Menuju konten utama

BCA Cetak Laba Bersih Rp29Triliun di Semester I 2025

Pertumbuhan laba bersih ini sejalan pendapatan operasional BCA naik 7,8 persen menjadi Rp56,2 triliun.

BCA Cetak Laba Bersih Rp29Triliun di Semester I 2025
Pekerja membersihkan menara BCA di Jakarta, Selasa (12/3/2019). Bank Indonesia menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2019 akan berada di kisaran 5-5,4 persen. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc.

tirto.id - PT Bank Central Asia Tbk atau BCA dan anak usahanya membukukan kenaikan laba bersih sebesar 8 persen secara tahunan (year on year), menjadi Rp29 triliun. Pertumbuhan laba bersih ini sejalan dengan kenaikan pendapatan Perseroan, di mana pada paruh pertama 2025 total pendapatan operasional BCA naik 7,8 persen menjadi Rp56,2 triliun.

“Rasio cost to income (CIR) sebesar 29,1 persen, turun dari 30,5 persen pada tahun sebelumnya,” ujar Direktur Utama BCA, Hendra Lembong, dalam Konferensi Pers Paparan Kinerja Semester I BCA secara daring, Rabu (30/7/2025).

Sementara itu, pertumbuhan pendapatan perseroan salah satunya didorong oleh total dana pihak ketiga (DPK) yang mengalami kenaikan 5,7 persen (yoy) menyentuh Rp1.190 triliun per Juni 2025. Jika dirinci, dana giro dan tabungan (CASA) secara konsolidasi berkontribusi sekitar 82,5 persen dari total DPK, tumbuh 7,3 persen mencapai Rp982 triliun.

Di sisi lain, total frekuensi transaksi yang diproses BCA naik 17 persen (yoy) pada semester I 2025, tumbuh 3,5 kali lipat dalam 5 tahun terakhir. Kenaikan frekuensi transaksi tersebut ditopang oleh transaksi mobile dan internet banking yang naik 19 persen (yoy).

“Aplikasi myBCA konsisten dikembangkan, dan salah satu inovasi terbaru adalah integrasi portofolio saham dan obligasi di BCA Sekuritas ke dalam aplikasi myBCA. Terdapat juga tambahan mata uang Won Korea Selatan pada Poket Valas myBCA, sehingga kini tersedia 17 mata uang asing pada menu tersebut,” tambah Hendra.

Untuk menghadapi tantangan ketidakpastian ekonomi global yang berpotensi terjadi di masa depan, Hendra mengaku Perseroan masih akan tetap menerapkan strategi yang sama dengan yang telah dijalankan sampai saat ini, yakni mendorong nasabah untuk bisa meningkatkan transaksi keuangannya di BCA. Karena itu, bank dengan kode saham BBCA itu juga tetap fokus memperkuat produk dan layanan perbankan yang menjadi lini bisnis utama Perseroan.

“Dan dengan ini kita harapkan service makin baik untuk nasabah dan bisa mendapatkan lebih banyak lagi bisnis dari para nasabah kita. Itu yang kita harapkan bisa memacu kinerja kita,” tutup dia.

Baca juga artikel terkait BCA atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana