Menuju konten utama

Purbaya Pastikan Tak akan Beri Stimulus Pengguna BBM Nonsubsidi

Purbaya menilai pembeli BBM non-subsidi merupakan masyarakat yang tergolong mampu.

Purbaya Pastikan Tak akan Beri Stimulus Pengguna BBM Nonsubsidi
Pengendara sepeda motor mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU COCO Jalan Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (1/7/2025). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/rwa.

tirto.id - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, memastikan tidak bakal memberikan stimulus untuk pengguna bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi. Pernyataan ini menyusul harga BBM non-subsidi yang naik beberapa waktu lalu.

Purbaya menilai, pemerintah harus menaikkan harga BBM non-subsidi agar tidak ada kenaikan beban fiskal dari intervensi pemerintah terhadap BBM non-subsidi.

"Yang [BBM] non-subsidi kenapa dikasih subsidi lagi, kasih stimulus lagi? Enggak, itu untuk mengurangi supaya enggak gelembung-gelembung amat," ucapnya saat konferensi pers di kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Selasa (21/4/2026).

Di satu sisi, Purbaya menyatakan pembeli BBM non-subsidi merupakan masyarakat yang tergolong mampu. Oleh karena itu, masyarakat yang tergolong mampu dinilai masih dapat membeli BBM non-subsidi meskipun ada kenaikan harga.

Kata Purbaya, masyarakat yang tergolong mampu juga selama ini secara tidak langsung telah menerima manfaat dari subsidi pemerintah. Ia memperkirakan 30 persen subsidi pemerintah untuk masyarkat tidak mampu turut dimanfaatkan masyarakat mampu.

"Kan itu orang mampu, ya biar saja. Kalau kita hitung dari subsidi lain, mereka [masyarakat mampu] sudah [ikut merasakan]. Harusnya kan subsidi untuk masyarakat kecil kan. Dari subsidi macam-macam itu mereka sudah menikmati terlalu banyak," lontarnya.

"Mungkin kuartil desil 8, 9, 10 itu menikmati berapa persen? 30 persen? Saya lupa persennya, tapi cukup besar. Hampir 30 persen subsidi yang kita kasih. Jadi kalau yang mampu itu dikurangi, harus bayar sedikit, ya enggak apa-apa. Karena mereka memang mampu," sambung Purbaya.

Dalam kesempatan itu, ia meyakini tidak akan ada kebocoran besar dari penyaluran BBM bersubsidi. Pasalnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) disebut telah membatasi pembelian BBM bersubsidi melalui besaran CC kendaraan bermotor roda empat.

"Saya enggak tahu itu detailnya. Tapi asumsi kan pasti ada kebocoran sedikit [dari penyaluran BBM bersubsidi], tapi selama bisa dikendalikan, ya enggak apa-apa asal enggak gede-gede amat. Saya rasa sih bisa dikendalikan," tuturnya.

Baca juga artikel terkait BBM NONSUBSIDI atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Siti Fatimah