Menuju konten utama

Retinol untuk Anak Umur 14 Tahun Boleh Tidak? Ini Kata Expert

Bagaimana kata para ahli soal retinol untuk umur 14 tahun? Simak penjelasan lengkapnya di sini, termasuk risiko dan rekomendasi produk yang aman digunakan.

Retinol untuk Anak Umur 14 Tahun Boleh Tidak? Ini Kata Expert
Ilustrasi skincare. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Skincare retinol dari berbagai merek mudah ditemukan di pasaran. Dengan klaim membuat kulit tampak lebih sehat dan awet muda, skincare retinol menarik minat banyak kalangan, termasuk para remaja. Namun, apakah retinol boleh untuk remaja umur 14 tahun?

Penggunaan skincare kini memang sudah menjadi hal yang biasa di kalangan remaja. Kesadaran akan pentingnya merawat kulit membuat banyak remaja mulai rutin menggunakan produk perawatan wajah.

Secara umum, skincare memang direkomendasikan karena memiliki banyak manfaat, mulai dari menjaga kebersihan kulit, memperkuat skin barrier, mencegah munculnya masalah seperti jerawat, hingga menjaga kulit tetap sehat dan segar dalam keseharian.

Guna mendukung semua manfaat tersebut, produk skincare pun diperkaya dengan berbagai bahan aktif, yaitu zat yang bekerja langsung untuk memberikan manfaat tertentu pada kulit.

Salah satu bahan aktif yang cukup populer dan sering dibicarakan adalah retinol. Nama retinol kerap muncul pada produk perawatan wajah yang diklaim mampu membantu memperbaiki kondisi kulit dan membuat tampilan kulit terlihat lebih halus.

Retinol banyak ditemukan di produk skincare untuk orang dewasa dan direkomendasikan untuk mereka yang berusia sekitar 30 tahun ke atas. Namun, karena klaim yang “menggiurkan”, tak sedikit pula remaja yang ingin mencobanya.

Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan retinol dan apakah aman atau boleh digunakan oleh remaja usia 14 tahun?

Apa Itu Retinol dan Cara Kerjanya di Kulit

Retinol

Ilustrasi Retinol. foto/istockphoto

Retinol adalah salah satu bentuk vitamin A yang digunakan dalam skincare sebagai perawatan topikal. Artinya, retinol digunakan langsung di permukaan kulit, bisa dalam bentuk krim, gel, atau serum.

Retinol sangat populer dalam produk skincare karena mampu mengatasi beberapa masalah kulit, termasuk melawan tanda penuaan, seperti flek hitam dan garis halus, yang umum dialami oleh orang dewasa.

Cara kerja retinol pada kulit cukup sederhana. Dilansir dari laman Cleveland Clinic, retinol membantu mempercepat pergantian sel kulit sehingga sel-sel kulit mati lebih cepat terlepas dan digantikan oleh sel kulit baru.

Proses ini membuat pori-pori tidak mudah tersumbat yang menjadi salah satu penyebab utama jerawat. Selain itu, retinol juga membantu merangsang produksi kolagen, yaitu protein penting yang menjaga kulit tetap kenyal dan halus.

Menurut situs Medical Dermatology Associates of Chicago, sel-sel kulit kita sebenarnya memiliki kemampuan alami untuk beregenerasi setiap sekitar 28 hari. Hal ini berlangsung hingga awal usia 30 tahunan.

Di pertengahan usia 30-an, regenerasi kulit ini mulai melambat, bisa menjadi setiap 50, 60, atau bahkan 70 hari. Regenerasi inilah yang membuat kulit mudah terlihat kusam dan muncul garis halus atau keriput.

Oleh karena itu, retinol yang memiliki kemampuan mempercepat regenerasi kulit ditambahkan dalam produk skincare untuk menghasilkan kulit wajah yang lebih segar dan halus.

Dengan kemampuannya tersebut, retinol pun mampu mengatasi berbagai masalah kulit, seperti jerawat, bekas jerawat, noda hitam, pori-pori besar, hingga garis halus.

Namun, hasil penggunaan retinol tidak bisa terlihat secara instan. Biasanya dibutuhkan waktu beberapa minggu sebelum perubahan pada kulit mulai terlihat. Fakta lainnya adalah pada awal pemakaian, kulit kemungkinan bisa tampak lebih buruk karena sedang beradaptasi.

Perlu dipahami juga bahwa retinol termasuk bahan aktif yang cukup kuat. Penggunaannya harus diawali dengan patch test, lalu digunakan bertahap, misalnya seminggu sekali untuk adaptasi, lalu ditingkatkan hingga 2 kali seminggu atau ikuti instruksi pada kemasan produk.

Penggunaan retinol juga disarankan pada malam hari, dan keesokannya harus menggunakan tabir surya karena kulit akan jadi lebih sensitif terhadap matahari.

Oleh karena itu, meskipun manfaatnya cukup banyak, retinol tetap perlu digunakan dengan bijak dan sesuai kebutuhan kondisi kulit masing-masing.

Apakah Retinol Aman untuk Umur 14 Tahun?

Ilustrasi Serum Remaja

Ilustrasi Remaja Menggunakan Serum Retinol. FOTO/iStockphoto

Tidak ada batasan spesifik mengenai usia terkait penggunaan retinol, tapi banyak ahli dermatologi yang sepakat bahwa retinol dapat digunakan mulai usia pertengahan 20 tahun.

Dikutip dari website Pine Belt Dermatology, usia remaja (belasan tahun) hingga awal usia 20 tahun sebenarnya tidak memerlukan retinol. Di usia muda ini, kulit masih memproduksi banyak kolagen dan elastin yang membuat wajah terlihat sehat.

Namun, apabila memiliki masalah kulit seperti jerawat, retinol dapat membantu untuk mengatasinya. Retinol akan membantu pergantian sel kulit, mencegah penyumbatan pori-pori, sekaligus mengurangi breakout.

Jadi, apakah retinol aman untuk remaja 14 tahun? Secara umum, retinol aman digunakan, tapi mengingat retinol termasuk bahan aktif yang cukup keras, akan lebih baik jika penggunaannya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau ahli dermatologi.

Ini Kata Expert: Kapan Remaja Boleh Menggunakan Retinol

Ilustrasi Skincare Fasting

Ilustrasi Skincare. foto/Istockphoto

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, remaja atau usia belasan tahun sebenarnya tidak membutuhkan retinol karena kulitnya bisa dianggap masih dalam kondisi prima.

Meski demikian, bukan berarti retinol tidak boleh digunakan oleh remaja. Dengan mempertimbangkan kondisi kulit dan kebutuhannya, retinol sebenarnya cukup aman bagi kulit remaja.

Ahli dermatologi Dr. Aanchal Panth MBBS MD mengungkapkan dalam kanal YouTube-nya bahwa remaja boleh saja menggunakan retinol bila sedang mengalami masalah jerawat. Penggunaannya pun tidak bisa sembarangan dan sebaiknya dengan resep dokter.

“Retinoid umumnya digunakan untuk mengobati jerawat. Obat ini juga diberikan pada remaja. Retinoid digunakan untuk berbagai kondisi kulit selain jerawat. Namun, krim ini hanya dapat diperoleh dengan resep dokter,” tulis Dr. Aanchal Panth.

“Retinoid membantu mengendalikan jerawat dan memperbaiki bekas jerawat. Remaja memiliki cukup kolagen dan elastin di kulit mereka. Jadi, mereka tidak perlu menggunakan retinol atau retinoid jika tidak ada masalah kulit yang berarti.”

Jadi, bisakah retinoid, termasuk retinol, digunakan oleh remaja? Jawabannya adalah ya, tapi hanya untuk mengobati masalah kulit (seperti jerawat) dan dengan resep dokter kulit.

Sementara itu, dr. Giovanni Abraham di akun instagramnya @belajarskincare.yuk menegaskan bahwa retinol dapat digunakan di semua usia, termasuk remaja. Hal ini karena retinol memiliki banyak manfaat.

“Retinol itu boleh dipakai di semua usia, dari remaja hingga orang tua. (Retinol) bukan untuk anti-aging saja, tapi memang fungsinya beda-beda. Kan enggak mungkin anak remaja pakai buat anti-aging, karena masih remaja,” kata dr. Gio.

“Di remaja, fungsinya adalah mengontrol minyak wajah, membantu mengatasi jerawat, dan juga bantu (mengatasi) bekas-bekas jerawat,” katanya.

Lebih lanjut, dr. Gio mengingatkan bahwa pemakaian retinol harus hati-hati. “Tapi, pakainya jangan sembarangan. Pakai dosis minimal dulu, 0,3% sampai 0,5% saja, seminggu dua kali.”

Risiko Penggunaan Retinol Terlalu Dini pada Remaja

Ilustrasi Wanita dengan masalah wajah jerawat

Ilustrasi Efek Samping Skincare. [foto/shutterstock]

Penggunaan retinol bukan tanpa risiko. Bahan aktif skincare yang satu ini tetap memiliki sederet efek samping yang patut diwaspadai. Dikutip dari Healthline, beberapa efek samping retinol antara lain terjadinya iritasi, kemerahan, pengelupasan, dan kulit menjadi lebih kering.

Jika menggunakan retinol dengan konsentrasi yang terlalu tinggi atau mengoleskan retinol lebih sering dari yang seharusnya, kulit juga bisa mengalami iritasi yang lebih parah, termasuk gatal-gatal dan bercak bersisik.

Di sisi lain, memakai skincare yang mengandung retinol kemungkinan juga akan membuat jerawat muncul, tapi efek samping yang satu ini diketahui lebih jarang terjadi.

Risiko efek samping ini tentunya tidak mengenal usia dan bisa terjadi pada remaja. Terlebih, kulit remaja yang masih muda biasanya lebih sensitif dibandingkan orang dewasa.

Risiko yang paling umum terjadi adalah iritasi. Apabila penggunaannya berlebihan, atau tidak diikuti sunscreen saat siang harinya, retinol bisa membuat skin barrier rusak dan malah memperburuk kondisi kulit wajah.

Kondisi Kulit Remaja yang Tidak Dianjurkan Pakai Retinol

Ilustrasi Make Up Natural

Ilustrasi Kulit Remaja. foto/istockphoto

Retinol memang memiliki banyak manfaat untuk kulit dan bisa digunakan oleh remaja, tapi harus diketahui bahwa retinol tidak cocok untuk semua jenis kulit.

Retinol tidak direkomendasikan untuk pemilik kulit sensitif atau kulit yang rentan terhadap alergi. Bagi mereka yang memiliki kondisi kulit seperti eksim (dermatitis) atau rosacea juga sebaiknya menghindari retinol.

Tak hanya itu, bagi remaja yang kulit wajahnya masih normal, sehat, atau tidak mengalami masalah seperti jerawat, sebaiknya juga tidak perlu menggunakan retinol.

Sekali lagi, meskipun aman digunakan oleh remaja, retinol sebaiknya hanya dipakai ketika memang dibutuhkan, misalnya untuk mengatasi masalah jerawat. Penggunaannya pun harus hati-hati agar tidak menimbulkan efek samping yang bisa merusak kulit.

Rekomendasi Retinol untuk Remaja

SKINTIFIC Retinol Skin Renewal Serum

SKINTIFIC Retinol Skin Renewal Serum. foto/Skintific

Penggunaan retinol pada remaja perlu dilakukan dengan sangat hati-hati dan tidak boleh sembarangan. Jika memang dibutuhkan, sebaiknya pilih retinol dengan dosis rendah sehingga risiko iritasi dapat diminimalkan dan kulit tetap aman selama masa adaptasi.

Selain memperhatikan dosis, pemakaian retinol sebaiknya dilakukan secara terbatas. Gunakan hanya pada malam hari dengan frekuensi 1–2 kali seminggu, atau ikuti sesuai petunjuk dokter maupun instruksi pada kemasan produk skincare.

Penting juga untuk selalu menggunakan pelembap setelahnya agar kelembapan kulit tetap terjaga dan menghindari iritasi. Selain itu, wajib memakai sunscreen pada keesokan harinya karena retinol membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari.

Sebagai referensi, berikut adalah beberapa produk skincare yang mengandung retinol dan aman untuk remaja:

1. Glad2Glow Peach Retinol Serum

Serum ini mengandung kombinasi peach dan retinol dengan formula yang lembut sehingga cocok digunakan untuk kulit berjerawat. Perpaduan tiga jenis retinol dengan total kadar 0,5% membantu menghaluskan tekstur kulit.

Serum ini diformulasikan untuk semua jenis kulit dan dapat membantu menenangkan jerawat, mengurangi kemerahan, serta menjaga kulit tetap tampak lebih halus dan sehat.

Kandungan peach fruit extract berperan sebagai antioksidan untuk membantu mencegah tanda penuaan dini, sementara retinol mendukung regenerasi kulit.

Serum ini juga mengandung madecassoside yang bisa membantu meredakan jerawat dan kemerahan, serta betaine yang berfungsi menjaga kelembapan dan memperkuat skin barrier. Produk ini bisa dibeli di harga sekitar Rp35.000–Rp40.000 (17 ml).

2. SKINTIFIC - Retinol Skin Renewal Serum

Retinol Skin Renewal Serum dapat membantu proses regenerasi kulit agar tampak lebih halus, cerah, dan tetap terjaga kekencangannya. Serum ini mengandung 0,1% pure retinol dengan micro-liposome delivery system yang membuat retinol lebih stabil dan mudah diserap kulit sekaligus meminimalkan iritasi.

Manfaat utamanya meliputi membantu menghaluskan tekstur kulit, menyamarkan bekas jerawat dan noda hitam, mengontrol minyak berlebih, serta merawat kulit berjerawat.

Serum ini memiliki tekstur gel cream yang terasa ringan, melembapkan, dan cepat meresap sehingga nyaman digunakan. Serum ini diformulasikan untuk semua jenis kulit, terutama kulit berminyak dan berjerawat. Produk ini bisa didapatkan di harga sekitar Rp75.000–Rp80.000 (20 ml).

3. ANUA Retinol 0.3% + Niacin Renewing Serum

ANUA Retinol 0.3% + Niacin Renewing Serum merupakan serum brightening dan anti-aging. Dengan perpaduan retinol 0,3% dan niacinamide, serum ini membantu menyamarkan garis halus, meratakan warna kulit, serta meningkatkan elastisitas sehingga kulit tampak lebih halus dan cerah.

Serum ini juga diperkaya 8 jenis peptide yang membantu mengencangkan kulit, menyamarkan pori-pori, dan mendukung kelembapan kulit secara optimal.

Formulanya dirancang lembut dan menenangkan serta dilengkapi kandungan yang bisa menjaga skin barrier dan mengurangi risiko iritasi. Telah melalui uji iritasi dan bebas pewangi, serum ini aman digunakan pada kulit sensitif dan semua jenis kulit. Produk ini dibanderol harga Rp350.000–Rp400.000 (30 ml).

4. The Ordinary Retinol 0.2% in Squalane

Serum ini merupakan retinol ringan yang diformulasikan untuk membantu mengatasi tanda-tanda awal penuaan kulit, seperti garis halus serta warna dan tekstur kulit yang tidak merata.

Tersedia dalam beberapa pilihan kadar retinol, tapi untuk pemula direkomendasikan menggunakan serum dengan kadar retinol 0,2%. Retinol ini dilarutkan dalam squalane sehingga membantu memperbaiki tampilan kulit akibat berkurangnya kolagen dan elastin.

Kehadiran squalane, pelembap alami yang juga terdapat pada kulit, membantu menjaga hidrasi dan mengurangi risiko kulit kering selama penggunaan retinol. Produk ini bisa dibeli di kisaran harga Rp60.000–Rp70.000 (30 ml).

Demikian penjelasan terkait penggunaan retinol untuk remaja umur 14 tahun, lengkap dengan rekomendasi produk dengan kadar retinol yang rendah dan aman digunakan oleh remaja.

Meski demikian, penting untuk diingat bahwa penggunaan retinol sebaiknya dilakukan dengan sangat hati-hati, dimulai dari frekuensi yang jarang, dosis tipis, serta selalu diimbangi dengan penggunaan pelembap dan sunscreen.

Jika muncul tanda iritasi atau keraguan dalam memilih produk, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau ahli dermatologi agar perawatan kulit tetap aman dan sesuai dengan kebutuhan kulit remaja.

Butuh informasi menarik lain tentang perawatan kulit? Temukan rekomendasi produk, tips yang bermanfaat, dan info lain seputar skincare di tautan ini:

Kumpulan Artikel Skincare

Baca juga artikel terkait SKINCARE atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

tirto.id - GWS
Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani