tirto.id - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan kunci sukses terurainya kemacetan horor di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok usai Lebaran 2026. Keberhasilan ini tak lepas dari langkah strategis Pemprov DKI yang menyediakan lahan parkir tambahan seluas lima hektare di Terminal Tanah Merdeka guna menampung ratusan truk kontainer secara gratis.
“Pemerintah DKI Jakarta memberikan ruang kepada Pelindo kurang lebih lima hektare di Terminal Tanah Merdeka untuk tempat parkirnya. Supaya tidak [ada kemacetan] seperti yang lalu,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Selasa (31/3/2026).
Pramono menyebut, kemacetan horor yang terjadi di Pelabuhan Tanjung Priok pada tahun lalu bisa terjadi karena ada peningkatan signifikan aktivitas keluar-masuk truk ke area pelabuhan, sedangkan area parkir truk tidak tersedia dengan memadai.

Oleh karenanya, pada tahun ini, Pemprov DKI menyediakan tempat parkir truk tambahan, agar tidak terjadi penumpukan yang menyebabkan kemacetan.
“Dan alhamdulillah sampai hari ini, sampai sekarang ini setelah lebaran Idul Fitri, aktivitas di Tanjung Priok berjalan dengan baik dan normal, karena di tempat [parkir] itu kurang lebih bisa nampung 200 kontainer,” ucapnya.
Politikus PDIP itu mengatakan, fasilitas parkir tambahan yang disediakan Pemprov DKI akan digratiskan, mengingat tingginya biaya yang harus dikeluarkan pada saat terjadi penumpukan kendaraan.
“Kami juga menggratiskan kepada Pelindo karena memang biaya kalau kemudian harus ada kemacetan yang seperti tahun lalu itu cost-nya terlalu tinggi sekali,” tutupnya.
Penulis: Naufal Majid
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id







































