tirto.id - Rangkuman materi tka biologi SMA dapat dijadikan panduan belajar yang sangat berguna bagi para siswa. Peserta TKA di jenjang SMA/SMK merupakan siswa kelas 12 SMA/MA/sederajat serta kelas akhir SMK/MAK, mata pelajaran yang diujikan meliputi Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan satu mata pelajaran pilihan seperti Biologi.
Pelaksanaan TKA Biologi bertujuan untuk mengukur kemampuan berpikir terkait konsep-konsep biologi sekaligus keterampilan proses atau inkuiri. Penguasaan konsep dasar menjadi prasyarat utama agar siswa mampu melakukan proses berpikir secara kritis.
Siswa dapat mempersiapkan diri secara optimal dengan mempelajari kisi kisi TKA Biologi agar lebih mudah memahami peta materi yang akan diujikan. Sekolah yang belum terakreditasi atau belum memenuhi sarana dan petugas nantinya wajib menginduk ke satuan pendidikan lain yang telah memenuhi syarat.
Kisi-Kisi Materi TKA SMA Biologi

Kisi-kisi materi TKA SMA Biologi diperlukan oleh siswa untuk mempelajari materi yang akan dikerjakan dalam ujian mendatang. Berbagai rangkuman materi tka biologi dapat dipelajari secara terperinci sebagai langkah persiapan sebelum menghadapi ujian TKA.
Konsep-konsep biologi yang akan diukur dalam TKA meliputi materi keanekaragaman hayati, sel, dan proses-proses pada makhluk hidup. Berikut kisi-kisi materi TKA SMA Biologi:
1. Keanekaragaman Hayati
- Klasifikasi dan keanekaragaman makhluk hidup
- Bakteri
- Ekosistem
2. Sel: Metabolisme Proses-proses pada Makhluk Hidup
- Transport dan pertukaran zat pada manusia (sistem sirkulasi, respirasi, ekskresi)
- Sistem imun
- Sistem koordinasi
- Sistem reproduksi
3. Keterampilan Proses
- Mempertanyakan dan memprediksi
- Merencanakan dan melakukan penyelidikan
- Memproses, menganalisis data dan informasi
Pendekatan yang seperti ini mampu membantu siswa menghubungkan konsep biologi dengan pengalaman nyata mereka, memudahkan pemahaman terhadap peran biologi dalam kemajuan ilmu dan teknologi, serta meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah.
Kompetensi dalam TKA Biologi
Pelaksanaan TKA Biologi ditujukan untuk mengukur berbagai kemampuan. Melansir laman Pusmendik, kemampuan yang diukur dalam TKA Biologi terdapat dalam tiga level kognitif, sebagai berikut:
- Pemahaman: menjelaskan konsep-konsep biologi berdasarkan informasi yang telah dipelajari atau disediakan,
- Penerapan: menerapkan konsep dan pengetahuan biologi untuk memecahkan masalah biologi, dan
- Penalaran: menganalisis, mengevaluasi, dan menarik kesimpulan dari informasi biologis yang kompleks atau baru, serta mengembangkan argumen berbasis bukti.
Rangkuman dan Penjelasan Materi SMA TKA Biologi Keanekaragaman Hayati
Materi keanekaragaman hayati menjadi salah satu materi pelajaran yang diujikan dalam TKA Biologi SMA. Berikut rangkuman materi TKA Biologi untuk keanekaragaman hayati.
Keanekaragaman hayati adalah suatu keberagaman makhluk hidup yang didasarkan pada ciri-ciri yang bisa diketahui melalui suatu observasi/pengamatan. Maksud dari ‘keanekaragaman’ sendiri bisa meliputi jumlah atau frekuensi dari ekosistem, spesies, hingga gen di suatu tempat.
Singkat kata pengertian keanekaragaman hayati adalah keanekaragaman makhluk hidup yang terjadi karena perbedaan bentuk, ukuran, warna, tekstur, hingga sifat-sifatnya. Sebutan lain dari kKeanekaragaman hayati adalah biodiversitas.
Keanekaragaman hayati dengan ekosistem di lingkungan darat mempunyai jumlah biodiversitas yang lebih tinggi daripada di ekosistem kutub. Keberadaan keragaman hayati yang lebih tinggi ini disebabkan perbedaan iklim dan cuaca.
Alam semesta ini diciptakan dengan berbagai keanekaragaman hayati. Tentu keanekaragaman ini banyak memiliki manfaat bagi kelangsungan sebuah ekosistem. Berikut manfaat keanekaragaman hayati:
- Berperan sebagai penyeimbang ekosistem sebab setiap spesies memiliki peran tersendiri dalam ekosistem
- Sebagai sumber ilmu pengetahuan dan teknologi melalui penelitian pada ekosistem yang terbentuk karena adanya keanekaragam hayati
- Mampu menjaga kualitas air melalui keragaman tumbuhan yang membantu proses penyerapan air
- Kayu, bambu, rota, bisa bermanfaat bagi penyediaan bahan bangunan
- Keanekaragaman hayati dapat menjadi sumber mata pencaharian
- Keragaman spesies tumbuhan bermanfaat sebagai bahan baku obat-obatan
- Keanekaragaman tanaman, ternak, dan spesies laut bermanfaat sebagai sumber bahan pangan
- Kapas, sutra, kulit, wol, serat, bulu hewan, hingga kulit kayu bisa dimanfaatkan sebagai bahan tekstil
1. Keanekaragaman Hayati Tingkat Genetik
Keanekaragaman tingkat genetik terjadi karena keanekaragaman susunan gen. Perangkat gen itulah yang menentukan ciri dan sifat yang dimiliki oleh suatu individu.Contoh dapat diamati pata perbedaan tipe rambut. Kita mengenal di dunia ini ada orang dengan rambut keriting, lurus, ikal. Berbagai keberagaman ini terjadi karena adanya keanekaragaman tingkat genetik.
Sampel lain dapat diamati pada bunga mawar. Meskipun sama-sama bunga mawar dan mempunyai nama spesies Rosa hybrid, tetapi warna mahkota pada bunga mawar bisa berbeda. Perbedaan ini karena susunan gen penyusun bunga mawar yang satu dengan bunga mawar yang lain berbeda.
2. Keanekaragaman Hayati Tingkat Individu/Spesies
Tingkat keanekaragaman hayati berikutnya adalah keanekaragaman hayati tingkat individu/spesies. Keanekaragaman ini menunjukkan adanya jumlah dan variasi dari jenis-jenis organisme.Supaya lebih mudah memahami, mari kita amati contoh keanakeragaman ini pada Arecaceae atau palem-paleman. Jika diperhatikan sekilas, bentuk fisiknya tampak mirip. Padahal sebenarnya merupakan jenis/individu yang berbeda.
Misalnya, pohon aren yang punya nama Latin Arenga pinnata dan pohon Pinang yang punya nama Latin Areca catechu. Habitat pohon aren biasanya berada di pegunungan, mempunyai struktur daun yang jauh berbeda dengan pohon kelapa yang tumbuh di pantai. Perbedaan habitat kedua jenis pohon ini menyebabkan setiap spesies punya ciri khusus tersendiri.
3. Keanekaragaman Hayati Tingkat Ekosistem
Tingkat selanjutnya adalah keanekaragaman hayati tingkat ekosistem. Jenis keanekaragaman ini berarti setiap ekosistem punya keunikan dan ciri khasnya sendiri-sendiri.Keanekaragaman tingkat ekosistem menggambarkan jenis populasi organisme di sebuah wilayah. Kehadiran keanekaragaman tingkat ekosistem ini dapat diamati melalui perbedaan faktor abiotik serta komposisi jenis populasi organismenya.
Misalnya, ekosistem tundra, gurun, hutan, laut, dan sebagainya. Setiap ekosistem mempunyai perbedaan, baik jenis tanaman yang hidup di sana, hewan-hewan, maupun lingkungan yang saling memengaruhi.
Pemahaman rangkuman materi TKA Biologi dapat dieksplorasi dengan mempelajari berbagai platform belajar. Pastikan juga untuk meminta bantuan guru menemukan kesulitan dan ajak serta temanmu untuk belajar bersama.
Nilai TKA Bisa untuk Apa Saja?
Nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang tercantum dalam Sertifikat Hasil TKA (SHTKA) memiliki berbagai fungsi penting untuk mendukung rekam jejak akademis siswa hingga pemetaan mutu pendidikan.
- Pertimbangan tambahan dalam penerimaan perguruan tinggi (SNBP/jalur prestasi)
- Pemvalidasi dan penguat keabsahan nilai rapor siswa
- Penyetaraan hasil belajar bagi peserta didik jalur nonformal dan informal
- Bahan evaluasi perbaikan metode pembelajaran bagi siswa dan guru
- Instrumen pemetaan mutu dan kualitas pendidikan secara nasional
Artikel Tes Kompetensi Akademik
Penulis: Nurul Azizah
Editor: Nurul Azizah & Elisabet Murni P
Penyelaras: Satrio Dwi Haryono
Masuk tirto.id





































