tirto.id - Informasi mengenai awal puasa 2026 kerap dicari umat Islam sebagai acuan menjalani serangkaian ibadah bulan Ramadhan. Ketahui tanggal beserta jadwalnya.
Bulan Ramadhan merupakan bulan ke-9 dalam penanggalan Hijriah. Umat Islam banyak yang menantikan kehadiran bulan yang suci ini.
Dalam bahasa Arab, Ramadhan berasal dari kata رَمِضَ (ramidhla) yang berarti panas. Hal itu sebagai perumpamaan dari penghapusan dosa-dosa orang yang berpuasa di bulan Ramadhan.
Saat bulan Ramadhan, umat Islam akan menjalankan puasa selama sebulan penuh yang merupakan salah satu bagian dari rukun Islam. Selain itu, terdapat juga serangkaian ibadah lainnya, seperti tarawih dan zakat di akhir bulan Ramadhan menjelang Idul Fitri.
Untuk itu, informasi mengenai jadwal dan kalender puasa 2026 sangat penting bagi umat Islam. Hal ini karena informasi tersebut dapat dijadikan sebagai acuan dalam melaksanakan ibadah khusus bulan Ramadhan.
Terlebih, kalender menurut penanggalan Hijriah dan Masehi berbeda-beda setiap tahunnya. Maka, umat Islam perlu memperhatikan tanggal berlangsungnya bulan Ramadhan.
Kendati demikian, tanggal 1 Ramadhan 1447 H atau 2025 M sekadar menjadi patokan. Pasalnya, ketetapan awal dan akhir Ramadhan tetap didasarkan pada keputusan lembaga resmi atau organisasi keagamaan.
Puasa 2026 Jatuh pada Tanggal Berapa?
Untuk menentukan awal puasa Ramadhan, Pemerintah Indonesia akan menggelar sidang isbat. Di dalam sidang isbat tersebut, para ahli menghitung hasil dari implementasi metode rukyatul hilal (pengamatan hilal) dan hisab (perhitungan astronomis). Hal ini sesuai dengan Fatwa MUI Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penetapan Awal Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah.
Namun, di luar keputusan Pemerintah, organisasi keagamaan juga dapat memiliki ketetapannya sendiri terkait awal Ramadhan. Misalnya, Muhammadiyah dengan menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal dalam menentukan Ramadhan yang dengannya bisa mengetahui awal Ramadhan sejak jauh-jauh hari.
Pada 22 September 2025 lalu, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menerbitkan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/1.0/E/2025. Maklumat tersebut merupakan tindak lanjut dari Keputusan Musyawarah Nasional XXXII Tarjih Muhammadiyah yang diselenggarakan di Pekalongan pada 2024 lalu.
Dalam maklumat tersebut, Muhammadiyah memutuskan bahwa 1 Ramadhan 1447 H akan jatuh pada Rabu Legi, 18 Februari 2026. Sementara itu, Hari Raya Idul Fitri atau 1 Syawal 1447 H ditetapkan pada Jumat Legi, 20 Maret 2026.
Melalui maklumat itu juga dijelaskan bahwa ijtimak (konjungsi) jelang Ramadhan 1447 H terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 12.01.09 UTC. Namun, berdasarkan kriteria Kalender Hijriah Global, bulan baru dimulai ketika matahari tenggelam keesokan harinya.
Dengan demikian, puasa 2026 versi Muhammadiyah yakni dimulai pada 18 Februari 2026. Namun, Pemerintah Indonesia masih perlu menggelar sidang isbat yang biasanya dilaksanakan sekitar satu hari sebelum hari pertama Ramadhan.
Berapa Jumat Lagi Puasa 2026?
Dengan acuan bahwa puasa Ramadhan 2026 dimulai pada Rabu, 18 Februari 2026, artinya terhitung dari Jumat, 21 November ini, ada sekitar waktu 3 bulan sebelum Ramadhan.
Dalam 3 bulan itu, menurut kalender, setidaknya ada 12 hari Jumat setelah Jumat hari ini, 21 November 2025. Umat Islam dapat memaksimalkan ibadah dengan menjalankan puasa sunah atau ibadah-ibadah sunah lainnya agar terbiasa sebelum bertemu dengan bulan Ramadhan.
Pembaca yang ingin membaca artikel sejenis terkait Ramadhan 2026 dapat mengakses tautan berikut ini:
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Wisnu Amri Hidayat
Masuk tirto.id






































