tirto.id - Tim Disaster Risk Reduction Center (DRRC) Universitas Indonesia (UI) yang meninjau langsung lokasi kebocoran pipa PT Vale Indonesia Tbk (INCO) di Towuti, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, mengungkapkan hipotesis awal penyebab insiden tersebut.
Dalam kajian awal, tim menyoroti faktor alam sebagai dugaan kuat pemicu kebocoran yang mengakibatkan tumpahan minyak. Kesimpulan sementara ini didasarkan pada hasil pemeriksaan lapangan terhadap titik kerusakan pipa.
Tim DRRC UI juga menemukan indikasi adanya tekanan eksternal atau external stress berupa pelengkungan (bending) pada pipa.
“Hasil temuan studi awal (preliminary study) tim DRRC UI terhadap titik kerusakan pipa menunjukkan faktor tekanan eksternal atau external stress berupa bending yang dapat disebabkan karena faktor endogen seperti pergerakan tanah, pergeseran lempeng dan atau gempa bumi,” tulis rilis resmi tim tersebut, Rabu (27/8/2025).
Temuan ini mengarah pada kesimpulan bahwa dinamika alam di dalam tanah, bukan faktor kesalahan operasional atau material, yang diduga menjadi akar masalahnya.
Namun demikian, investigasi penyebab pasti masih berlanjut untuk mengonfirmasi hipotesa awal ini dan menjadikannya bahan pembelajaran guna mencegah terulangnya kejadian serupa.
Selain menganalisis penyebab kebocoran, fokus tim di lapangan adalah pada pencegahan dan penanggulangan dampak lingkungan.
Upaya penanggulangan dilakukan dengan pendekatan berbasis komunitas, melibatkan sinergi berbagai pemangku kepentingan, termasuk masyarakat, perusahaan, aparat, dan pemerintah daerah.
Kolaborasi ini telah diwujudkan dalam Pembentukan Tim Terpadu dan pembukaan Pusat Pengaduan dan Informasi oleh PT Vale.
Sebagai mitra akademis, DRRC UI berkomitmen memberikan rekomendasi berbasis sains dan standar terbaik nasional maupun internasional.
Tujuannya agar dampak tumpahan minyak tidak meluas melalui pendekatan pencegahan, penanggulangan darurat, dan pemulihan lingkungan.
“Tim DRRC UI terus berkolaborasi bersama PT Vale Indonesia Tbk dan Tim Terpadu secara bahu membahu untuk menanggulangi kebocoran minyak, mencegah perluasan kebocoran dan melakukan pemulihan kerusakan,” tulis keterangan yang sama.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id






































