Menuju konten utama

Purbaya: Indonesia Negara 4 Laut, tapi Kapal Beli dari Luar

Purbaya mendorong Kadin bersama kementerian teknis dan pelaku industri untuk menyusun peta jalan menghidupkan kembali industri galangan kapal nasional.

Purbaya: Indonesia Negara 4 Laut, tapi Kapal Beli dari Luar
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan pada konferensi pers APBN KiTa edisi Januari 2026 di Jakarta, Kamis (8/1/2026). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nz
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menilai industri galangan perkapalan dan galangan kapal nasional belum berkembang dengan optimal meski berstatus sebagai negara maritim —yang kemudian disebutnya negara empat laut.

Purbaya mengatakan, pemicu perkembangan tidak optimal karena minimnya kesempatan dan kebijakan yang tidak berpihak pada produksi perkapalan dalam negeri. Padahal, sebenarnya Indonesia memiliki sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni di sektor galangan kapal.

"Saya baru tahu orang kita jago, cuma enggak dikasih kesempatan sama kita sendiri,” ujar Purbaya dalam Focus Group Discussion (FGD) Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia yang membahas pemberdayaan angkatan laut dan galangan kapal nasional, dikutip siaran pers, Selasa (10/2/2026).

Sayangnya, dari sisi kebijakan, pemerintah masih membuka ruang luas bagi impor kapal bekas dari luar negeri. Hal ini lah yang kemudian membuat permintaan terhadap kapal buatan dalam negeri kian tergerus.

“Jadi orang kita yang mampu-mampu itu enggak dapat order karena kebijakan kita sendiri. Walaupun kita negara empat laut, negara maritim, kapalnya beli dari luar. Orang-orang kita yang ahli enggak dikasih kesempatan,” kata Purbaya.

Selain itu, pria yang juga Bendahara Negara ini juga menyoroti rendahnya pemanfaatan belanja pemerintah untuk mendukung industri galangan kapal nasional, termasuk dalam program peremajaan kapal. Padahal, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sudah menyediakan kantong tersendiri untuk mendukung pengembangan industri kapal.

Dengan adanya dana yang sudah dianggarkan Kementerian Keuangan, masih banyak kapal milik negara yang seharusnya dapat dipesan dari galangan domestik justru dipenuhi oleh impor. Sehingga, produksi kapal dalam negeri tidak terserap. Padahal, seiring dengan permintaan industri kapal dan galangan kapal dalam negeri yang semakin tinggi, mampu meningkatkan daya saing industri perkapalan nasional secara global.

“Ke depan, kalau masih mau industri kita maju, demand domestik harus diamankan. Presiden tadi bilang ada 2.491 kapal lebih dari 25 tahun umurnya. Itu kan pasti akan diganti,” ujar Menkeu.

Pada kondisi ini, praktis APBN belum memberikan dampak nyata bagi industri dalam negeri.

“Kita mau dorong pertumbuhan ekonomi. Uangnya itu saya anggarin kok. Saya perlu uang keluar cepat awal tahun supaya ekonomi tumbuh makin cepat, makin cepat, makin cepat. Salah satu yang saya lihat kita punya kemampuan, tapi underutilized karena tidak beri kesempatan adalah industri galangan kapal,” tutur dia.

Oleh karena itu, ke depan, Purbaya mendorong Kadin bersama kementerian teknis dan pelaku industri untuk menyusun peta jalan (roadmap) yang jelas guna menghidupkan kembali industri galangan kapal nasional, sekaligus memastikan permintaan domestik diprioritaskan bagi produksi dalam negeri.

“Ayo kita sama-sama bangun industri galangan kapal dalam negeri supaya industri ini benar-benar bangkit,” ujar Menkeu.

Baca juga artikel terkait KAPAL atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Andrian Pratama Taher