Menuju konten utama

Porsi Pekerja Formal Menyusut, Sektor Informal Kian Dominan

Tren pertumbuhan pekerja formal belum cukup untuk meningkatkan proporsinya dalam struktur tenaga kerja.

Porsi Pekerja Formal Menyusut, Sektor Informal Kian Dominan
pekerja menyelesaikan perbaikan papan reklame di jakarta, jumat (22/7). menurut dinas tenaga kerja provinsi dki jakarta hampir 75 persen pendatang di ibu kota bekerja di sektor informal, dan diharapkan para pendatang agar membekali diri dengan keterampilan khusus sebelum merantau ke jakarta. antara foto/rivan awal lingga/foc/16.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Porsi pekerja formal di Indonesia kembali menyusut pada Februari 2026. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, persentase pekerja formal turun menjadi 40,58 persen dari total penduduk bekerja, lebih rendah dibandingkan Februari 2025 yang sebesar 40,60 persen dan Februari 2024 yang mencapai 40,83 persen.

Sebaliknya, pekerja informal justru meningkat menjadi 59,42 persen pada Februari 2026, naik dari 59,40 persen pada periode sama 2025 dan 59,17 persen pada 2024.

Secara absolut, jumlah pekerja informal bertambah dari 86,58 juta orang pada Februari 2025 menjadi 87,74 juta orang pada Februari 2026. Demikian pula pekerja formal yang naik dari 59,19 juta menjadi 59,93 juta orang. Meski demikian, tren pertumbuhan pekerja formal belum cukup untuk meningkatkan proporsinya dalam struktur tenaga kerja.

Kondisi ini menunjukkan bahwa penciptaan lapangan kerja masih didominasi sektor informal, meskipun jumlah tenaga kerja formal juga bertambah. Dari total 147,67 juta penduduk bekerja, sebagian besar masih berada dalam kategori informal seperti pekerja keluarga, pekerja bebas, maupun usaha sendiri.

"Pada Februari 2026, dari sebanyak 147,67 juta orang penduduk bekerja, sebanyak 36,99 persen di antaranya berstatus sebagai buruh, karyawan atau pegawaim" ujar Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, dalam rilis BPS, di Kantor BPS, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026).

Sementara itu, dibandingkan Februari 2025, penduduk bekerja berstatus buruh, karyawan pegawai mengalami penambahan terbanyak, yaitu sekitar 555 ribu orang. "Sejalan dengan peningkatan penduduk bekerja sebagai buruh, karyawan, pegawai, maka jumlah pekerja formal pada Februari 2026 juta mengalami peningkatan menjadi 59,93 juta orang atau mencakup 40,58 persen dari total penduduk bekerja," jelasnya.

Selai pekerja berstatus buruh/karyawan/pegawai dengan porsi 36,99 persen, proporsi status pekerjaan terbanya berasal dari pekerja berusaha sendiri sebesar 20,57 persen, serta pekerja yang berusaha dibantu buruh tidak tetap sebesar 15,97 persen. Kategori lain seperti pekerja keluarga/tidak dibayar, pekerja bebas, hingga usaha dengan buruh tetap mengisi sisanya.

Dari sisi sektoral, serapan tenaga kerja terbanyak masih didominasi pertanian, perdagangan besar dan eceran, serta industri. Ketiga sektor tersebut menyerap setidaknya 60,29 persen tenaga kerja nasional pada Februari 2026.

Tingkat Pengangguran Terbuka

Di sisi lain, tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada 2026 masih sebesar 4,68 persen atau 7,24 juta orang. Angka tersebut turun tipis jika dibandingkan dengan tingkat pengangguran terbuka di Februari 2025 yang sebesar 4,76 persen atau 7,28 juta orang.

“Pada Februari 2026 tingkat pengangguran terbuka adalah sebesar 4,68 persen. Angka ini lebih rendah jika dibandingkan Februari 2025 atau turun sebesar 0,08 persen basis poin,” papar Amalia.

secara terperinci, tingkat pengangguran terbuka Februari 2026 didominasi oleh laki-laki yang masih sebesar 4,88 persen, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 4,98 persen. Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka untuk perempuan mencapai 4,36 persen, turun dari Februari 2025 yang masih sebesar 4,41 persen.

“Penurunan tingkat pengangguran terbuka ini juga terjadi baik di wilayah perkotaan (5,60 persen) maupun di pedesaan,” lanjut Amalia.

Sementara itu, dari total angkatan kerja sebanyak 154,91 juta orang, terdapat 7,24 juta orang yang masih menganggur. Namun, menurut Amalia, jumlah pengangguran secara absolut turun 0,035 juta orang pada periode Februari 2025 dibanding Februari 2026.

Baca juga artikel terkait PEKERJA INFORMAL atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana