tirto.id - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, memproyeksikan Anggaran Tahunan Bank Indonesia (ATBI) akan mencatatkan surplus sebesar Rp68,7 triliun pada penutupan tahun 2025.
Dalam paparannya, Perry Warjiyo juga menyampaikan bahwa hingga akhir tahun 2025, surplus ATBI per September telah mencatatkan surplus sebesar Rp77,9 triliun.
“Sampai September 2025 surplus anggaran sebesar Rp77,9 triliun. Hingga akhir 2025 realisasi ATBI prognosa surplus Rp 68,7 triliun,” kata Perry dalam rapar kerja dengan Komisi XI DPR RI, dikutip dari YouTube, Kamis (13/11/2025).
Perry memaparkan, proyeksi surplus tersebut didorong oleh penerimaan yang diperkirakan mencapai Rp234,38 triliun, sementara pengeluaran diproyeksikan lebih rendah, yakni sebesar Rp165,7 triliun pada akhir tahun.
Lebih detail, Perry membeberkan bahwa surplus ini berasal dari dua komponen utama. Pada anggaran kebijakan, BI memproyeksikan surplus sebesar Rp35,2 triliun.
“Di anggaran kebijakan itu prognosa penerimaan Rp 176,24 triliun dan pengeluaran Rp 140,95 triliun sehingga surplus dari anggaran kebijakan Rp 35,2 triliun,” paparnya.
Sementara itu, anggaran operasional bank sentral juga diproyeksikan mencetak surplus sebesar Rp33,3 triliun, dengan rincian penerimaan Rp58 triliun dan pengeluaran Rp24,7 triliun.
Selain kondisi anggaran yang sehat, Perry juga mengungkapkan bahwa rasio modal BI hingga akhir tahun dipastikan akan mencapai di atas 10 persen.
“Sehingga dengan surplus yang besar ini BI menjadi salah satu pembayar pajak terbesar dan kemungkinan-kemungkinan prognosa sampai akhir tahun rasio modal kami di atas 10 persen,” ucapnya.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Dwi Aditya Putra
Masuk tirto.id



































