tirto.id - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, yakin nilai tukar rupiah akan kembali menguat dua minggu lagi. Rupiah mengalami pelemahan sejak sore kemarin, Selasa (13/1/2026).
Purbaya bilang, jika dilakukan dengan langkah yang tepat, rupiah tidak akan terlalu sulit untuk dikendalikan. Karenanya, ia meminta para pelaku pasar, untuk tidak panik dalam menghadapi pelemahan ini.
“Kalau dikendalikan dengan benar, tidak terlalu sulit untuk mengembalikan rupiah. Jadi teman-teman yang di pasar, ibu-ibu dan lain-lain nggak usah panik rupiah akan segera menguat dalam waktu 2 minggu ke depan,” kata Purbaya, di sela-sela acara Semangat Awal Tahun 2026, di IDN HQ, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026).
Tidak hanya itu, dengan fondasi ekonomi yang terus membaik, Purbaya juga yakin nilai mata uang Garuda juga akan terus mengalami peningkatan. Hal ini sama halnya dengan apa yang terjadi pada indeks harga saham gabungan (IHSG) yang telah mengalami penguatan sejak beberapa waktu lalu.
“Orang (pemilik) modal-modal asing akan masuk, mereka akan masuk ke tempat, yang negara yang menjanjikan pertumbuhan yang lebih tinggi. Kita kan kemarin mungkin triwulan IV 5,45 kali, ya,” imbuhnya.
Dengan segala upaya yang telah dilakukan pemerintah, Purbaya menilai pada awal tahun ini ekonomi Indonesia bisa tumbuh hingga 6 persen.
“Triwul tahun-tahun ini mungkin kita bisa tumbuh ke arah 6 persen. Kita akan dorong ke arah sana. Jadi, kalau itu mereka udah yakin, jadi Anda nggak usah takut fondasi kita kuat. Rupiah akan masuk karena modal akan masuk ke sini,” sambung dia.
Sementara itu, pada pagi hari ini rupiah tercatat menguat 13,65 basis poin (bps) atau 0,081 persen ke level Rp16.870 per dolar Amerika Serikat (AS). Setelah sebelumnya rupiah ditutup pada level terendah, di posisi Rp16.872 per dolar AS pada perdagangan Selasa (13/1/2026).
Peningkatan dolar AS ke level tertinggi terjadi setelah keluarnya data CPI AS yang secara umum sesuai perkiraan. Hal itu lantas memperkuat ekspektasi pasar, bahwa Bank Sentral AS, The Federal Reserve (The Fed) akan tetap mempertahankan suku bunga acuan Fed Fund Rate (FFR) pada akhir bulan ini.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id



































