tirto.id - California secara resmi mengakui Idul Fitri dan Idul Adha, dua hari raya terbesar umat Islam, sebagai bagian dari kalender hari libur negara bagian. Pengakuan itu tertuang dalam Rancangan Undang-Undang Majelis (Assembly Bill/AB) 2017 yang telah ditandatangani Gubernur Gavin Newsom.
Aturan mengenai penetapan Idul Fitri dan Idul Adha sebagai hari libur tersebut berlaku dalam undang-undang negara bagian sejak 10 September.
Dengan UU baru ini, kedua hari raya umat Islam itu resmi masuk dalam kalender hari libur resmi California, lengkap dengan ketentuan bagi sekolah negeri, perguruan tinggi komunitas, dan pegawai negara bagian yang memenuhi syarat.
"California merupakan rumah bagi salah satu komunitas Muslim terbesar dan paling dinamis di negara ini, dan tradisi mereka layak mendapatkan pengakuan serta penghormatan," ujar anggota Majelis Matt Haney, dalam sebuah siaran pers dikutip Fox40, Senin (28/9/2026).
"Pengakuan terhadap hari raya Eid [Idul Fitri dan Idul Adha] dalam hukum negara bagian merupakan langkah penting untuk memastikan setiap warga California dapat merayakan hari besar mereka bersama keluarga tanpa harus melakukan pengorbanan yang tidak perlu," tambahnya.
Idul Fitri adalah hari raya umat Islam yang jatuh pada tanggal 1 Syawal pada penanggalan Hijriah dan sebagai penanda berakhirnya bulan puasa Ramadan. Sedangkan Idul Adha adalah dirayakan setiap tanggal 10 Dzulhijjah dalam kalender Hijriah yang diperingati dengan penyembelihan hewan kurban. Perayaan ini bertepatan dengan rangkaian puncak ibadah haji di Makkah.
Ketentuan Libur Id di California
Dalam ketentuan libur negara bagian California, sekolah negeri dan perguruan tinggi komunitas diperbolehkan meliburkan kegiatan pada Idul Fitri dan Idul Adha melalui prosedur lokal yang sudah ada.
Jadi keputusan libur tetap berada di tangan masing-masing institusi dan tidak dipaksakan secara seragam.
Pegawai negara bagian yang memenuhi syarat juga dapat memperoleh kredit hari libur untuk kedua perayaan itu. Para pekerja dapat memanfaatkan cuti berbayar yang sudah ada untuk merayakannya.
Undang-undang itu menegaskan bahwa penetapan ini merupakan keputusan kalender sipil, bukan pernyataan keagamaan. Isi aturan menyebutkan bahwa penetapan Idul Fitri dan Idul Adha sebagai hari libur negara bagian adalah keputusan kalender sipil yang mengakui tradisi kedua hari raya tersebut bagi komunitas di California.
"Penetapan Idulfitri dan Iduladha sebagai hari libur negara bagian merupakan keputusan kalender sipil yang mengakui signifikansi budaya kedua hari raya tersebut bagi masyarakat California," demikian bunyi undang-undang tersebut dikutip Turkiye Today, Rabu(30/9/2026).
Rumusan ini menempatkan kebijakan tersebut sebagai pengakuan terhadap keragaman warga, sekaligus memberi landasan hukum bagi lembaga publik untuk mengakomodasi mereka yang merayakannya.
"AB 2017 mencerminkan komitmen bersama Komisi untuk mewujudkan California di mana institusi publik mengakui dan menghormati komunitas yang mereka layani," kata Ketua Komisi California untuk Urusan Warga Amerika keturunan Asia dan Kepulauan Pasifik Jason Paguio, dalam siaran pers tersebut.
"Dengan mengakui secara resmi Idulfitri dan Iduladha, negara bagian kita menegaskan makna budaya dari perayaan-perayaan ini sekaligus memberikan sarana praktis bagi sekolah dan tempat kerja sektor publik untuk mendukung mereka yang merayakannya," jelasnya lagi.
RUU ini diajukan kepada Gubernur Newsom oleh Anggota Majelis Matt Haney pada Maret lalu, dengan dukungan sejumlah komunitas dan organisasi Muslim.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id


































