Menuju konten utama

15 Puisi Perpisahan Sekolah untuk Guru dan Teman SD, SMP, & SMA

Ada banyak contoh puisi perpisahan sekolah untuk guru dan teman. Puisi ini dapat dibacakan di momen perpisahan sekolah agar semakin berkesan. Simak di sini.

15 Puisi Perpisahan Sekolah untuk Guru dan Teman SD, SMP, & SMA
Ilustrasi seorang siswa yang membacakan puisi di acara perpisahan sekolah. ANTARA FOTO/Bagus Ahmad Rizaldi/Ak/nym.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Ada banyak contoh puisi perpisahan sekolah untuk guru dan teman. Puisi ini dapat dibacakan di momen perpisahan sekolah agar semakin berkesan.

Setiap tahun, sekolah meluluskan satu angkatan di tingkat akhir, baik itu kelas 6 SD, kelas 9 SMP, maupun kelas 12 SMA. Untuk melepas para siswa kelas akhir tersebut, sekolah biasanya mengadakan acara perpisahan.

Acara perpisahan sekolah biasanya diselenggarakan dengan serangkaian upacara seremonial, mulai dari pemberian ijazah, pemberian kata sambutan, sampai acara hiburan setelahnya. Di momen sambutan atau hiburan, siswa bisa mewakili teman-temannya membaca puisi yang ditujukan untuk para guru.

Dalam sebuah puisi, biasanya terdapat kata-kata ungkapan perasaan yang mewakili pembacanya. Oleh sebab itu, para peserta didik maupun pendidik bisa membuat dan menyampaikannya ketika acara perpisahan digelar.

Puisi Perpisahan Sekolah untuk Teman SD, SMP, dan SMA

Berikut ini daftar kumpulan puisi yang cocok untuk teman di momen perpisahan sekolah:

1. Puisi Perpisahan Sekolah Paling Sedih: Arti Perpisahan

Perpisahan memang selalu menjadi bingkai kesedihan

Perlahan menghitung waktu mendekati saat kita tak bisa berjumpa lagi

Sesering dulu ketika masih berseragam putih biru

Untuk mengawali langkah menuju putih abu-abu.

Sahabat,

Melalui jalan perpisahan akan membuat kita tersadar

Apakah itu arti kebersamaan

Apa arti mengukir bingkai kenangan

Arti pertemanan dan persahabatan

Dan juga arti saling mendoakan

Sahabatku,

Izinkan aku untuk merindumu

Izinkan aku untuk menyimpan namamu dalam hatiku

Agar kita tetap bersama selalu

Meskipun hanya di dalam kalbu

2. Sahabat dalam Putih Biru

Kita datang dan bertemu dengan seragam merah putih

Lalu menapaki kebersamaan menggunakan putih biru

Tidak terasa sudah tiga tahun sejak saat itu

Saat pertama kali kaki kita melangkah di depan pintu

Pintu gerbang sekolah menjadi saksinya

Betapa setiap hari kita selalu saling menyapa dalam canda

Bersama menapaki titian ilmu dan impian

Dibimbing guru dengan penuh kasih sayang

Kini saatnya putih biru kita dilepaskan

Untuk digantikan dengan putih abu-abu kebanggaan

Melanjutkan langkah menuju cita-cita dan impian

Menuju masa depan indah dan penuh harapan

3. Puisi Perpisahan Sekolah SMP: Jam Kosong Kami Bahagia

Karya AR. Izzal Muflihin

Betapa bahagia kami

Jam kosong tak ada guru terasa lagi

Telah menjadi tradisi lumrahnya kami

Merekah senyum bahagia sana-sini

Dan di sudut kiri

Guru mulai menyibukkan diri, melupa kepada kami

Ada yang membangkit senyum dari tidurnya

Ada yang membaca buku lalu menertawakannya

Ada pula yang mencela, pada daftar nama yang tertera

Begitu kami

Pelajar generasi negeri ini

Yang gembira tiada henti

Kala jam kosong tak terganti

4. Perpisahan

Karya Siti Zaleha M. Hashim

Dengarlah teman aduhai taulan,

Hatiku ini hiba dan rawan,

Laksana malam kehilangan bulan,

Kerna tibanya perpisahan.

Sekolah ini penuh sejarah,

Kita bersama senang dan susah,

Walaupun kita akan berpisah,

Kenang selalu waktu yang indah.

Aduhai kawan bersopan santun,

Budimu jernih laksana embun,

Sepuluh jari ini kususun,

Terkasar bahasa mohon diampun.

Bertahun-tahun jadi sahabat,

Jangan kau lupa mengirim surat,

Jauh di mata di hati dekat,

Semoga hidupmu dilimpahi rahmat.

Dengarlah wahai teman sejati,

Kuatkan azam di dalam hati,

Apabila sudah berjaya nanti,

Jangan lupa menabur bakti.

5. Dulu dan Kini

Dulu anak faham dijeling,

Kini melawan ayah ditengking.

Dulu ke dapur lelaki segan,

Kini dah pandai membasuh pinggan.

Dulu teruna riang di bendang,

Kini mereka sibuk di kilang.

Dulu anak didodohi si ibu,

Kini dijaga si pengasuh baru.

Dulu di kampung bersekolah atas,

Kini dah ramai masuk maktab.

Dulu berbekal lemang segantang,

Kini makan pizza dan kentang.

Dulu dilihat luas kebunnya,

Kini dipandang banyak sahamnya.

6. Nasihat

Karya Khadijah Hashim

Jika disemai benih yang baik,

Kelak dapat buah yang cantik.

Jika pandai menjaga tutur kata,

Sahabat ramai berbaik sangka.

Jika pandai melayan tetamu,

Baru berjumpa rasa tak jemu.

Jika hidup bak kera sumbang,

Dirimu sepi tinggal seorang.

Jika takut makan ubat,

Alamat merana lambat sihat.

Jika suka menebang hutan,

Alamat air tak dapat disimpan.

Jika sampah dibuang ke sungai,

Air jernih mula tercemar.

7. Memori Episodik

Karya Paulus Dimas Prabowo

Teringat..

Saat kita berjalan berpapasan tanpa tatap,

Saat kita berdiri bersebelahan tanpa ucap,

Ada rasa, tapi pura-pura saling buta dan bisu,

Bodohnya kita, terlalu patuh pada rasa malu.

Teringat...

Saat aku dan kau berjumpa tanpa rencana,

Saat bertemu berhadap muka tanpa sengaja,

Ingin bersalam apa, tapi ragu membelenggu,

Pandainya kita, menyembunyikan rasa rindu.

Teringat...

Saat pesta perpisahan sekolah kala itu,

Saat menghentikan langkah di muka pintu,

Senyum terlempar, tanpa keluar kata-kata,

Lalu terbiar, seakan tak memendam apa-apa.

Terlambat...

Ketika waktu berputar tanpa sepucuk kabar,

Ketika kenangan tergambar di dinding kamar,

Serasa lengang, dan hanya tersisa bayang-bayang,

Sesal datang, dan kita tuntut waktu bisa berulang.

8. Puisi Perpisahan Sekolah SD: Perpisahan

Karya Ajeng Kurnia Yunari

Semuanya terasa singkat hari ini,

Kebersamaan masih melekat di hati ini,

Apakah semua akan hilang setelah perpisahan ini,

Apakah cerita itu dapat ku temui kembali.

Semenjak 6 tahun lalu kita berjumpa,

Berkenalan hingga menjadi sahabat rasa saudara,

Mengukir segala bentuk cerita,

Raut wajah kalian tak akan pernah ku lupa.

Kita bertemu atas nama siswa,

Berpisah demi cita-cita,

Melepas status pelajar sekolah dasar dengan air mata bahagia,

Teruntuk sahabat ku tercinta.

Selamat tinggal sekolah,

Telah menjadi rumah pengetahuan selama 6 tahun,

Selamat berpisah guru telah jadi orang di sekolah,

Selamat berpisah sahabat rasa saudara.

Puisi Perpisahan Sekolah untuk Guru

Berikut ini kumpulan contoh puisi perpisahan sekolah untuk guru:

1. Sekolah Tempat Aku Mencari Ilmu

Karya Agnes

Sekolahku kaulah tempat perjuanganku

Tempatku menuntut ilmu

Tempat guru-guru membimbingku

Kau yang membuatku

Untuk meraih cita-citaku

Kau yang membuatku

Mengerti banyak pelajaran

Membuatku bangga akan diriku

Dimataku kau segalanya

Terima kasih sekolahku

2. Sekolahku Istanaku

Karya Vika Amalia S.A.

Sekolahku

Bagai istanaku

Juga rumah kedua bagiku

Banyak pengalaman yang terjadi disana

Sekolahku

Tempat paling berkesan bagiku

Karenanya banyak ilmu kudapat

Sekolahku

Aku takkan melupakanmu

Karena sekolahku adalah istanaku

3. Sajak untuk Bapak dan Ibu Guru Tercinta

Hadirmu laksana secercah cahaya

Yang memberikan sinar di dalam gulita

Dirimu bagaikan tetesan embun pagi

Yang memberikan sejuk pada nurani

Bapak dan Ibu Guru,

Pelajaran darimu sungguh sangat berharga

Jasamu sungguh mulia

Ajarmu memberiku cahaya

Dari gelapnya kebodohan dunia

Bapak dan Ibu Guru,

Engkau adalah pahlawan bagi hidupku

Saatnya tiba untuk perpisahan denganmu

Namun jasamu akan selalu di hatiku

Terima kasih Bapak dan Ibu Guru

4. Sekolahku

Karya Angelica

Tetesan embun pagi

Menyegarkan tanaman yang ada di

Halaman sekolahku

Sekolahku

Membangkitkan semangat belajarku

Terdengar suara nyaring

Yang sedang mengajar

Sekolah

Tempat untuk mencari ilmu

Yang tak pernah kulupakan

Untuk selama-lamanya

5. Tombak Keberhasilanku

Karya Amanda Nurdhana D

Pena menari di atas kertasku

Menuliskan setiap kata yang kau ucapkan

Memberikan secercah cahaya dalam kegelapan

Menuntunmu menuju jalan kesuksesan

Walau letih terlihat di wajahmu tak menghapus semangatmu

Kau selalu mendampingiku menuju cita-citaku

Mengajariku hal-hal baru

Dengan sabar kau membimbingku

Walau sikap nakalku terkadang mengganggu

Sungguh besar pengabdianmu

Untuk mencerdaskan generasi mudamu

Terima kasih kuucapkan untukmu

Guruku Kau adalah orang tua keduaku

6. Pahlawan yang Terlupakan

Karya Ahmad Muslim Mabrur

Cermatilah sajak sederhana ini, kawan

Sajak yang terdiri dari sosok sederhana pula

Sosok yang terkadang terlupakan

Sosok yang sering tak dianggap

Ialah pahlawan yang tak ingin disebut pahlawan

Terkalah kiranya siapa pahlawan ini

Ingatlah lagi kiranya apa jasanya

Ia tak paham genggam senjata api

Ia tak terbarung di medan perang

Ucap, sabar dan kata hati menjadi senjatanya

Keberhasilanmu kawan, itulah jasanya

Cerdasmu dan cerdasku itu pula jasanya

Bukan ia yang diharap menang

Namun sukses dan suksesmulah yang menang

7. Jangan Ajari Aku Korupsi, Guruku

Karya Badul Hakim

Kureguk ilmu di saat aku dahaga akan ilmu Kurasakan hangat kasih sayangmu kala engkau tebarkan teladan buat anakmu

Senyum sapa salammu setiap menyambut kedatanganku

Tanpa kenal lelah engkau tebarkan kebajikanmu

Aku mungkin bukan anak yang pintar

Aku ingin meraup ilmu yang engkau ajar

Ilmumu aku goreskan dengan ujung pena

Di atas buku kusimpan jejak tulisanmu penuh rasa

Kuhayati tutur katamu dengan sepenuh jiwa

Aku ke sekolah bukan ingin mengumpulkan pundi-pundi angka

Aku mungkin bukan anak yang layak menyandang juara

Aku hanyalah anak negeri yang ingin melukis masa depan dengan penuh asa

Aku ingin membekali diri dengan ilmu yang kau semaikan sepanjang masa

Baca juga artikel terkait PERPISAHAN SEKOLAH atau tulisan lainnya dari Yuda Prinada

tirto.id - Edusains
Kontributor: Yuda Prinada
Penulis: Yuda Prinada
Editor: Fadli Nasrudin
Penyelaras: Syamsul Dwi Maarif