Menuju konten utama

Maman Soroti Lonjakan Pekerja Informal dan Serapan KUR Tinggi

Sepanjang 2019-2024, diprediksi terjadi penurunan jumlah kelas menengah hingga sekitar 9,5 juta orang.

Maman Soroti Lonjakan Pekerja Informal dan Serapan KUR Tinggi
Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman dalam Rapimnas Kadin 2025. Doc: Tangkapan layar YouTube Kadin Indonesia.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyoroti tingginya serapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disebut mampu menyerap hingga 11 juta tenaga kerja. Meski demikian, ia menilai lonjakan realisasi kredit tersebut menyimpan potensi persoalan lantaran mayoritas pelaku usaha mikro masih bekerja di sektor informal.

Karena itu, Maman berharap para pekerja informal tersebut dapat dikonversi menjadi pekerja sektor formal agar memiliki kepastian, perlindungan, dan stabilitas usaha ke depan.

"Isunya adalah informal worker. Jadi mereka yang memang masih bekerja di sektor UMKM rata-rata memang informal worker," ujarnya dalam Pembukaan Rakernas KADIN 2025, Senin (1/12/2025).

Maman juga memaparkan sederet indikator makro yang menjadi perhatian pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional. Ia menyoroti bahwa angka kemiskinan masih berada di sekitar 24 juta jiwa atau 8,47 persen dari populasi. Selain itu, tingkat pengangguran terbuka tercatat sekitar 7,28 juta orang atau 4,76 persen dari penduduk usia produktif.

Ia juga menyinggung perlambatan penciptaan lapangan kerja baru dalam lima tahun terakhir. “Penciptaan lapangan pekerjaan baru kurang lebih sekitar 8,55 juta, dan turun sekitar menjadi 2,2 jutaan di periode 2020–2024. Ini angkanya, ini periode 2020–2024. Lalu degradasi kelas menengah, penurunan jumlah kelas menengah kurang lebih sekitar 9,5 juta. Ini asumsinya dari 2019–2024,” kata Maman.

Menurutnya, seluruh ukuran tersebut selama ini hanya mencerminkan kinerja sektor formal. Padahal, aktivitas ekonomi di sektor informal—yang sebagian besar berada di lingkup UMKM—telah menunjukkan kontribusi yang jauh lebih besar dalam penyerapan tenaga kerja. Hal itu tercermin dari realisasi KUR yang terus meningkat.

“Nah, poinnya, ini ukurannya adalah sektor formal. Nah sedangkan kalau tanya ke saya, UMKM itu sebetulnya kalau mau benchmarking-nya itu adalah dilihat dari pembiayaan KUR,” ujarnya.

Lantaran itu lah, sebut Maman, Presiden kini memberi perhatian besar pada penyerapan tenaga kerja, dan KUR menjadi indikator penting untuk mengukur dampaknya. “Nah, yang ingin saya sampaikan dalam forum ini bahwa data ini kalau dilihat dari sektor formal. Tapi sektor informal sebetulnya angka ini sudah melewati,” katanya.

Namun, ia kembali mengingatkan bahwa capaian tersebut tidak lepas dari dominasi pekerja informal dalam ekosistem UMKM. Karena itu, keberadaan lembaga seperti KADIN dinilai krusial untuk mendorong formalitas usaha dan pekerja.

“Nah ini yang lagi mau kita geser dari informal worker ke formal worker. Dan harapan saya disitulah keberadaan teman-teman kadim nanti bisa ikut dan berpartisipasi dalam menggeser itu,” ujarnya menegaskan.

Baca juga artikel terkait MAMAN ABDURAHMAN atau tulisan lainnya dari Hendra Friana

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Hendra Friana
Editor: Hendra Friana