Menuju konten utama

Rupiah Berfluktuasi di Tengah Aksi Demo, BI Siaga Stabilisasi

Rupiah dibuka menguat 0,18 persen atau 30 poin ke level Rp16.469,5 per dolar Amerika Serikat (AS) pada awal pekan.

Rupiah Berfluktuasi di Tengah Aksi Demo, BI Siaga Stabilisasi
Petugas menunjukan uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing, Jakarta, Selasa (8/4/2025). ANTARA FOTO/Fathul Habib Sholeh/sgd/Spt.

tirto.id - Nilai tukar rupiah terus berfluktuasi di tengah aksi demonstrasi yang terus berlanjut di berbagai wilayah Indonesia. Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Senin (1/9/2025), rupiah dibuka menguat 0,18 persen atau 30 poin ke level Rp16.469,5 per dolar Amerika Serikat (AS), dengan indeks dolar stabil di level 97,77.

Penguatan ini terjadi, setelah pada perdagangan Jumat (29/8/2025), nilai mata uang Garuda sempat anjlok 0,9 persen ke posisi Rp16.499,5 per dolar AS. Sedangkan, pada pagi harinya rupiah dibuka pada level Rp16.340 per dolar AS.

Dalam kondisi ketidakpastian yang terus berlanjut, Analis mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai rupiah berpotensi kembali mengalami depresiasi hingga perdagangan hari ini berakhir.

“Untuk perdagangan Senin, mata uang rupiah fluktuatif, Tetapi berisiko ditutup melemah di rentang Rp16.490-Rp16.520 per dolar AS,” papar Ibrahim, dalam analisnya, dikutip Senin (1/9/2025).

Pada kondisi ini, Bank Indonesia (BI) mengaku akan terus siaga di pasar keuangan untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan kecukupan likuiditas rupiah. Dalam kaitan ini, bank sentral akan terus memperkuat langkah-langkah stabilisasi, termasuk intervensi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar off-shore dan intervensi di pasar domestik melalui transaksi spot, DNDF (Domestic Non-Delivery Forward), dan Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Pada saat yang sama, Bank Indonesia juga berupaya menjaga kecukupan likuiditas rupiah dengan membuka akses likuiditas kepada perbankan melalui transaksi repo, transaksi fx swap dan pembelian SBN di pasar sekunder, serta pemberian fasilitas pinjaman atau pembiayaan (lending/financing facility) kepada bank umum konvensional.

“Bank Indonesia berada di pasar untuk memastikan nilai Tukar Rupiah bergerak sesuai nilai fundamentalnya melalui mekanisme pasar yang berjalan dengan baik,” ujar Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas (DPMA) Bank Indonesia, Erwin Gunawan Hutapea, dalam keterangan resminya.

Baca juga artikel terkait LATEST SC atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Dwi Aditya Putra