tirto.id - Kementerian Sosial (Kemensos) telah mengirimkan bantuan logistik bagi warga terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara. Kemensos pun mengerahkan sejumlah personel untuk membantu para korban.
"Kemensos akan memastikan warga bisa dievakuasi dengan aman, mendapatkan bantuan, dan kebutuhan sehari-hari mereka terpenuhi. Yang paling penting adalah memastikan semua keluarga selamat dan terlindungi," kata Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), lewat keterangan tertulis pada Selasa (25/11/2025).
Bantuan senilai total Rp561.517.600 telah disalurkan oleh Kemensos untuk tanggap darurat bencana di Tapanuli Tengah. Berbagai bantuan yang dikirim meliputi 400 paket Family Kit, 400 paket Kidsware, 248 lembar selimut, 164 kasur, serta 400 tenda gulung.
Pengiriman bantuan logistik tersebut dilakukan lewat Gudang Sentra Bahagia Medan untuk diserahkan kepada Dinas Sosial Kabupaten Tapanuli Tengah dan dibagikan kepada warga terdampak bencana.
Banjir yang melanda sejumlah kecamatan di Tapanuli Tengah terjadi akibat Sungai Buluan meluap setelah hujan intensitas tinggi turun selama 21–23 November 2025. Cuaca ekstrem ini juga diikuti dengan bencana tanah longsor di Pegunungan Aek Sipilit.
Sesuai data terbaru yang diterima oleh Kemensos RI, bencana ini berdampak kepada 1.902 KK. Mayoritas warga terdampak, sejumlah 1.261 KK, berada di Kecamatan Kolang.
Korban bencana juga tersebar di Kecamatan Sarudik (338 KK), Kecamatan Pandan (150 KK), Kecamatan Lumut (78 KK), Kecamatan Barus (65 KK), Kecamatan Tukka (10 KK), dan Kecamatan Sitahuis 10 KK.
Ada empat korban tewas akibat bencana ini, yaitu atas nama Dewi Hutabarat, Tio Arta Rouli Lumbantobing, Vania Aurora Lumbantobing, dan Ilona Lumbantobing. Seluruh korban jiwa itu berasal dari Desa Mardame, Kecamatan Sitahuis, Tapanuli Tengah. Adapun jumlah korban luka dan kerusakan material masih didata melalui proses asesmen lanjutan di lapangan.
Hingga kini, banjir dengan ketinggian air 25-100 cm masih merendam sejumlah wilayah permukiman di Tapanuli Tengah.
Hujan dengan intensitas tinggi juga terpantau masih terjadi di Tapanuli Tengah, sehingga proses evakuasi warga dan penyaluran bantuan terus dilakukan.
Penanganan bencana ini melibatkan Dinas Sosial Kabupaten Tapanuli Tengah, Taruna Siaga Bencana (Tagana) Tapanuli Tengah, BPBD setempat, TNI/Polri, beserta unsur-unsur terkait lainnya. Semua pihak bersinergi untuk memastikan para korban mendapatkan perlindungan dan bantuan serta terpenuhi kebutuhan dasarnya.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id































