tirto.id - Kenaikan tajam harga bahan bakar akibat konflik berkepanjangan di Asia Barat telah mendorong sejumlah negara bagian di Australia mengambil langkah kebijakan yang tidak biasa, yaitu menggratiskan transportasi umum. Hal ini dilakukan sebagai upaya meringankan beban masyarakat.
Kebijakan transportasi gratis ini mencerminkan upaya pemerintah daerah di Australia untuk meredam dampak langsung dari krisis energi global terhadap masyarakat, sekaligus menjaga aktivitas ekonomi tetap berjalan.
Perang yang terjadi di kawasan Teluk antara Iran melawan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel dimulai sejak 28 Februari 2026. Selain membuat situasi di Timur Tengah mencekam, konflik tersebut juga mengganggu stabilitas ekonomi global.
Iran sebagai penguasa di Selat Hormuz memutuskan untuk membatasi bahkan menutup sepenuhnya selat tersebut. Padahal Selat Hormuz adalah jalur penting karena merupakan jalur distribusi minyak dari negara-negara Timur Tengah ke banyak negara di dunia.
Negara Bagian Australia Gratiskan Transum karena Krisis BBM
Berikut rincian kebijakan transportasi publik di tiap negara bagian/teritori di Australia terkait dampak kenaikan harga BBM dikutip ABC News (30/3/2026):
1. Victoria
Pemerintah mengambil langkah agresif dengan menggratiskan seluruh transportasi publik, termasuk kereta metropolitan, bus, dan layanan regional V/Line, selama satu bulan mulai 31 Maret hingga 30 April 2026.Kebijakan ini ditujukan untuk membantu masyarakat menghadapi lonjakan harga bahan bakar sekaligus mendorong peralihan dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.
Meski efektif secara sosial, kebijakan ini diperkirakan membebani anggaran negara bagian hingga sekitar A$70 juta.
2. Tasmania
Pemerintah kebijakan serupa namun dengan durasi lebih panjang, yakni sekitar tiga bulan dari 30 Maret hingga akhir Juni atau awal Juli 2026.Semua layanan bus dan feri, termasuk beberapa layanan bus sekolah, digratiskan. Pemerintah berharap kebijakan ini dapat menjaga mobilitas masyarakat di tengah tekanan biaya hidup, dengan dampak awal berupa peningkatan penggunaan transportasi umum sekitar 20%.
Sementara itu begini kondisi BBM di negara bagian lain di Australia:
1. Queensland
Berbeda dengan Victoria dan Tasmania, Queensland tidak menggratiskan transportasi, namun sudah lebih dulu menerapkan tarif sangat murah sebesar 50 sen untuk seluruh jaringan Translink sejak 2024.Kebijakan ini terbukti meningkatkan penggunaan transportasi publik lebih dari 20%, sehingga tetap menjadi solusi jangka panjang yang relatif berkelanjutan secara fiskal dibandingkan kebijakan gratis penuh.
2. New South Wales
Pemerintah memilih tidak menggratiskan transportasi umum karena dinilai akan menyebabkan kerugian jutaan dolar setiap hari. Tarif tetap diberlakukan, dengan harga perjalanan kereta dan bus yang masih mengikuti skema normal.Meskipun ada tekanan dari oposisi politik dan serikat pekerja untuk memberikan subsidi lebih besar, pemerintah tetap berhati-hati agar tidak membebani anggaran secara berlebihan.
3. South Australia
Pemerintah menolak gagasan transportasi gratis dengan alasan tidak bertanggung jawab secara fiskal. Tarif transportasi tetap diberlakukan seperti biasa, meskipun berbagai kelompok seperti pelaku bisnis dan serikat transportasi mendorong adanya kebijakan bantuan di tengah kenaikan biaya bahan bakar.4. Western Australia
Pemerintah tidak memberikan transportasi gratis secara penuh, namun telah menyediakan tarif yang relatif rendah melalui program seperti “Go Anywhere Fare” sekitar A$2,80, serta layanan gratis di hari Minggu dan zona tertentu.Pendekatan ini dianggap cukup efektif, terbukti dari peningkatan penggunaan transportasi umum sekitar 15%, tanpa harus menanggung beban fiskal besar seperti kebijakan gratis total.
5. Northern Territory
Kebijakan transportasi gratis sebenarnya sudah diberlakukan sejak 2024 di wilayah seperti Darwin dan Alice Springs. Oleh karena itu, wilayah ini tidak perlu menyesuaikan kebijakan baru meskipun terjadi lonjakan harga bahan bakar global.6. Australian Capital Territory
Pemerintah menolak usulan untuk menurunkan tarif menjadi sangat murah atau gratis. Tarif transportasi publik tetap berlaku dengan skema normal, meskipun ada wacana untuk meminta dukungan pemerintah federal guna memberikan subsidi di masa depan.Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id

































