tirto.id - Direktur Keuangan, SDM & Manajemen Risiko PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM), Dessy Emastari Prihatiningtyas, membeberkan bahwa pihaknya akan menggelontorkan dana sebesar Rp148 miliar untuk membeli dua armada kapal baru dalam rangka ekspansi pada 2025.
Nantinya, dana sebesar Rp80 miliar akan digunakan IPCM untuk tahun ini, sisanya akan diserap pada 2026. Dia mengatakan, dana yang disiapkan perseroan itu akan dimanfaatkan untuk penambahan kapal baru.
“Kami nanti akan melakukan penambahan dua armada kapal sekitar Rp148 miliar, itu multi years sampai tahun depan,” kata Dessy dalam public esxpose melalui Zoom Meeting, Selasa (9/9/2025).
IPCM sejauh ini telah memiliki 96 kapal, termasuk 30 pilot boats, 61 tugboats, dan 5 mooring boats. IPCM juga tengah berinvestasi dalam pembangunan dua kapal tunda Azimuth Stern Drive (ASD) baru. IPCM juga menyasar operasional layanan di terminal khusus baru, terutama di wilayah Indonesia Timur.
"Di wilayah yang banyak tambangnya seperti di Halmahera terjadi penambahan jumlah terminal yang signifikan. Kenaikan persentase terminal khusus terakumulasi dengan penambahan pelayanan," ujar Direktur Utama Jasa Armada Indonesia, Shanti Puruhita.
Dalam kesempatan yang sama, IPCM telah mengumumkan Laporan Keuangan Semester I 2025, pada 28 Juli 2025 dan secara konsisten membukukan peningkatan pendapatan sebesar 19,25 persen menjadi Rp714 miliar dari Rp598,75 miliar Year on Year (YoY). Seiring peningkatan kinerja, laba perusahaan juga mengalami pertumbuhan sebesar 15,02 persen menjadi Rp90,02 miliar dari Rp78,27 miliar YoY.
Kontribusi pendapatan terbesar diperoleh dari jasa penundaan kapal sebesar Rp639,2 miliar atau 89,53 persen dari total pendapatan, sedangkan kontribusi jasa pemanduan kapal sebesar 7,17 persen atau Rp51, 1 miliar.
Pendapatan jasa pelayanan kapal khususnya pada Terminal Khusus (Tersus) mengalami peningkatan yang cukup signifikan yaitu 32,52 persen atau senilai Rp258,4 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp194,9 miliar. Hal ini didukung peningkatan kinerja pada beberapa wilayah operasi eksisting maupun wilayah operasi baru di Indonesia bagian timur.
Pada Pelabuhan Umum juga mengalami peningkatan sebesar 12,91 persen menjadi Rp306,4 miliar dari sebelumnya sebesar Rp271,4 miliar YoY.
IPCM menunjukkan performa keuangan yang kuat berdasarkan laporan neraca, dengan total aset tumbuh 5,31 persen dari Rp1,65 triliun di akhir 2024 menjadi Rp1,74 triliun pada pertengahan 2025. Kenaikan ini terutama ditopang oleh peningkatan aset lancar sebesar 12,33 persen.
Penulis: Natania Longdong
Editor: Dwi Aditya Putra
Masuk tirto.id




































