Menuju konten utama

Saham BBCA Masih Tertekan Aksi Jual Asing

Jika ditarik dalam rentang sepakan, sejak 15 hingga 21 Januari 2026, net foreign sell BBCA mencapai Rp4,7 triliun.

Saham BBCA Masih Tertekan Aksi Jual Asing
Sejumlah Pecalang berjaga di ruas jalan menuju pemukiman umat Hindu saat Hari Raya Nyepi 2025 di Cakranegara, Mataram, NTB, Sabtu (29/3/2025). . ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/rwa.

tirto.id - Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berada dalam tekanan pada perdagangan Kamis (21/1/2026). Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, aksi jual bersih atau net sell investor asing masih terus terjadi pada perdagangan hari ini, yang membuat harga BBCA ambles.

Pada perdagangan sesi pertama, saham BBCA ditutup stagnan di level Rp7.700—harga yang sama saat pembukaan. Tekanan jual sempat terlihat pada berada posisi terendah di level Rp7.600 dengan penurunan 100 poin, atau terkoreksi 1,3 persen.

Saham BBCA juga tercatat di posisi kelima pada deretan saham yang paling banyak dilepas asing, dengan net foreign sell sebesar 79,69 juta saham, dengan total penjualan mencapai 141,75 juta saham. Sedangkan pembelian investor asing hanya 62 juta saham.

Dengan volume transaksi tersebut—jika dikonversi ke nilai transaksi berdasarkan harga rata-rata perdagangan Rp7.700—aksi net sell asing tersebut setara dengan Rp612,9 miliar. Adapun, jika digabung dengan perdagangan dari sisi domestik, volume transaksi emiten BBCA mencapai 1,56 miliar saham dengan frekuensi perdagangan 47,77 ribu dengan nilai Rp1,2 triliun.

Pada sesi kedua, emiten konglomerasi Djarum tersebut kembali terkoreksi 50 poin atau 0,65 persen ke level Rp7.650. Sementara pada akhir sesi, BBCA ditutup melemah 25 poin atau 0,32 persen di level Rp7.675.

Sebagai informasi, saham BBCA mengalami penurunan sejak beberapa hari terakhir akibat keluarnya asing dari emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar itu.

Jika dilihat dari trennya, aksi net sell investor asing sudah terjadi sejak kemarin, Rabu (21/1/2025). Pada perdagangan kemarin net sell investor asing mencapai Rp2,04 triliun dari penjualan 261,1 miliar saham.

Sedangkan, aksi beli investor asing pada perdagangan kemarin hanya Rp307,5 miliar untuk 39,6 miliar saham.

Jika ditarik dalam rentang sepekan, sejak 15 hingga 21 Januari 2026, saham BCA yang telah dilepas asing mencapai Rp4,7 triliun. Lebih jauh, dilihat dari sisi teknikal, saham BBCA telah menembus area konsolidasi di level Rp8.000-Rp8.100 yang menjadi support terkuat. Dengan data itu, saham BBCA masih berada di zona bearish.

Baca juga artikel terkait BBCA atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana