tirto.id - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengancam akan memecat pejabat yang tidak mampu mengatasi penumpukan antrean di Pelabuhan Tanjung Priok.
Ancaman itu disampaikan menyusul masih adanya gangguan arus logistik di Pelabuhan Tanjung Priok meski perekonomian nasional dinilai sudah bergerak cepat.
"Besok saya mau kesana. Kalau dia pejabatnya gak bisa beresin kita pindahin langsung besok juga. Tapi kalau dia bisa berbaikin yaudah," kata Purbaya dalam konferensi pers APBNKita, Jumat (5/6/2026).
Saat ini, berdasarkan catatan dari Direktorat Bea dan Cukai masih ada 2.200 unit barang yang menumpuk di pelabuhan setelah sebelumnya 800 unit berhasil ditindaklanjuti.
Purbaya menyebut situasi ini menjadi perhatian serius karena berpotensi menghambat laju pemulihan ekonomi. "Ekonomi sudah cepat tapi masih ada gangguan di pelabuhan," ucapnya.
Untuk memastikan penyelesaian masalah di lapangan, bendahara negara itu berencana melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pelabuhan Tanjung Priok pada Sabtu besok, pukul 10.00 pagi.
Ia juga mengundang para pihak dan awak media yang ingin turut serta menyaksikan langsung proses pembenahan. "Besok ada yang mau ikut ikut saya ke pelabuhan. Besok jam 10 pagi. Nanti kita atur. Kita beresin sekalian di situ," katanya.
Selain ancaman pemindahan pejabat, Purbaya juga mempertimbangkan penerapan sanksi pajak bagi barang-barang yang tidak segera diangkut.
"Kalau gitu nanti pajak masuk. Yang gak ngangkut kita hukum aja pajaknya,” tuturnya.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id






































