tirto.id - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan perekonomian Jakarta tumbuh stabil. Pada triwulan III 2025, tercatat sebesar 4,96 persen dan secara kumulatif, ekonomi Jakarta tumbuh 5,03 persen.
Sementara itu, Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Jakarta berada pada kisaran 4,6 hingga 5,4 persen.
"Ekonomi Jakarta tumbuh stabil dengan dukungan kebijakan fiskal yang berdampak nyata, dengan pertumbuhan kumulatif 5,03 persen. Bank Indonesia memproyeksikan di tahun 2026, Jakarta akan tumbuh 4,6 sampai dengan 5,4 persen," kata Pramono dalam konferensi pers realisasi APBD Tahun Anggaran 2025 di Balai Kota Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Pramono mengatakan bahwa sektor penyediaan makanan dan minuman menjadi salah satu sektor yang ekonominya tumbuh paling tinggi dengan angka sekitar 9,79 persen dengan kontribusi kurang lebih 5,13 persen.
"Untuk memperkuat posisi Jakarta sebagai kota berskala global, seperti kita ketahui bersama, pemerintah Jakarta menghadapi Natal, Tahun Baru, dan beberapa hari besar, kami memberikan insentif fiskal berupa pengurangan pajak daerah serta dukungan penyelenggaraan event nasional maupun internasional," jelas Pramono.
Lebih jauh, indikator kepercayaan konsumen juga menunjukkan tren positif. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Jakarta pada Desember 2025 tercatat di level 145,33.
"Ini menunjukkan optimisme yang tinggi. Inflasi Jakarta 2,63 persen berada di bawah inflasi nasional 2,92 persen,” kata Pramono.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id







































