tirto.id - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, berujar pemerintah kini tengah mempertimbangkan untuk memperpanjang rute kereta cepat atau Whoosh dari DKI Jakarta hingga Surabaya, Jawa Timur.
Hal ini ia nyatakan usai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di kediaman pribadinya di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Minggu (13/10/2025). Menurut Prasetyo, Whoosh saat ini telah membantu mobilitas warga yang hendak keluar kota.
"Faktanya kan Whoosh kemudian juga menjadi salah satu moda transportasi yang sekarang sangat membantu aktivitas seluruh masyarakat, mobilitas dari Jakarta maupun ke Bandung dan seterusnya,” sebutnya.
Karena itu, Prasteyo menyatakan pemerintah hendak mengembangkan fasilitas Whoosh melalui perpanjangan rute hingga Surabaya. Perpanjangan rute dinilai bakal lebih membantu masyarakat yang hendak berkegiatan di luar kota.
Di satu sisi, Prasetyo mengaku pemerintah tengah mengkaji skema pembiayaan sisa pembayaran proyek pembangunan Whoosh.
"Kita pengen sebenarnya kan itu berkembang ya, tidak hanya ke Jakarta dan sampai ke Bandung, mungkin juga kita sedang berpikir untuk sampai dari Jakarta ke Surabaya," ucapnya.
"Beberapa waktu yang lalu juga sudah dibicarakan untuk diminta mencari skema ya, skema supaya beban keuangan itu bisa dicarikan jalan keluar," lanjut Prasetyo.
Sementata itu, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia atau KAI, Bobby Rasyidin, telah bertemu dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) untuk membahas penyelesaian masalah utang yang kini menggelayuti Whoosh.
Hal ini diungkapkan Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, di sela-sela Pesta Rakyat untuk Indonesia 2025, di Gedung Smesco, Jakarta Selatan, Jumat (22/8/2025).
“Akan kita selesaikan, termasuk (skema penyelesaian masalah utang Whoosh) dalam RKAP kita tahun ini. Sudah, sudah (bertemu dengan Dirut KAI),” ujarnya kepada awak media.
Tidak hanya telah bertemu dengan Bobby, Danantara juga sudah mulai menjajaki skema apa yang paling tepat untuk menyelesaikan masalah Whoosh, agar ke depan tidak menjadi bom waktu bagi KAI. Sayangnya, Donny tidak menjelaskan lebih lanjut bagaimana peran Danantara dalam penyelesaian masalah utang jumbo kereta cepat tersebut.
Hanya saja, Danantara berkomitmen untuk membereskan masalah utang Whoosh.
“Ini kan sedang dijajaki ya, sedang kita lakukan penjajakan, tentu akan kita bereskan proses itu. Seperti mana tadi, kemarin kan juga Dirut KAI juga sudah menyampaikan di DPR, ya,” jelas Dony.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Dwi Aditya Putra
Masuk tirto.id



































