Menuju konten utama

Profil Ahrie Sonta Ajudan Prabowo Naik Pangkat: Brigjen Termuda?

Simak profil Ahrie Sonta, eks ajudan Presiden Prabowo, yang naik pangkat jadi Brigjen berbintang satu pada usia yang tergolong muda.

Profil Ahrie Sonta Ajudan Prabowo Naik Pangkat: Brigjen Termuda?
Ahrie Sonta. fb/Ahrie Sonta

tirto.id - Mantan ajudan Presiden Prabowo Subianto, Ahrie Sonta, mendapat kenaikan pangkat menjadi Brigjen bintang satu pada Senin (6/10/2025).

Kenaikan pangkat itu membuat Ahrie Sonta menjadi salah satu jenderal polisi termuda. Ketika diangkat pangkatnya, Ahrie Sonta berusia 44 tahun.

Sebelumnya, Ahrie Sonta menyita perhatian ketika ditunjuk Prabowo sebagai ajudannya. Kala itu, ia menjadi satu-satunya ajudan yang berasal dari kalangan polisi.

Ia juga dikenal sebagai salah satu orang kepercayaan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Berikut profil Ahrie Sonta beserta rekam jejaknya di kepolisian sebelum jadi jenderal polisi bintang satu.

Profil Ahrie Sonta Ajudan Prabowo yang Naik Jadi Brigjen, Akpol Angkatan Berapa?

Ahrie Sonta lahir di Bandung pada 2 April 1981. Ia dikenal sebagai polisi yang punya karier cemerlang di Korps Bhayangkara.

Sebagai polisi, lulusan Akpol tahun 2022 ini dikenal menjadi salah satu orang dekat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Kedekatan itu terlihat bahkan sejak sebelum Listyo resmi jadi Kapolri.

Pada 2021 lalu, ketika Listyo melaksanakan uji kelayakan dan kepatutan sebagai Kapolri di DPR, Ahrie Sonta ada di antara jajaran polisi yang dibawa Listyo.

Momen itu sempat jadi perhatian publik lantaran kala itu, Ahrie Sonta jadi satu-satunya pendamping Listyo yang masih berstatus Kapolres. Selain dirinya, para pendamping Listyo kala itu adalah 7 orang jenderal polisi.

Kala itu, Ahrie Sonta juga baru berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) dan menjabat sebagai Kapolres Tanjung Priok.

Sebelum jadi Kapolres Tanjung Priok itu, Ahrie Sonta pernah menjadi Kanit Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya pada 2018.

Ketika Listyo resmi jadi Kapolri, Ahrie Sonta lalu ditarik untuk jadi Sekretaris Pribadi (Sekpri) Kapolri sejak 2021.

Namun, kedekatan Ahrie Sonta dengan Listyo itu dibarenginya dengan sejumlah prestasi selama berdinas sebagai polisi. Salah satunya adalah ketika ia memimpin operasi pengungkapan lebih dari 100 kilogram narkoba ketika ditugaskan di Ditresnarkoba Polda Metro Jaya.

Tak hanya itu, ia dan unit Ditresnarkoba Polda Metro Jaya juga berhasil membongkar sindikat narkoba besar dari Taiwan yang beroperasi di Perairan Tanjung Berakit, Pulau Bintan. Barang bukti yang disita dalam operasi ini ialah 1,6 ton sabu.

Namanya juga tercatat sebagai polisi yang terjun dalam sejumlah operasi, seperti Operasi Nemangkawi di Papua.

Ahrie Sonta juga terlibat dalam penangkapan buron korupsi Djoko Tjandra pada 2020 lalu. Operasi itu membuat buronan kasus korupsi Bank Bali itu akhirnya ditangkap usai 11 tahun melarikan diri.

Tak hanya di dunia kepolisian, Ahrie Sonta juga jadi polisi dengan gelar akademik yang mentereng. Ia memiliki gelar doktor di bidang Ilmu Kepolisian pada 2018.

Gelar doktoralnya itu ia raih setelah menulis disertasi tentang reformasi kultural Polri.

Berkat berbagai prestasinya itu, Ahrie Sonta mendapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa dari AKBP menjadi Komisaris Besar (Kombes).

Kemudian, ketika Prabowo Subianto menang Pilpres 2024 dan resmi jadi Presiden, Ahrie Sonta ditunjuk oleh eks Pangkostrad itu untuk jadi ajudannya.

Kini, Ahrie Sonta dipindahtugaskan untuk mengisi jabatan Penyidik Pengamanan Internal Utama Tingkat II Divpropam Polri.

Baca juga artikel terkait PROFIL atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dicky Setyawan