begitu, pemerintah setempat mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan. Curah hujan curah diperkirakan baru akan menurun setelah 27–28 November 2025, sehingga risiko banjir susulan tetap ada.
Data BPBD Padang Pariaman per Selasa (25/11) menunjukkan lima unit rumah mengalami kerusakan serius, terdiri dari tiga rusak berat dan dua rusak ringan.
Beberapa infrastruktur publik juga terdampak banjir, seperti dua jembatan, satu irigasi utama, dua saluran irigasi sekunder, satu sekolah menengah, dan sepuluh SD yang memerlukan penanganan segera.
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Beni Jo
Masuk tirto.id





































